10.30.2012

KISAH ERWIN - BAGIAN 4

Posting-an kali ini mau update tentang Erwin. Erwin sahabat SMP saya yang terkena gangguan mata (kalo bahasa kedokterannya ablasio). Udah lama nih, nggak update tentang Erwin...

Buat yang ngikutin cerita saya di blog ini, pasti udah nggak heran lagi siapa Erwin itu. Buat yang baru tune-in, monggo mampir dulu (atau nanti juga boleh) di cerita episode awalepisode satuepisode dua dan episode tiga yang udah saya post.

Tanggal 13 Oktober kemaren, saya menyempatkan ke rumah Erwin. Sebenernya sih mau ngedrop uang untuk berobat Erwin - karena besokannya mau operasi katarak, tapi kan ya sembari nengokin, main, dan ngobrol ya nggak ada salahnya toh? Lagian juga waktu itu pas saya ada acara di kampus, yang kebetulan kampus saya deket banget sama rumahnya Erwin. Bungkuslah, maen ke rumah Erwin di bilangan Meruya itu. 

Sabtu sore itu, ketika saya tiba di rumah Erwin, cuaca cukup cerah. Secerah hati ini *plaaak*. Saya tiba ketika Erwin melayani customer counter pulsa-nya. Iya, untuk nyambung hidup Erwin sekeluarga, Erwin emang ngebuka counter pulsa dan dagang es mambo (es mambonya juga titipan orang loh, soalnya Erwin nggak punya kulkas). Kecil banget etalasenya, kira-kira ukuran kotaknya itu lebar 40cm dan panjang 60cm, tinggi kurang lebih 60cm. Etalasenya ditaroh pas depan jendela rumah Erwin yang tidak berpagar itu (secara emang rumah Erwin juga kecil).


Erwin mempersilahkan saya masuk.

Ternyata Santo, putra semata wayang Erwin dan Rani sedang belajar membaca dan menulis. Maklum, Santo baru kelas 1 SD, pasti lagi hot-hotnya belajar membaca, menulis dan berhitung. Rajin juga Rani ngajarin Santo. Tapi ternyata, Rani cerita loh, kalo di SD sekarang itu, anak kelas 1 nggak diajarin sama gurunya untuk baca tulis, anak kelas 1 SD udah dianggap bisa baca dan nulis. Nah lho, beda banget ya, sama jaman saya dulu. Masuk SD itu ya belajar baca, nulis, hitung. Bukan dari TK belajarnya...

Okey, lanjut ke topik awal : Erwin.

Jadi, ceritanya tanggal 14 Oktober itu Erwin akan operasi katarak, sebagai lanjutan tahapan pengobatan matanya yang terkena ablasio itu. Ternyata yah, perjalanan pengobatan Erwin itu cukup panjang. Operasinya tidak bisa sekali langsung jadi. Harus bertahap dan bertahap. Kemaren aja, pasca operasi besar pertama, setelah itu ada laser-laser kecil lagi yang dilakukan dr. Isfahani, SpM untuk menyempurnakan hasilnya. Nggak beda jauh lah, kalo tambal gigi aja, bolak baliknya sampe 3 kali. Apalagi ini buat mata yang lebih complicated.

Nah, sebagai informasi yang bisa saya share disini, biaya operasi katarak Erwin itu dibantu sepenuhnya loh, sama dr. Isfahani melalui RS Ibnu Sina itu. Jujur banget saya harus ceritakan, kumpulan donasi untuk pengobatan Erwin, kurang kalau harus bayar biaya operasi kataraknya Erwin. Saat Erwin inform ke saya kalau operasi katarak butuh biaya Rp 7,000,000, kita di kas cuma punya Rp 2,000,000. Yang kurang Rp 5,000,000 mau nombok dari mana? Padahal galang dana juga udah kuat. *hiks hiks hiks...*

Tapi emang kalo rejeki nggak akan kemana, kalo jodoh ya pasti ketemu. Aprina, sahabat kita juga, menginformasikan waktu itu lagi ada program operasi katarak gratis yang diadakan oleh RSCM. Niat kita, Erwin ikut operasi katarak massal aja. Pastinya bebas biaya kan? Palingan tinggal nambah ongkos transportasi. Tapi ternyata setelah konsultasi sama dr. Isfahani, SpM, untuk kasus Erwin yang punya riwayat ablasio ini, tidak diperkenankan untuk ikut operasi katarak massal itu. Alasannya ya memang karena medical history-nya itu loh. Huhuuu, nggak jadi rejekinya Erwin deh, ikutan yang gratis.

Eh tapi ya, emang kalau orang baik (seperti Erwin), pasti jalannya ada aja degh. Setelah disampaikan ke dr. Isfahani, SpM kalau dana galangan dari temen-temen nggak cukup buat operasi katarak, pak dokter tetap nyuruh Erwin operasi loh. Lah dok, biayanya gimana? Alhamdulillah, dr. Isfahani, SpM memberikan keringanan biaya untuk Erwin operasi katarak. Lebih tepatnya sih membebaskan biaya. Subhanallah banget ya Allah... Rejeki Erwin banget. Tapi sih di balik itu, sebenernya saya termasuk yang merasa bersalah. Kok  nggak berhasil galang dana buat pengobatan Erwin sih? Hiks hiks hiks...

Terima kasih ya Allah, terima kasih dokter... Saya cuma bisa bilang terima kasih. Maaf ya Win, temanmu ini belum berhasil galang dana buat operasi katarak kemarin. Tapi insyaaAllah, untuk pengobatan lanjutannya diusahakan (termasuk via blog ini lho, Win...).

Nah, buat para readers, bersama ini saya persilahkan lho, kalo mau ikut menyisihkan rejekinya untuk pengobatan Erwin, saya sangat berterima kasih. Soalnya nih ya, setelah ini, tindakan yang harus dilakukan lagi adalah pengangkatan silikon di matanya Erwin, terus ada juga pemasangan lensa di mata Erwin. Masih diperlukan biaya yang tidak sedikit nih. Sementara waktu pun, pasti untuk control rutin juga perlu biaya kan? Yuk, kita bantu Erwin seberapapun itu yang kita bisa.

Untuk yang mau berbagi, silahkan dapat mengirimkan ke rekening Mona ya... soalnya Erwin sendiri tidak punya rekening di bank.

Bank Mandiri
Acc. No. 102 000 429 0703 - Cabang Pos Pengumben
a.n. Mona Anggiani
(mohon setelahnya bisa dikonfirmasi ke no. telp +62 8151606909)

Terima kasih sebelumnya ya, atas bantuannya. Hanya Allah yang bisa balas, mengembalikan dan melipatgandakan rejeki kita kembali. Aamiin...

Untuk saat ini, menurut Erwin, penglihatannya emang semakin membaik dan membaik. Dulu, waktu pertama kali belum operasi, Erwin nggak bisa melihat bentuk bulat. Bentuk yang bulat, Erwin lihatnya adalah lonjong. Setelah operasi perdana, bentuk bulat sudah bisa dilihat, tapi masih dalam kondisi rabun berat (secara emang juga Erwin kan minus 13). Nah, setelah operasi katarak kemaren, Erwin bilang, penglihatannya lebih terang dibanding sebelum operasi katarak. Ya Allah, alhamdulillah banget ya Allah... Ada kemajuan. Semoga setiap hari kondisi Erwin semakin membaik dan membaik.

Sekali lagi, untuk yang bersedia mendonasikan sedikit rejekinya, saya ucapkan banyak terima kasih. Tidak lupa, saya pun memohon bantu doa untuk kesembuhan mata Erwin. Nggak berasa, ini pengobatan sudah berjalan sekitar 10 bulan. Setidaknya Erwin juga sudah cukup lama survive akan kondisi matanya itu.

Yuk akh, mari lanjut usaha buat pengobatan mata Erwin. Masih panjang nih, perjalanan pengobatannya.

Semangaaats...

10.18.2012

PRIORITASNYA PAK JOKOWI dan PAK AHOK

JAKARTA - Kota tua
Emang baru 4 hari sih, pak Jokowi dan pak Ahok dilantik jadi Gubernur DKI dan Wakil Gubernur DKI. Ini mah namanya masih seumur seencritan aja. Baru beberapa hari, pastinya belum akan ada perubahan yang banyak buat DKI (dikata roro jonggrang kali?). Lha yang sudah 5 tahun aja perubahannya masih belum ada banyak, apalagi yang baru 3 atau 4 hari. Let’s say seminggu atau sebulan juga pasti belum ada. Semuanya butuh proses dan waktu. Dan saya yakin waktunya nggak sebentar, nggak bisa cepat.

Untuk Jakarta yang sudah semrawut ini, saya tidak berharap banyak pada pak Jokowi dan pak Ahok (kok pesimis? emang.). Saya memang bukan pendukung pak Jokowi dan pak Ahok, tapi pun tidak juga puas dengan kinerja Bang Foke *ditengah-tengah*(tapi tetap appreciate sama apa yang sudah dilakukan oleh bang Foke loh). Makanya, siapapun yang menjabat jadi DKI 1, saya sudah apatis sama kondisi DKI ini. Mau siapa pun yang jadi Gubernur, kalo mental dan sikap warganya sendiri tidak dirubah, ya percumi… percumi dan percumi… (saking percuma-nya, sampe jadi percumi).

Nggak milih waktu Pilkada? Ya nggak sih. Saya tetap milih. Sayang, kalo suaranya nggak dipake. Secara pengen jadi warga negara yang baik gitu loh.

Nah, kemaren ini kan ya, di detik.com, keluarlah rencana-rencana kerja atau program pak Jokowi dan pak Ahok untuk ngebenerin si DKI ini. Tergelitik lah diri ini untuk membahasnya. Saya memang bukan pejabat, saya pun bukan sang ahli. Tapi bebas donk, berkomentar di blog saya? Tapi ini kali bukan komentar sembarang komentar. Ini benar-benar murni pemikiran saya. Saya melihat dari sisi rakyat jelata saja.

Yuk mari satu persatu coba diulik (kok kaya’ main gitar sama keyboard aja sih, pake ngulik)...
Oh iya, link aslinya silahkan buka disini ya. 


Judulnya : Ini 4 Program yang Dikebut Jokowi-Ahok

1. Program Pendidikan

Ahok mengatakan, kartu pintar akan direalisasikan untuk anak-anak dari SD sampai kuliah. Kartu pintar dikhususkan bagi siswa-siswi sekolah negeri di Jakarta.

"Khususnya untuk anak-anak yang tidak bisa bayar uang sekolah, beli buku dan beli baju. Jadi mereka yang memiliki kartu pintar ini, sampai kuliah akan kami gratiskan," kata Ahok.

Menurut saya ini yah :
  • Dari jaman bang Foke sih yang namanya sekolah gratis di Jakarta itu udah ada. Untuk SD, SMP dan SMA emang seharusnya udah gratis. Untuk sekolah negeri ya. Kalo untuk swasta sih ya kudu tetap bayar, donk. Tapi yang jadi permasalahan adalah : kadang emang SPPnya gratis, tapi uang kegiatan ini itu anu yang bayar (ekskul Pramuka, PMR, komputer, dll). Akhirnya ya tetap aja, orang tua siswa harus ngeluarin uang bulanan untuk sekolah anaknya (diluar ongkos transport dan konsumsi yah...)
  • Yang dimaksudkan siswa/i sekolah negeri di Jakarta itu yang gimana, pak? Kalau yang sekolah di DKI tapi rumah di luar Jakarta, gimana? Atau sebaliknya? 
  • Kuliah juga gratis ya pak? Kuliah di perguruan tinggi negeri, gitu pak? Padahal Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta ini banyak banget loh pak, yang mahasiswanya berasal dari daerah. Apa itu juga di gratiskan? Ironis aja sih, kalo misalnya penduduk Jakarta malah dapetnya swasta dan harus bayar, gimana pak?
  • Buat permasalahan beli baju, perlu disusun sistem yang bagus ya, pak. Jangan sampe dimanfaatkan sama orang-orang yang suka menyalahgunakan kesempatan.Maklum pak, Jakarta banyak "bangke" berkeliaran. Jakarta bukan Solo yang warganya masih pada lugu-lugu, pak. Jakarta ini ibukota ya pak, yang lebih kejam dari ibu kost (kalo telat bayar pasti diusir - kecuali macarin anak ibu kost).

  
2. Program Perumahan

Jokowi ingin menyediakan rumah sewa terjangkau. Ruang-ruang dinas yang kosong di Balai Kota akan dijadikan apartemen terpadu dengan biaya sewa Rp 1 juta per bulan.

Apartemen terpadu konsepnya untuk orang-orang dari ekonomi kecil yang tidak bisa membeli rumah di kawasan Jakarta. Hal itu juga berlaku untuk kawasan di sepanjang rel kereta api.

"Nanti kami akan membangun rumah-rumah dengan sewa terjangkau dan ini merupakan salah satu solusi kami untuk mengatasi kemacetan," kata Ahok.

"Konsepnya di sini, orang-orang kaya disuruh tinggal di luar Jakarta seperti Bekasi atau Tangerang. Sementara untuk orang-orang yang ekonomi rendah, bisa tinggal di apartemen terpadu tersebut," lanjut dia.

Ahok menambahkan pihaknya akan membebaskan beberapa lahan kosong lain untuk dijadikan apartemen terpadu ini.

"Jadi di sini kenapa orang kaya pindah ke luar kota karena nanti kami akan menjadikan PBB di Jakarta ini tinggi sehingga mereka memilih tinggal di luar Jakarta. Kan mereka punya kendaraan. Ini merupakan salah satu solusi kami mengatasi kemacetan," ujar Ahok.

Selain itu, kata dia, akan ada perubahan terhadap bensin bersubsidi di Jakarta yaitu tidak melebihi 10 persen dari pendapatan. "Kalau hal ini tercapai maka ekonomi kita akan kuat," kata dia.

Yang ada di benak saya tentang program ini:
  • Setuju banget dengan konsep meng-apartemen-kan Jakarta. Sudah seharusnya Jakarta ini lahannya nggak dipake buat landed housing. Vertical housing seharusnya lebih dibangun sebanyak mungkin, kan ya karena jumlah rumah yang didapat pasti lebih banyak. Tapi ya emang harus vertical housing yang affordable buat golong mid-low. Secara sekarang ini banyak yang dibangun itu yang hig-end punya. Jadi, bikin deh pak, sebanyak mungkin rumah-rumah vertikal itu. Kan juga kalau lahannya habis dipakai untuk yang perumahan vertikal, mereka udah nggak punya pilihan lain untuk tinggal. Lah tinggal dimanapun, ketemunya flat semua. 
  • Jangan lupa dipikirin ya, pak. Yang perlu dibangun itu adalah mental orang/warga untuk tinggal di flat itu sendiri. Nggak mudah lho pak, menyesuaikan habit yang biasanya hidup di landed housing, trus pindah ke vertical housing. Apalagi ya pak, itu yang tinggalnya di pinggiran kali. Yang bener-bener kalo buang sampah tinggal cemplang cemplung ke sungai. Jangan kaget juga pak, yang biasa buang air besar harus jongkok di pinggir kali, kalo pindah ke flat, nggak bakalan ada tuh pak, yang namanya jamban.Tugas berat ini pak. Soalnya harus merubah karakter orang dan membangun mental. Kalo bangun gedung mah, ya cingcai, pak. Tapi kalo mengedukasi orang? Nah... mana lah pulak itu karakter udah terbentuk puluhan tahun? Sudah mendarah daging pan? 
  • Maksudnya orang kaya disuruh tinggal di luar Jakarta itu gimana ya pak Ahok? Yang masuk ke dalam golongan kaya dan nggak kaya, gimana pak? Justifikasinya, ya pak, jangan lupita ya pak...
  • Mengenai orang kaya disuruh tinggal di luar Jakarta, karena mereka punya kendaraan, gimana pak? Lah trus yang orang kaya mau ke kota, kalo kerjaannya di Jakarta, gimana? Apalagi kalo transportasi massalnya nggak dibenahin? Mana bisa pak? Ya sama juga boong donk, om ganteeeng. Justru kan ya, itu yang mau dihindarin adalah penggunaan mobil-mobil pribadi. Terus kalao mereka emang punya rumahnya di Jakarta, gimana? Suruh pindah ke sub-urban gitu? Apa gimana konsepnya, pak? *gayanya kek yang iye-iye aja*
  • Mengenai penjualan harga bensin, ga usah muluk-muluk sih. Ya selagi transportasi massal itu senyaman MRT di Singapur, harga bensin Rp 20,000/liter ya monggo aja. No worries itu sih. Saya sendiri seneng pak, nge-MRT di Singapur. Bensin disana mahal, taxi ya jadinya mahal banget. Mending pake bus dah, MRT paling cucok.


3. Program Kesejahteraan Masyarakat

Jokowi akan membeli banyak tanah di kawasan kumuh karena ingin melakukan bedah kampung. Skema bedah kampung terdiri dari 60 persen bangunan, dan 40 persen ruang terbuka hijau.

"Nah, di sini daerah basah akan dijadikan situ. Sementara daerah kering akan dijadikan taman terbuka hijau. Ini akan menjadi solusi kami untuk mengurangi polusi di daerah Jakarta," kata Ahok.

Menurut dia, Gelanggang Olah Raga (GOR) seharusnya digratiskan.
"Jadi tidak boleh ada biaya masuk, PKL juga bisa masuk ke dalam GOR secara gratis. Jadi pungutan-pungutan yang dulu itu tidak ada lagi," kata dia.

Mengenai yang satu ini :
  • Setuju pak, setuju banget. Bikin lahan terbuka untuk umum. Sekarang lahan/taman terbuka masih sangat kurang. Walaupun ada, tapi jarang banget. Barito punya Taman Ayodia, Slipi punya Taman Cattelya, nah yang lainnya saya belum tau. Bikin ruang terbuka yang banyak, pak. Jadi nggak perlu wisata ke mall tiap weekend. Pengen banget nikmatin fasilitas umum yang model begini kalo akhir pekan. Tapi ada side-effect nya nggak ya? Kalo ruang terbuka banyak, weekend di mall pasti jadi sepi degh. Wkwkwkw, bisa-bisa dimusuhin sama Asosiasi Pengelola Mall inih ceritanya mah...
  • Kalau emang jadi dibangun banyak ruang terbuka hijau di Jakarta, yang nggak kalah pentingnya itu adalah gimana membangun karakter orang Jakarta, pak (lagi-lagi karakter manusia). Misalnya : kalo yang namanya fasilitas umum itu nggak boleh dirusak. Penggunaan fasilitas umum harus dijaga juga kebersihannya. Jadi, nggak ada deh tuh sampah-sampah berserakan lagi. Lah ini kan sekarang masih suka pada buang sampah sembarangan. Jadinya geli gitu kalo pake fasumnya. Belum lagi yang suka pada ngehias-hias (baca : nempelin iklan, pilox-pilox tembok di sembarang tempat, and so on and so on).


4. Program Kesehatan

Jokowi mempunyai program puskesmas digratiskan dan rawat inap 24 jam. Kartu sehat dipergunakan apabila orang Jakarta sakit.

"Di rumah sakit kelas III harus diterima dan itu merupakan rujukan lewat puskesmas. Jadi puskesmas itu yang harus diperkuat untuk menerima semua orang yang memiliki kartu sehat itu. Kalau kelas III penuh, berarti pasiennya harus naik ke kelas II dan itu harus gratis," papar Ahok.

Menurut dia, supaya puskesmas itu tidak penuh maka konsep dokter mengunjungi rumah-rumah itu harus dilakukan. "Jadi dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) itu harus diturunkan ke masyarakat," ujarnya.

"Di sini, Pak Gubernur ingin masyarakat tidak menghabiskan uang untuk menunggu jadi puskesmas harus dibangun dekat rumah, biar mereka bisa pulang ke rumah dan ini juga dipikirkan oleh Pak Gubernur, puskesmas harus rawat inap 24 jam. Hal ini juga dapat menghemat biaya pengeluaran," lanjut Ahok.

Ahok mengatakan pihaknya sudah menandatangani MoU untuk mobil contoh yang akan keliling sekolah-sekolah, khususnya SD untuk menambal gigi murid-murid yang rusak. "Kami ingin puskesmas di kecamatan dan kelurahan harus ada CCTV," kata dia.  

Pandangan saya sih mengenai ini adalah : 
  • Alhamdulillah, dikasi fasilitas gratis buat pelayanan kesehatan. Bermanfaat banget pastinya buat yang membutuhkan. Kalo saya sendiri sebenernya mau banget berobat ke puskesmas. Tapi yaaa, etapinyaaa... Hedeeeh, males banget kalo puskesmas. Secara nggak semua puskesmas buka 24 jam yang kaya klinik (eh tapi kalo nggak salah Puskesmas Kecamatan emang udah 24 jam bukanya sih ya). Terus kadang antriannya lambreta abis, nek. Jadilah urungkan niat ke Puskesmas. Bayar deh pak, mendingan daripada antrinya lama.
  • Mudah-mudahan ya pak, pelayanan kesehatan meningkat. Artinya bukan dari segi gratisan biaya aja. Tapi juga pelayanan pegawainya logh. Misalnya, kalo ngelayanin orang itu jangan pake cemberut. Trus jangan suka nyusahin orang dengan sistem birokrasi yang nggak jelas. Percaya deh, jaman gini, yang namanya kalo udah pake fasilitas negara pasti ujung-ujung rempong bin ribet. Nyokap bokap saya sampe males pake ASKESnya. Padahal selama bapak dinas, entah berapa puluhan juta yang disetor ke ASKES (lha pan tiap bulan dipotong, pan?) Tapi pelayanan yang didapat, apaaa? Kebayang degh ya, pake ASKES : berobatnya jam 10.00 pagi, tapi baru bisa ngambil obat jam 16.00. Itu masih mending. Ada juga yang disuruh balik lagi besokannya, karena obatnya nggak ada. Lah dia kata rumah kita ada di RS itu juga kali?! Eh belum lagi ya pak, cuma gara-gara ngga ada cap dari dokter itu harus balik lagi ngurus ke dokternya, entah apa lah itu namanya. Huh banget pak, capek hati makan bathin (eh kabalik : capek bathin makan hati) urusan sama pelayanan kesehatan di Jakarta ini. Macam kita nigh pengemis dibuatnya. 
  • Yah kalo masalah cctv sih sebenernya masih belum urgent, pak. Yang penting itu niatan orang-orangnya dulu, yang memang bekerja ikhlas untuk melayani masyarakat. Secara emang mereka juga sebenernya dibayar untuk melayani masyarakat. Ngeluh gaji kecil? Ya jangan kerja disitu lah, cari aja kerjaan di swasta yang gajinya gede. As simple as it, kan? 
Nah, pak Jokowi dan pak Ahok... semoga ini bacaan bisa menjadi salah satu yang bapak pikirkan juga ya pak. Namapun dari jeritan hati rakyat. 

Ehm, tapi pak, yang harus dikebut tuh ya pak, masih kurang lho, pak. Yaitu masalah transportasi massal pak.  Itu krusial banget loh, pak. Kapan ya, Jakarta punya transportasi massal yang nyaman itu? Sehingga yang namanya macet itu jadi berkurang dan berkurang sekali. Nah, menurut saya lagi nih, pak. Sebenernya kalo sistem transportasi terintegrasi dengan sistem perumahan, itu bakalan jadi satu kombinasi yang luar biasa pak. Jadi, bangunnya jangan sendiri-sendiri gitu loh, pak. Kaya' yang sekarang ini kan, dimana sistem perumahan berjalan sendiri, sistem transportasinya... mmm... kagak jalan! Ya kumplit lah, silahkan menikmati.

Cukup sekian dan terima curhat dari saya....

10.17.2012

CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI


Assalamualaikuuum…

Walaaah, udah lama nggak update blog. Udah 2 minggu ajah gitu loh. Secara minggu kemaren lagi padat karya alias banyak yang dikerjain. Ditambah lagi nggak ada idea yang menantang untuk di update di blog. Bersyukurlah, minggu kemaren saya ada acara. Balik lagi ke kampus (bukan buat kuliah yeah…) karena ada undangan dari para dosen disana. Jadi, karena itu saya punya cerita.

Nah, sesuai dengan judul diatas, marilah baca cuat cuitan saya ini. Ini bukan curhat atau berbagi pengalaman, ya. Tapi kali ini adalah pandangan dan penilaian saya. Saya, bukan orang lain pastinya (secara juga emang ini blog saya gitu loh!).

Jadi, acara kampus minggu kemaren itu cerita lagi ada jumpa alumni dengan mahasiswa baru angkatan 2011 dan 2012. Tujuan acara itu, nggak jauh dari sumbang saran dan pengalaman dari alumni yang sudah lewat masa perkuliahannya. Jadi, diharapkan dengan adanya sharing dari pengalaman alumni, itu adik-adik yang baru masuk kuliah, bisa serius kuliahnya dan lulus tepat waktu. Yah, secara emang nggak ragu lagi, tiap angkatan pasti ada aja yang DO, yang berhenti, sampe kadang kena pemutihan (bukan keputihan yah!).Entah karena suatu hal apa, pasti ada mahasiswa yang nggak sampe di garis finish itu kuliahnya. Tapi yang saya yakinin sih sebenernya memang mereka nggak mau itu kuliahnya nggak selesai. Yang saya yakinkan, pasti mereka pada sibuk nyari uang, truskeasikan dapet uang, jadi lupalah sama kuliahnya.

Etapi ya, kan saya di postingan kali ini bukan mau cerita tentang apa yang saya sharing kemaren di kampus itu yah. Huhuuuy, saya mau cerita yang itu tadi lho, tentang Cinta Lama Bersemi Kembali… *senyum manis*

Jadi begini…

Kebanyakan orang (termasuk saya pastinya *jujur*) semasa di perkuliahan itu punya pacar. Ya, setidaknya gebetan gitu loh. Kalo mungkin di survey, pasti setidaknya 60% dari mereka punya pacar yang sekampus bahkan bisa sejurusan, yang lucunya lagi, sekelas semasa di perkuliahan. Mau itu antara senior dengan junior, mau itu sesama angkatan, pokoknya ada lah… Sisanya, pacarnya nggak sekampus. Sisanya lagi, nggak pacaran.

Nah, pas sesi perkenalan kemaren itu, ada beberapa senior saya yang ternyata mereka menikah dengan pasangannya dari semasa perkuliahan itu lho. Wooowww (tanpa koprol pastinya) banget kan? Perjalanan cinta mereka itu loh, sampe ke jenjang pernikahan. Nggak sampe pernikahan semata, tapi sampe punya anak, dan bahkan anaknya udah 2 gitu.

Okey. Buat yang melanjutkan hubungan itu, nggak masalah ya. Pasti mereka bisa dikatakan happy ending. Nah, buat yang macam saya ini (yang nggak nikah sama pacar waktu di kampus), yang kalo balik ke kampus suka teringat masa lalu, gimaneee? Gimana gimane maksudnye? Et dah, gini loh. Kalo ketemu orang yang pernah deket sama kita, gitu… Apa nggak dag dig dug ser? Apa nggak salah tingkah? Apa nggak pengen kabur? Apa malah takut sama bini/laki karena dilarang ketemu atau berhubungan(komunikasi) sama mantan karena takut CLBK (cinta lama bersemi kembali)?

Pertanyaan sementara : Emang kemaren mantan saya datang gitu? Hehehe, nggak sih padahal. Ini hanya pengandaian saya lho.

Hmmm, gini ya, ada beberapa orang lho, yang emang males ketemu sama mantannya. Secara katanya takut CLBK, atau takut teringat masa lalu lagi. Tapi buat saya pribadi sih, harusnya nggak perlu juga menghindar dari yang namanya mantan. Nama pun mantan. Sudah berlalu. Yang udah ya udah. Secara kita juga udah menikah, udah punya suami, udah punya anak, udah punya keluarga. Buat apa menghindar dari yang namanya mantan? Dan mereka pun hamper dapat dipastikan punya kehidupan mereka sendiri. Sudah menikah, sudah punya anak, dan hidup bahagia bersama keluarganya.

Happy Family

Pandangan saya, komunikasi itu kan bagian dari silaturahmi. Jadi, nggak perlu juga menghindar dari yang namanya mantan (mau itu disuruh pasangan kita atau mungkin kemauan sendiri). Ya, kalo namanya silaturahmi, ya berarti hanya sekedar menjalin silaturahmi yah, nggak pake embel-embel lainnya. Apalagi kalo sampe mau main genit-genitan, nginget-nginget masa lalu, sampe kencan apalagi. Hajar aja yang model beginian maaahh… Yakin aja sih, kalo emang kita teguh kukuh berlapis baja akan kesetiaan, yang namanya CLBK itu nggak ada.

Ehm, pernah denger cerita sih, ada temen saya yang nggak berani dating ke acara reuni kita, karena takut mantannya datang. Lah terus kalo mantannya datang, kenapa? Kan mantan pacarnya dia bukan mantan temen kita? Anggep aja temen gitu loh. Toh juga mantannya juga udah punya keluarga sendiri dan bahagia pula. Eh kok jadi malah ngehindar gitu, yah? Memutus tali silaturahmi? Sayang banget kan? Udah lah gitu, ternyata mantannya nggak datang. Rugi kan jadinya nggak ketemu temen-temen? Orang kita pada haha hihihi ketawa ketiwi, dia malah nggak ikut.

Finally, saya saih masih nganggep ya, mantan itu cuma bagian masa lalu kita. Masa lalu adalah masa lalu yang nggak perlu dibawa-bawa ke masa kini. Kecuali ya, kalo mantannya itu punya utang Rp 5 milyard dan kita masih nggak ikhlas itu duit nggak dibalikin. Tagih itu mah… Kejaaaar.

Hehehehe, intinya sih ya, kalo kita nggak macem-macem, nggak perlu takut sama CLBK. 

10.09.2012

HUT TNI ke 67 - PAMERAN ALUTSISTA 2012


05 Oktober – itu hari ABRI (jadul). Kalo sekarang ya bilangnya hari TNI. Mau apapun namanya, terserah, tapi isinya tetap yang pak dan ibu tentara berseragam loreng-loreng lah (kecuali kalo mereka lagi PDH dan PDU yeah). Seperti bapak saya (walaupun sekarang sudah pensiuuun). Dan sebagai anak tentara, saya masih menghormati korps bapak saya. Secaraaa…, saya kan dikasih makan, disekolahin dan dihidupin dari pekerjaan bapak saya. Tetap donk, saya respectful sama korps yang satu itu.

Tahun lalu, dalam rangka memperingati HUT TNI, saya sempat posting blog ini. Yah, sekedar berbagi cerita aja sih. Nah, HUT TNI kali ini, saya mau berbagi gambar. Hahaha, aseli nggak modal banget yah? Tapi ya sah-sah aja donk kan ya? Kan saya bebas mau ngapain aja di blog saya. Eh, tapi ya, berbagi informasi baik itu sedekah lho. Makanya nih, saya mau sedekah dengan berbagi foto-foto.

Jadi, ceritanya tuh, tahun ini TNI Republik Indonesia memperingati HUT-nya salah satu acara adalah dengan mengadakan pameran alutsista (stands for Alat Utama Sistem Senjata). Jadi, isi pamerannya adalah menampilkan peralatan-peralatannya yang dipake sama TNI lah pokoknya. Tau sendiri, peralatan gitu nggak akan kita lihat kalo nggak masuk ke markas atau tempat latihan TNI. Alat begituan kan ya…, selain mahal juga berbahaya. Makanya nggak bisa sembarangan kita ngelihatnya. Nah, kebetulan deh, tahun ini TNI Republik Indonesia ngadain pameran itu. Jadi bisa lihat lah, kita yang awam ini.

Kalo katanya Bapak KASAD sih, pameran ini dibuat untuk mengenalkan kepada masyarakat luas, apa itu alutsista. Secara, alutsista itu kan dibelinya pake dana wakyat melalui APBN. Jadi nggak ada salahnya ya, memperkenalkan kepada masyarakat. Setuju sih, sama pak Edhie Wibowo. Semoga ya pak, alat-alat yang udah dibeli itu, dipergunakan dengan baik, dijaga. Pokoknya buat ngelindungi NKRI ini, pak... 

Pameran ini diadakan di Silang Monas, tanggal 6-8 November 2012. Saya pergi kesana tanggal 6-nya, pas buka hari pertama. Ajak Nares juga lho, malah sempet-sempetin makein baju army-nya Nares (belinya sih udah lama). 

Ini dia hasil laporan saya liat pameran kemaren:














Nah, kira-kira demikianlah bagi-bagi foto saya kemaren pas liat pameran alutsista di Monas. Sayang, nggak banyak yang bisa dilihat. Soalnya panas banget (pas jam 11.00 siang kesananya). Udah gitu emang rame pula pengunjungnya. Sepertinya antusias masyarakat untuk melihat pameran alutsista ini cukup tinggi. Ehm, atau mungkin karena masuknya gratis juga ya? Kan masyarakat Jakarta kekurangan tempat hiburan, jadinya yang begininan ya diserbu (seperti saya ini lah...). 

Ada beberapa stand juga disana, kaya' pameran gambar dan foto. Tapi beneran, kita nggak bisa masuk. Di dalamnya rame dan padat. Walaupun pake AC, tapi ya karena desak-desakan di dalam tenda, jadinya ya males degh. 

Mudah-mudahan tahun depan TNI bikin lagi acara yang model begini. Pelajaran buat saya : kalo mau nonton pameran, mendingan sore-sore aja, biar nggak panas.

Sekian dan terima alutsista. 
Sukses buat TNI RI dalam mengemban tugasnya.

10.03.2012

NARES TOILET TRAINING

Pengen cerita banget tentang toilet trainingnya Nares. Intinya ini cerita saya bagi-bagi karena saya cukup ketakutan (diawal proses) walaupun jadi cukup senang (diakhirnya) sama yang namanya toilet training. Hmmm, kalo bahasa Indonesia-nya toilet training apa? Yah, intinya ngajarin anak kecil (bukan bayi) untuk nggak pipis dan pupup sembarangan lagi. Sembarangan itu maksudnya ya, bukan di toilet. Secara kan ya, harusnya itu memang pup dan pipis harus di toilet, kan? 

Pada awalnya, saya bener-bener sempet ketakutan, gimana untuk urusan yang satu itu. Ketakutan kalo Nares sampe di umur yang sudah seharusnya bisa pipis dan pup di toilet, malah belum bisa. Malu kan ya, masa’ udah besar masih pis dan pup di celana? Atau diapers pun sekalian. Nope. Saya sendiri pengen Nares bisa pis dan pup di toilet sebagaimana nantinya dia harus begitu. Ehm ketakutan saya itu sempat saya sharing juga lho di FB saya. Ada beberapa temen yang sharing untungnya. Sayang banget, saya cari history-nya malah nggak ada. Yah pada intinya sih mereka kasih advice gimana cara ngelatih bocah biar nggak pipis di celana lagi.

Lagi pengen ngilmu, akhirnya saya baca deh tuh, artikel yang dikirimin sama si babycenter.com tentang toilet training si bocah. Monggo dilanjut di link-nya punya babycenter.com

Selain ngilmu dari babycenter, saya ngilmu juga sama nekwannya Nares (ibu saya). Ilmu si ibu mengenai toilet training ini adalah:
1-      Mulai umur 1 tahun coba mulai diomongin, kalo pipis dan pupup itu tempatnya di toilet. “Bisa dibaca kok, dari raut mukanya. Pasti beda”, gitu katanya.
2-      Setiap 1 jam harus dibawa ke toilet, biarkan dia pipis di toilet.
3-      Sebelum bobok, bawa ke toilet, pipis sebelum bobok.
4-      Nggak usah pake diapers kalo nggak pergi.
5-      Rajin-rajin degh liatin si anak. Kalo dia aneh-aneh yang diem gitu, biasanya pupup tuh. Kalo udah ada tanda itu, cepet bawa anak ke toilet.

Kira-kira begitu ilmu dari si ibu yang pastinya sudah berpengalaman nanganin toilet training kepada 3 orang anaknya.

Mulailah saya mempraktekkan ilmu-ilmu yang diwariskan kepada saya. Kalo untuk lepas diapers sih, emang udah biasa. Nares kan emang pake diapers kalo malem aja. Jadi, seharian siang itu ya pake celana biasa. Nah, untungnya emang kalo pake celana gitu, jadi kita harus rajin merhatiin si anak. Secara nyuci celana itu juga males, makanya saya pikir pasti lebih baik si bocah jangan pipis di celana. Jadinya kan celana bisa dipake lagi. Ahahay, dasar mamak malas.

Mimik muka Nares lagi e'ek
Karena keseharian saya bekerja di luar rumah, jadilah saya menginstruksikan kepada si mbak pengasuh, untuk ngajak Nares tiap 1 jam ke toilet untuk pipis. Kalau tanda-tanda mau pup, harus cepat bawa ke toilet. Toh juga kalo Nares pup di celana, kan yang repot kita. Harus mbersihin, harus beres-beres. Mendingan pup di toilet, plung plung plung, cebok, cuci sabun, kelar deh pake celana lagi. Untung banget, si mba’ yang di rumah mentaati perintah yang saya berikan. Haiyalah, secara saya boss mereka gitu lho.

Well now, Nares sudah 19 bulan (10 hari lagi malah 20bulan) sudah bisa pipis dan pupup di toilet. Alhamdulillah, di usia Nares 18 bulan itu, dia udah lancar pup di toilet. Kalo pipis, kadang masih suka kecolongan sih. Tapi ya jarang banget. Belum tentu sehari sekali juga. Cukup lah, untuk anak umur segitu. Tapi kalo pup, Alhamdulillah udah nggak pernah kecolongan.

Pernah lho, suatu saat kita lagi makan di luar, trus Nares bilang, “e’ek… e’ek…”. Saya bilang, “yaudah degh, e’ek di diapers aja dulu ya… Kita kan lagi makan…” Tapi ya bukannya Nares e’ek, yang ada Nares malah ribet, rempong bin gelisah. Ngamuk gitu dia. Akhirnya saya angkat dia ke toilet (untung toiletnya bersih banget), dan disitu dia bisa pupup dengan lancarnya. Langsung gelisahnya hilang lho. Makannya pun bisa dilanjut lagi.

Eh iya, sempet juga sih, baca artikel di kompas.com kalo toilet training terlalu dini itu ada resikonya. Katanya sih bisa melukai kantung kemihnya si bocah. Coba degh baca artikelnya di sini.

Untuk saya sendiri sih nggak maksain kalo Nares di umurnya berapa harus sudah bisa minta pis atau pup di toilet. Tapi kan, yang namanya usaha untuk belajar harus tetap ada kan ya? Urusan berhasilnya kapan ya urusan nanti dooonk. Bukan gitu bukaaaaan…? Buat readers yang lagi cari-cari info tentang toilet training buat si toddler, semoga sharing cuat cuit saya ini berguna ya. Nama pun sharing, jadi ya seadanya aja yang saya lakukan… 

9.24.2012

PASAR GEMBRONG, PASAR MAINAN BOCAH


Pemirsa pembaca yang budiman dan budiwati… (nah lho, kesambet apaan nih yang nulis?). Tau donk, yang namanya mainan? Yak. Mainan. Itu loh yang buat anak-anak. Ehm, tapi sekarang sih orang gede juga pada punya mainan kok. Nggak hanya anak kecil yang punya mainan. Beda aja jenisnya antara mainan orang gede dan anak kecil. Paling ya sih beda harga lah. Kali ini, saya sih mau cerita tentang mainan anak kecil. Tepatnya mau cerita tentang pasar yang jualannya khusus mainan anak-anak. Namanya Pasar Gembrong, adanya di daerah Jakarta Timur.

Awal mula kenal Pasar Gembrong itu karena 3 tahun lalu, semenjak saya jadi bagian anggota keluarga pak suami, dimana kalo lebaran kita pasti ngunjungi ke rumah saudara kita yang paling sepuh. Nah, kebetulan rumah kerabat itu adanya di Klender. Kalo mau ke Klender ini, kita pasti nglewatin si pasar Gembrong ini. Lebaran pasti rame banget dah, sampe bikin macet. Tingak tinguk dari kaca mobil, ternyata pasar jual mainan toh. Boneka segede bagong tuh yang pada dipajang disini. Aseli, sebelumnya saya nggak pernah tau, kalo ada pasar khusus jualan mainan di sini. Yang saya tau ya beli mainan ya di mall. Beruntunglah saya jadi tau Pasar Gembrong.

Jadi, ceritanya itu pengen beli mainan Nares yang ride-on itu (udah 2 bulan belum kesampean melulu). Kemaren udah nyari-nyari online, terus ke baby shop, belum nemu yang pas (selalu ada ketidakcocokan antara harga dan model). Akhirnya saya dan pak suami iseng pengen nyobain ke Pasar Gembrong. Jauh sih, tapi ya namanya aja nyobain. Berangkatlah kita. Cuss ke Pasar Gembrong.

Lokasi Pasar Gembrong ini berada di Jl. Jend. Basuki Rachmat. Pokoknya, kalo dari Slipi, ambil kea rah Kasablanka, trus arah Tebet, lanjut Kampung Melayu dan sampailah Pasar Gembrong setelah under pass Kampung Melayu. Liat peta ini degh ya, biar lebih jelas.

Lokasi Pasar Gembrong (google maps)

Buat yang ke Pasar Gembrong pake mobil pribadi, parkirnya bisa setelah di puteran balik setelah underpass Kampung Melayu itu. Tempat parkirnya lebih banyak. Kalo di sisi kiri jalan, agak susah, soalnya udah penuh sama yang dagang. Belum lagi motor. Belum lagi orang jalan. Pokoknya rame. Kalo yang sebelah kanan jalan, masih mendingan degh. Setelah sampe di TKP, parkir, dan jangan lupa kunci stang yah. Namapun buat pengaman.

Sampe di sana, kita lihat-lihat di yang sebelah kanan jalan (deret tempat kita parkir). Tokonya cukup bersih. Mainannya banyak, tapi ride-on yang kita cari bentuknya mobil banget. Kaya’ mobil hummer gitu. Lah, kasiyan amat Nares dibeliin yang begituan. Kek cowok donk? Jangan akh, kasiyan. Nah, ada lagi yang model ride-on tapi bukan ride-on. Dia bentuknya kuda. Bisa jalan, tapi bisa juga jadi kaya ayunan gitu. Yang itu lucu juga, tapi kok warnanya hitam? Harganya sih nggak mahal, sekitar Rp 160,000 (itu belum ditawar). Yah, kita puter-puter dulu degh, kali-kali aja dapet yang lebih murah. Lanjouth…

Pasar Gembrong sisi kiri
Pasar Gembrong sisi kanan

Akhirnya kita nyebrang degh tuh, ke arah yang sisi kiri jalan, yang lebih rame. Untuk nyebrang ini nggak perlu takut, soalnya ada jembatan penyeberangan. Jembatannya juga masih bagus, bersih. Cuma ya nggak ada atapnya, jadi panas gitu loh. Pas sampe di bawah, ternyata emang bener. Yang di sisi kiri aja ini lebih rame dibanding yang tempat saya parkir. Jumlah toko lebih banyak, jumlah barang juga banyak, yang beli juga bejibun, apalagi yang parkir. Pokoknya ruameee.

Banyak banget gile aja yang dijual disini. Mainan bocah yang pasti itu komplit banget. Buat cowok ya ada mobil-mobilan, pistol-pistolan, tau degh apalagi tuh namanya. Buat yang cewe pun nggak kalah komplitnya. Segala mainan peralatan dapur, peralatan dandan, sampe gerobak belanja dan papan tulis mainan juga ada. Buat bayi? Adaaa… Tenda-tenda gitu juga ada. Kolam renang plastik yang ditiup? Ada juga. Pokoknya lengkap lah. Bola-bola yang buat mandi bola juga banyak tuh. Nah, kalo yang agak beda yang dijual itu adalah korek api, yang bentuknya senjata, sama sepeda. Lucu banget degh. Eh iya, tau nggak, burung dan anak ayam yang di cat warna warni itu juga ada loh. Dikandangin gitu mereka. Warna pink, hijau, kuning, biru. Hahaha, lucu! Oia, karpet busa yang puzzle itu juga ada disini. Iyh jangankan itu, aksesoris Barbie (kw) juga juga. Komplit banget lho, mulai dari sepatu, kacamata, bando, tas, pokoknya semuanya lah. Ada di marih. Yang penting bawa duit, selesai perkara.

Tumpukan mainan
Mainan semua

Perlahan menyusuri toko satu persatu. Liat sana sini sana sini. Tawar-menawar sempat dilakukan lho. Tapi mba dan mas disana cukup baik kok. Kalo kita nawar agak “nginjek” paling jawabnya, “belum dapet bu…”. Yang sempet saya tawar tuh ya, ini nih barangnya:

Kuda-kudaan
Nawarinnya Rp 175,000. Ditawar Rp 150,000. Ternyata ada yang beli seharga Rp 140,000 saja. Ternyata setelah liat di web, harganya Rp 190,000. Tapi di sini pilihan warnanya banyak banget. Ada yang kuning, merah, biru. Udah gitu selain kuda, ada yang bentuk gajah, bebek, kelinci, dan kucing. Yang bentuk gajah agak mahal, Rp 200,000 nggak mau kurang. Eduuun, mahal banget.

Kuda plastik (pic taken from here)

Ride-on Mobil 1 merk Family
Nawarinnya Rp 170,000. Ditawar Rp 130,000 nggak dikasih. Ada toko ngasih harga paling rendah Rp 150,000. Tapi barangnya udah nggak begitu bagus, soalnya warnanya pudar (sering kejemur matahari kaya’nya). Ngeliat di web salah satu toko mainan, ini barangnya dijual seharga Rp 165,000.

Ride-on Family 1 (pic taken from tokosarana.com)

Ride-on Mobil 2merk Family
Nawarinnya Rp 225,000. Ditawar Rp 175,000, nggak dikasih. Mintanya di Rp 190,000. Tapi udah dikasih baterainya buat bunyi-bunyi itu mainan. Yah, setelah check di web, ternyata harganya Rp 200,000.
Ride-on Family 2 (pic taken from tokosarana.com)

Sembari jalan menyusuri lorong, kita sempet tingak tinguk kesana kemari lho kita, dan sampe tau, ternyata dibawahnya ada pasar basah jual sayur juga. Hahaha, gatel juga rasanya pengen turun. Tapi ya males degh, kan tujuan utamanya mau cari mainan Nares. Lanjuuut perjalanan mencari ride-on. Nah, semakin menjauh jalan, toko mainan semakin sedikit. Tapi yang banyak itu adalah aksesoris-aksesoris anak perempuan. Kaya bando, jepit rambut, ikat rambut, kotak pensil, yang gitu-gitu degh. Akhirnya kita putuskan untuk balik arah. Soalnya jalannya semakin sempit pulak. Mana panas pulak.

Lorong Pasar Gembrong

Balik arah.

Sambil iseng ngebahas apa yang mau dibeli, jajan es sari tebu sama pak suami. Seplastik harganya Rp 4,000. Enak juga, panas-panas minum sari tebu. Xixixi. Cuma ya lucu, pas mau buang sampah, saya tanya sama pak suami, “pak, tong sampah mana, ini mau buang dimana sampah plastiknya?”. Kata pak suami, “Disini tong sampahnya segede bagong, bu. Nih, ini semua tong sampah. Bisa buang dimana aja sesuka ibu”. Astagaaa…

Done. Selesai minum sari tebu, kita putuskan untuk beli yang Ride-on mobil 2. Udah nggak bisa kurang lagi harganya Rp 190,000. Bungkus degh. Udah capek juga, udah juga pengen ke tujuan berikutnya. Yang penting untuk Nares udah dapet.

Nah, buat yang mau belanja mainan ke Pasar Gembrong, mungkin ini sedikit tips dari saya kalau mau kesana:
Datang pagi lebih baik. Soalnya belum panas, belum ramai banget juga. Jadi setidaknya masih enak suasana cari-cari barangnya.
Survey harga sebelum belanja. Harga disini pake kudu ditawar. Kalo kita jago nawar, bisa dikasih. Kalo nggak, setidaknya kita tau harga online shop berapa. Tapi setelah saya perhatikan, barang-barang disini ya nawarnya nggak bisa sadis-sadis banget lho. Soalnya emang harganya udah terbilang cukup murah. Setidaknya jangan sampai kita dibohongin aja. Ngenes kan?
Nggak usah bawa anak. Yups bener, aseli degh, kalo kesini mendingan nggak usah bawa anak. Panas, sumuk, gerah. Kasiyan kalo bawa anak, pasti bisa cranky. Padahal kan ya, mau beli mainan, tapi kalo dia cranky, kita-kita juga yang pusing. Kecuali kalo anaknya udah umur 8 tahunan, masih mending lah. Kasiyan, kemaren liat bocah 2 tahun basah kuyup, udah rewel pula.
Bawa duit cash. Heheh, aseli namanya juga toko tradisional. Jadi ya pastinya bawa duit cash lah, ketimbang kartu-kartu. Ehm, tapi ada tuh satu toko yang punya mesin debit. Tapi Cuma satu toko lho, dan belum tentu juga kita belanja di situ.
Beli sekalian yang banyak. Mumpung kesini, silahkan belanja mainan yang banyak. Mungkin aja buat kado ulang tahun temen bocah yang suka pada ngundang-ngundang tuh. Daripada beli cuma sebiji (kaya saya), mending sekalian beli mainan yang banyak dah. Jadi nggak rugi di ongkos. Kan lumayan uang bensinnya kalo jauh dari rumah.
Uang parkir. Buat yang bawa mobil, uang parkirnya kasih yang standard aja dulu. Rp 2,000. Soalnya nanti dia minta dilebihin lagi pas kita kasih. Kalo kita kasih Rp 2,000, ntar ditagih Rp 1,000 lagi. Lah kalo udah Rp 3,000, kan jadi harus ngeluarin Rp 4,000 toh? *Dasar ibu-ibu!

Nah, sekian laporan singkat dari Pasar Gembrong. Silahkan hunting…Yang ini gambar hasil hunting saya :)
Cuss pulang ke parkiran

Nambah dikit donk. Di Pasar gembrong ini juga ada beberapa yang jual karpet. Kata pak suami, disini harga karpetnya lumayan murah.
Yang jualan karpet

9.21.2012

PILKADA DKI JAKARTA 2012

Pilkada DKI 2012 (pic from here)


Kamis, 20 September 2012 tepat di hari Pilkada DKI untuk putaran yang kedua. Yoi, buat Warga Negara Indonesia yang punya KTP DKI, silahkan pilih jagoannya. Putaran pertama waktu itu jatuhnya tanggal 11 Juli 2012 hari Rabu. Kok bisa sampe 2 putaran, ya iya lah, yang putaran pertama, suara terpilih nggak sampe 50,1%, maka dari itu diadakan putaran kedua. Suara terpilih terbanyak, Bang Foke dan Mas Jokowi bisa masuk ke babak putaran kedua. Padahal sih, yang putaran pertama itu yah, cukup banyak calonnya. Sampe 6 pilihan gitu loh. Yah, kalo udah banyak gitu sih ya, pilihan kepecah-pecah pastinya. 

Awalnya sih, saya pro sama seseorang calon. Saya melihat (atau feeling?) si bapak itu mampu untuk memimpin Jakarta. Background edukasi dan profesinya sih sudah menunjang. Tapi ya kan dia juga butuh pendamping dan dukungan semua pihak. Jadi, kalo kerja sendiri juga pastinya nggak bisa. Semuanya juga bakalan begitu degh kaya’nya. Seorang pemimpin, butuh bantuan dari semua pihak, kan? Ya dari wakilnya, dari pekerjanya, dari warganya? 

Nah, kampanye di putaran 2 ini nggak segila kaya’ kampanye di putaran pertama. Mungkin karena orangnya sepi, alias ya tadi itu, cuma 2 pilihan. Jadi nggak serame yang pertama. Gila ya, putaran pertama itu kan yang spanduk, yang selebaran, yang di TV, yang di mana-mana dah. Rame banget. Nah, putaran yang kedua ini cuma beberapa aja yang keliatan. Lebih tepatnya kalo yang banyak spanduk/banner gitu sih ya teamnya Foke. Kalo Jokowi sendiri, nggak keliatan tuh, spanduknya. Bagus lah, jadi nggak ngotor-ngotorin. Pengen banget saya, Jakarta itu bersih, nggak ada spanduk/banner. 

Sampailah di saat yang ditunggu-tunggu, hari H. Hari pencoblosan. Dan seiring dengan berjalannya waktu, saya sendiri jadi nggak punya pilihan lagi. Bukan karena pilihan saya di putaran pertama gugur ya? Nggak sama sekali. Pilihan saya di putaran pertama, ikut masuk ke dalam putaran kedua. Harusnya sih, saya bisa konsisten untuk memilih jagoan saya yang saya pilih di putaran pertama. Tapi nggak tau kenapa, saya ilang feeling sama dia. Banyak pertimbangan-pertimbangan yang saya pikirkan atas sikap dia, ucapan-ucapan dia, dan sebagainya. Pokoknya saya jadi ilfil banget lah. Yah, tapi untuk memilih yang satu lagi, saya juga nggak pede. Dilihat dari segala sisi, saya menimbang dan menimbang, saya kok nggak sreg sama semuanya ya. Lah, jadi saya pilih yang mana donk? Ngga tau. Nggak punya pilihan bener-bener. Udah sempet konsultasi juga sih, sama pak suami, saya harus pilih yang mana? Tapi pak suami bener-bener nggak mau kasih pendapat. Pak suami sendiri nggak mau nyetanin saya untuk milih pilihan yang dia pilih. So, bismillah ajalah dengan pilihan saya. Tetep pede aja, walau galau tapi nggak golput la yau…

Hari pemilihan kemaren, saya di rumah aja, padahal libur. Nggak semangat mau pergi-pergi, soalnya pak suami masuk kantor. Padahal tuh ya, hari Rabunya saya udah semangat banget mau ke mall bawa Nares main di Wonderland Puri Indah. Tapi ternyata pak suami masuk kerja, tambah pula saya lagi periods, jadinya makin lah males semales-malesnya. Kesimpulannya : di rumah aja nonton quick count. 

Sore, kira-kira pukul 15.00, udah mulai keliatan, kubu Jokowi leading dengan prosentasenya 52,x%. Kubu Foke presentasenya 47,x%. Ya nggak terlalu signifikan sih, sebenernya. Beti bener yak? Tapi menang ya tetap menang toh? Kalah tetap kalah. Harus sportif itu, kan? Bersyukur banget saya, yang kalah sportif. Ehm, emang secara resmi Foke belum dinyatakan kalah. Tapi team Foke bilang, biasanya hasil quick count nggak beda jauh sama hasil resmi. Intinya, kalo saya liat di TL twitternya timses Foke, mereka mengakui kemenangan team Jokowi. Team Jokowi sendiri lagi suka cita menyambut kemenangan pilkada itu. Seneng juga saya, kekalahan ini nggak pake disambut sama keributan-keributan atau kerusuhan. Tau sendiri kan, team Foke itu didukung kuat sama ormas-ormas Betawi yang ganas bin gahar yang bikin saya suka sakit perut liat tingkah mereka? Salut deh pokoknya sama situasi ini.

Wohkey, pemenang sudah terlihat. Sekarang tinggal tagih janji aja ya. Jokowi dan Ahok punya banyak janji lho, waktu kampanye kemaren. Mulai dari yang program kesehatan, pendidikan, pelayanan public, dan lain sebagainya. Mudah-mudahan, janji dan program yang mereka ikrarkan bukan hanya sekedar ucapan belaka, bukan hanya sekedar bualan belaka (cih, bahasa eikeh ciyn… ga nahan!). Mudah-mudahan kekecewaan saya tidak terulang lagi seperti waktu jaman saya milih pak Beye. Aamiin… (eh kok malah curcol part 2)

Yaudahlah, nggak mau banyak cuit-cuit juga disini, secara ini cuma curhat-an biasa…. Sukses buat pak Jokowi dan Ahok. Buat bang Foke, makasih ya, udah kerja keras buat Jakarta. 

KURIKULUM SD KINI... JAHARA DEH...

Buat ibu-ibu yang selalu mendampingi anak-anaknya belajar, pasti paham banget kalau materi pelajaran sekarang ini berat sekali. Ehm, apa ja...

Popular Post