Showing posts with label Seputar Kota. Show all posts
Showing posts with label Seputar Kota. Show all posts

1.31.2019

LAMPUNG TRIP (dua)

Perjalanan ke Lampung di hari pertama, coba intip di sini  ya....

Hari kedua di Lampung, kita main ke pinggir pantai sajaaah... Nggak nyebrang ke pulau, gitu? Big no buat kita waktu itu. Musim kurang baik sepertinya, ada dengar berita kapal yang kena ombak besar. Umur dan nasib siapa yang tau sih emang ya, tapi kita waktu itu emang menghindarinya saja. Toh sebenernya, perjalanan liburan ke Lampung ini, kita cuma pengen nyobain nyebrang ke pulau Sumatera pakai mobil. Jadi, ban mobil kita sudah menyentuh pulau Sumatera. Hahahaaa, cetek banget emang ya, tujuannya.

Pilah pilih dari Jakarta, kita menuju Pantai Sari Ringgung. Sepertinya yang menjanjikan hanya pantai tersebut waktu itu. Tidak terlalu jauh juga dari penginapan - walaupun memang kota Lampung ini tidak besar, jadi ke mana juga dekat. Dari tempat penginapan ke pantai Sari Ringgung, ditempuh dengan 40 menit saja. Setelah sarapan sedikit, kita berangkat. Perjalanan asik-asik aja, jalanan bagus sekali. Sesekali ada lubang kecil - wajarlah. Tapi begitu masuk kawasan pantai, mulailah jalanan rusak. 

Masuk ke kawasan ini dikenakan biaya. Permobil hitungannya. Mobil kecil isi maksimal 5 orang, mobil sedang berkapasitas sampai dengan 7 orang, dan mobil besar serta bus. Mobil kita kena Rp 40.000 waktu itu. Tidak perduli berapa isi orang, yang penting per kendaraan dikenakan tarif segitu. Motor beda lagi tarifnya - nggak liat, hihihi... Jadi, kalau pakai mobil sedang isi 7 orang, ya cocok tuh murahnya. Nah, tapi walaupun masuk sini bayar, ternyata jalanannya nggak bagus ya. Nggak aspal sama sekali. Jadi, mobil ceper bin mapak, mendingan nggak usah coba-coba masuk sini ya...



Masuk kawasan, pose dokit ya ngajik-nya...

Gazebo Seratus Ribu Rupiah 😆

Yes - Foto Keluarga

Masuk kawasan, silahkan pilih tempat macam gazebo gitu. Banyak gazebo-gazebo yang bisa dipakai buat kita taro tas dan duduk-duduk. Bagus, bersih. Tapi jangan happy dulu, karena itu nggak gratis. Bayarnya bikin kita kaget karena buat kita, harga Rp 100.000 itu untuk sewa gazebo di tempat seperti itu ya muahal ya. Retribusinya ada kertasnya sih, tapi hanya selembar kertas copy-an yang siapa saja bisa bikin. Satu kata "yaudahlah..."

Cukup puas main di pantai ini, karena ada ayunan menjorok ke pantai yang kalau makin siang semakin itu ayunan tenggelam. Nah yang ini gratis. Pantainya cukup bersih dan cukup instagram-able lho... Waktu itu sih kita sampai di pantai Sari Ringgung ini jam 09.30 pagi, masih seru buat main ayunan. Begitu jam 11.00 udah susah lah mau main ayunan ini. Sudah mulai kerendam air laut dianya. Buat yang bawa anak-anak, jangan lupa bawa mainan serok ember yang buat di pasir ya... Seru banget.

Saatnya selesai mantai. Bersih-bersih ada di tempat bilas kok. Bayarnya per sekali masuk itu Rp 3.000. Nah, kalau bisa, sekalian mandi, sekalian buang air kecil/besar, jadi nggak keluar dua kali uangnya - harap maklum, ibu-ibu perhitungannya emang ekonomis sekali. Kondisi kamar bilas gimana? Sangat-sangat-sangat standard. Jelek sih nggak ya, tapi sebenernya nggak kerawat aja. Lumutan gitu.

Acara hari pertama selesai. Mau balik arah kota Lampung lagi. Kita udah makan siang tadi di pantai Sari Ringgung. Beli di sana? Nggak. Kita bawa donk. E tapi kalau mau jajan di pantai Sari Ringgung ada juga kok warung makan gitu. Kita mah bawa aja, tadi sebelum ke pantai, nemu rumah makan Padang nan universal, jadi bungkush aja. Makan deh di gazebo tadi. Nikmat deh.

Rencana jalan-jalan di hari kedua terpaksa dibatalkan, karena si kakak pertama sampai di penginapan mengalami jackpot hebat dan berkali-kali. Selesai deh pemirsa... Akhirnya pun kita makan malam di penginapan dan itu pun pesan online via aplikasi. Liburan dan sakit itu sesuatu ya... Nah, ternyata pun malamnya si kakak kedua demikian samanya dengan si kakak pertama; muntah-muntah... Baeklah... liburan jadi suster. Rencana meneruskan perjalanan ke Way Kambas pun kita coret. Next time aja...

Ini nih tempat kita menginap 2 malam di Lampung nemu di Airy Room - OKS lah



Hari ketiga ngapain donk? Kita pindah penginapan. Lebih mendekati ke Teluk Betung yang merupakan kota asli dari Bandar Lampung ini. Lokasinya lebih dekat ke pelabuhan. Buat saya yang pemerhati kota, seneng banget bisa menjelajah kota tua ini. Belajar sejarah dan oprak-oprek apa yang ada di kota lama Lampung ini.



Yang kita temukan di Teluk Betung ini... 


Masjid Tua di Teluk Betung - Masjid Jami' Al-Anwar.
Ini merupakan masjid tua yang ada di Bandar Lampung, Teluk Betung. Konon katanya ini mesjid dibangun oleh pengusaha dari pulau Sulawesi - suku Bugis. Emang sih ya, suku Bugis ini terkenal dengan kegigihannya menjelajah nusantara, berdagang dan menyebarkan agama Islam. Mesjid ini juga pernah rusak waktu meletusnya Gunung Krakatau tahun berapa itu (sebelum 1900an).

Masjid Jami' Al-Anwar


Vihara Thay Hin Bio.
Ini juga merupakan wihara yang tertua di Bandar Lampung. Lokasinya dekat sekali dengan tempat kita menginap di malam ketiga ini. Kita nggak bisa masuk, kebetulan waktu itu sudah sore. Jadi cuma tingak tinguk dari luar.

Vihara Thay Hin Bio


Toko Oleh-oleh Sari Rasa
Ini merupakan toko oleh-oleh di Bandar Lampung yang besar dan lengkap. Lokasinya tepat di depan Wihara Thay Hin Bio. Di depan toko oleh-oleh ini, ada yang jual durian lengkap dengan kursi dan meja untuk menikmati durian-durian itu. Saya nggak ikutan beli durian di sini. Pertama, males kalau makan durian diliatin sama orang-orang lalu lalang. Kedua, yang makan durian cuma saya sendiri. Solo karir, males deh...


Restoran Seafood Jumbo
Wah, kalau ke Bandar Lampung nggak nyobain makan di Jumbo Seafood ini, rasanya nggak afdol deh. Makanan laut-nya segar-segar semua. Harganya kalau untuk di Lampung mungkin emang agak mahal ya, tapi buat ukuran wisatawan dari Jakarta macam saya ini (shombhong... ) ya cingcai lah. Compare ke yang ada di Jakarta ya emang jauh laaaah..

Ikan Steam Bawangg Putih - therbhaiq dari Jumbo Seafood



Mie Lampung
Seru ini, nyobain makanan rakyat jelata. Mie. Yang terkenal emang Mie Lampung ini ya. Kita waktu itu makan di kamar hotel. Pertama, kita emang pesan kamar hotel tanpa breakfast karena mau kulineran. Kedua, si kakak dan si abang baru sehat lagi setelah drama muntah-muntah. Review-an lengkap bisa nemu di google deh ya. So far, mie ayam dan locupannya enak - harga agak mahal.

Locupan Mie Lampung 1


Toko Kopi Bola Dunia
Ini toko kopi cuma jual kopi bubuk dan biji lho ya, nggak bisa minum di tokonya. Semenjak jadi tukang ngopi, saya kalau jalan-jalan pasti nyari toko kopi deh... Kopi Bola Dunia ini katanya merupakan toko kopi tertua di Lampung. Yoi, kopi Lampung enak endeus lah...

Toko Kopi ya... bukan kedai kopi.


Mie Khodon
Nggak ke Lampung kalau nggak nyobain Mie Khodon. Mie-nya model Bakmi Jawa godok/goreng gitu. Yang bikin enak itu, karena mie-nya ditabur sama ebi. Juara banget pokoknya. Kalau mau makan mie ini, ya jangan malam ya, soalnya sore kadang udah abis gitu.

Mie Khodon - must try


Pasar Gudang Ikan
Ini saya emang rada kurang waras sepertinya. Hahaaa, liburan kok nyari pasar. Ew, tapi ini pasar pasti menggiurkan. Beneran, ikan yang dijual di sini itu ya, segar-segar banget. Gemes liatnya. Beli donk? Ya eyaaalah... kan bawa cooler box. Nekaaad emang. Namanya juga ibuk-ibuk, liat pasar mah bawaannya gatel belanja. E tapi di sini nggak cuma ikan, ada kerupuk, kue-kue, ya pokoknya pasar tradisional deh.

Pasar Gudang Ikan di pagi hari

Nah... last nih... but not least... Kalau ke Lampung, nggak boleh ninggalin yang namanya Bakso Soni Haji Son ya... The best! Ada beberapa cabang, tapi emang paling cetar yang di pusatnya. Di pusatnya Bakso Soni Haji Son ini, kita sekalian bisa beli bakso yang di plastikin untuk oleh-oleh. Ada daging juga, lho...

Di Bakso Son tapi lagi pada nggak enak body...


Selesai deeeeh... perjalanan liburan kita ke Lampung. Perdana ngetrip nyebrang pulau Jawa dengan mobil sendiri. So far, ini resume liburan ke Lampung menggunakan mobil sendiri:
- Nggak terlalu capek nyupir karena perjalanan diselingi oleh istirahat pas nyebrang Selat Sunda
- Perjalanan cukup nyaman karena jarak tempuh nggak terlalu jauh.
- Kalau mobilnya pake solar, pasti biayanya murah.
- Yang cukup jadi pertimbangan adalah biaya nyebrang Selat Sunda yang hampir Rp 800.000 PP.
- Harga makanan di Lampung nggak terlalu mahal, jadi ya nggak bikin kantong bolong.
- Sayangnya masih belum banyak tempat wisata yang bagus dan mudah dijangkau.

Selesai... kemana lagi kita besok-besok?

1.27.2019

LAMPUNG TRIP (satu)

Setelah sekian lama tidak menorehkan huruf di blog ini, akhirnya saya berusaha kembali menulis. Bismillah aja, yang penting gimana caranya blog saya nggak ulung tikar. Hahahaha...

Kali ini mau share aja, pengalaman kita main ke Lampung. Pengalaman perdana traveling pakai mobil dan keluar pulau Jawa. Emang punya cita-cita, mau main ke Lampung suatu waktu. Menunggu saat yang tepat, dan tibalah waktu yang tepat di Agustus 2018 kemarin. Kenapa ke Lampung? Karena keluar pulau Jawa pakai mobil itu ya paling dekat ke Lampung. Setelah survey sana sini (walaupun cuma survey lewat ngobrol sama temen dan lewat google maps pastinya, okelah untuk main ke Lampung ini. 

Jadi gini..., walaupun Lampung itu terkenal dengan pulau-pulaunya yang cakep nan memesona, trip kemarin kita nggak mampir ke Pulau. Pahawang dan Kiluan maupun pulau lainnya, nggak ada yang kita sambangi. Alasannya? Ya nggak lain dan nggak bukan adalah dikarenakan saya membawa 2 gembolan di bawah umur untuk main-main ke pulau yang terkenal itu. Yes, udah tanya-tanya ke temen-temen yang sebelumnya pernah injakkan kaki ke Pulau Pahawang, ternyata kurang direkomendasikan kalau kita bawa anak kecil. 

Yaudah, nggak apa-apa... insyaaAllah ada saatnya lagi nanti lain waktu untuk mengunjungi Pulau Pahawang yang kesohor tersebut... aamiin...

Ceritanya, kita itu emang mau jalan santai ke Lampung. Santai tanpa batas lah pokoknya. Namanya juga mau holiday, kan... ya santai lah... plus lagi bawa bocah piyik-piyik, susah mau buru-buru grasak-grusuk. Ntar yang ada si ibu bukannya liburan, malah stress sendiri. Ya, pokoknya semuanya pasti udah paham lah ya, bawa liburan anak kecil ituuu, repot dan ribet sama barang bawaannya udah nggak bisa ditanya lagi. Segembolan kalau bisa semuanya dibawa pasti kan? Ngeri ada apa-apa di jalan, kalau ngak lengkap yang ada malah manyun.

Berangkat pk. 05.00 pagi dari rumah langsung menuju Pelabuhan Merak. Anak-anak sih jangan tanya, kalau mau pergi, siap siaga... Takjub banget emak bapaknya ini. Bangun pagi, mandi, sarapan sedikit dan lanjut berangkat. Perjalanan rumah ke Pelabuhan Merak 2 jam saja. Baru kali ini injak Pelabuhan Merak, begini rasanya. Selama ini cuma lihat dari TV pas moment mudik lebaran, alhamdulillah bisa ngerasain beneran (asli ini saya norak maksimal deh ya). 

See you soon, Merak... Kita nge-Lampung dulu ya...
Antrian masuk bayar tiket, cukup 4 mobil saja. Kendaraan roda 4 membayar tiket Rp 374.000 dan bisa bayar memakai e-money atau kartu sejenisnya. Lanjut setelah bayar, kita menuju dermaga yang sudah diarahkan oleh petugas. Antri lagi untuk naik menuju kapal ,tapi ya karena sepi alias bukan musim liburan, nggak berarti banget lah antriannya. Cukup tunggu 5 menit di dermaga untuk naik ke atas kapal. Beruntung juga, mobil kita kebagian masuk ke kapal yang sudah kita antrikan... Termasuk 10 mobil terakhir yang bisa naik, atau berikutnya nunggu lagi ke feri berikutnya. 

Masuk feri, ternyata mobil disusun sedemikian rupa biar muatan penuh (sempat mikir dalam hati, ini overload nggak ya? - Bismillah... mudah-mudahan aman terkendali). Di gladak, kita nggak boleh menyalakan mesin dan harus turun dari mobil. Mari menuju ruang tunggu di atas yang ternyata ada ruang tunggu berbayar dan gratis. Tentu saja pilih yang gratis (baca: ngemper). Maafkan, bukan pelit, tapi kita butuh suasana yang seru malah. Duduk di selasar, sambil makan-makan yang dibawa dari rumah. Bisa juga lihat-lihat Selat Sunda. Pengalaman pertama yang mengesankan!

Tiba di Pulau Sumatera juga akhirnya (yang jelas mobilnya udah menapak ban di Pulau Sumatera) setelah di feri selama 2 jam. Alhamdulillah, tiba di pulau seberang dengan selamat. Langsung lanjut menuju kota Lampung sebagai destinasi kita. Perjalanan ke Lampung ini, boleh dibilang tidak melelahkan. Perjalanan 2 jam Jakarta - Merak, 2 jam di feri bisa buat istirahat, lanjut 2 jam lagi Bakauheuni - Lampung. Total perjalanan memang 6 jam, tapi karena diselingi istirahat di kapal, jadinya nggak berasa lelah.

Mendekati pulau Sumatera
Melanjutkan itinerary yang telah kita susun dari Jakarta, yaitu makan di Rumah Makan Pindang Mak War. Tempatnya nggak terlalu besar dan mewah, tapi cukup nyaman. Ada tempat makan di meja dan kursi biasa, ada juga yang di lesehan. Kita pilih di lesehan, karena bawa anak-anak itu lebih nyaman di lesehan. Pindangnya ada ikan patin dan ikan baung, kita pilih baung. Selain itu ada menu lainnya yang boleh dicoba. Tapi emang semuanya enak! Rekomen untuk makan siang di sini kalau ke Lampung.

Makan siangnya kita di Pindang Mak War - enaaak!

Yang mana - yang mana - yang mana?
Lanjut setelah selesai makan siang yang rada telat (pk 14.00), kita lanjut keliling kota Lampung. Mampir ke Taman Gajah yang cakep punya. Sayangnya emang masih jam segitu, jadi agak panas. Jadilah kita sholat terlebih dahulu. Ada musholla yang oke punya buat foto-foto (halaaah). Sayangnya, di sini ngga ada parkiran mobil, jadi ya parkirnya di pinggir jalan. Taman Gajah ini macam alun-alun itu lah, tapi bentukannya modern punya. Ada area buat skate board, ada buat duduk-duduk juga.

Musholla di Taman Gajah - okelah buat background IG...
Es kacang merah di Pempek 123 - enak!



Setelah selesai dari Taman Gajah, kita lanjut cari souvenir khas Lampung. Udah ngincer magnet kulkas, gantungan kunci, sama kalau ada ya kaos.  Beberapa tempat souvenir di Lampung itu katanya Singgah Pay dan Sai Bumi. Ternyata emang Lampung bukan kota besar, jadi destinasi dekat-dekat dan tidak pakai lama. Kita sampai di Singgah Pai, ketemu magnet dan kopi Lampung. Kaos? Mahal (menurut saya). Sebiji kaos bocah dengan kualitas kaos yang agak tipis, harganya udah Rp 80.000. Mendingan buat makan-makan. Singgah Pai sepertinya ada beberapa toko ya, kita yang seketemunya saja...

Setelah ke Singgah Pay, akhirnya kita menuju tempat penginapan. E tapi kok masih terlalu awal ya, mau ke penginapan? Jadilah kita melipir ke tempat pempek yang cukup kesohor. Pempek 123. Pas deh, jam ngemil dan makan pempek. Kita cobain deh tuh pempek, tekwan, dan es kacang. Emang lezat sih... Review detail? Lihat di google aja ya... Hahaha... Oia, prinsip kulineran kita itu, nggak mesti kenyang, tapi yang penting ngerasain. Kalau mau kenyang, pas jam makan siang aja.

Okey... nyebrang sudah - makan siang sudah - belanja souvenir sedikit sudah - pempek sudah - sholat pun sudah - alhamdulillah. Nyok kita ke penginapan. Di mana nginepnya? Di kost-an via airyroom yang perdana kita nyobain dan ternyata kita enjoy di sini. Penginapannya cocok di kita. Cocok harga, cocok fasilitas, cocok pelayanannya, cocok lokasinya...

6.22.2018

KE MALL SAMBIL NAMAN, NAMAN SAMBIL NGEMALL


Selamat Lebaran... Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan. Sudah pulang mudik? Atau nggak mudik seperti saya? Menikmati jalanan sepi di ibukota yang bebas dari segala hambatan? Hihihi, ya kapan lagi mau dan bisa menikmati ibu tiri baik hati sama warganya kan? Salah satunya ya pas lebaran kemarin. Alhamdulillah, hanya momen lebaran yang bisa mengusir kemacetan di Jakarta. Nggak perlu membatasi mobil lewat di tanggal ganjil dan genap, nggak perlu 3 in 1 juga, nggak perlu ribet-ribet, jalanan pokoknya lancar.


Setelah ini blog ditinggal berbulan-bulan sama pemilik yang mana pemilik sedang dilanda penyakit malas, jadilah ini blog terbengkalai. Ya maaf lah, namanya juga blogger amatiran...

Nah, balik lagi ke topik penulisan saya nih ya... mau bahas tentang mall yang menyediakan taman terbuka. Saya sebenernya bukan anak mall banget lho. Kalaupun ke mall itu, palingan ya mau ada keperluan sesuatu yang dibeli atau ya paling sering makan. Logika saya itu, mall kan tempat kumpulan toko dan rumah makan. Jadi, kalau ke mall, ya paling enak ya belanja dan makan. Gitu bukan? Lha kalau ke mall nggak belanja dan nggak makan, buat apa? Sesak napas bukan jadinya?

Nah, tapi kan ya, kadang bingung juga mau cari tempat hiburan atau tempat anak-anak biar jalan-jalan segar mata. Di deket rumah, ada taman, tapi harus ke jalan besar dulu. Itupun cuma 2 jumlahnya (yang satu itu RPTRA Manggis dan yang satu lagi Taman Cattelya). Jujur aja, terkadang bosen sama kondisi taman yang sering kita sambangin. Mau main lebih jauh lagi, ke taman yang agak seru? Kadang harus bayar, bukan? Yahilah, mau main di taman aja harus bayar gitu? Maaf ya, saya golongan ibu hemat irit. Segala sesuatu perlu diperhitungkan.

Eh tapi ya, beruntungnya beberapa mall menyediakan taman atau ruang terbuka yang bisa dinikmati bebas biaya lho. Ini yang bikin saya senang hati dan riang gembira. Gimana nggak? Ada taman bagus, bersih, rapih, teduh, tapi nggak perlu bayar untuk menikmatinya. Nih ya, saya list down, beberapa mall yang pernah saya kunjungi. Lagi-lagi, saya sekarang kalau mau nge-mall juga ya akhirnya milih mall yang punya ruang terbuka untuk dinikmati, santai-santai...


Central Park Mall

Ruang Terbuka di Central Park Mall (my doc)
Lihat air terjun ala ala (my doc)

Ini mall sebenernya termasuk mall yang nyaman untuk dikunjungi. Secara lokasi ya deket juga dari rumah (hemat biaya transport kan?). Tenant-nya banyak, mau belanja kecil-kecil atau yang besar juga bisa di sini, mau makan juga ada banyak pilihan. Di CP ini (CP itu sebutan gaul buat Central Park), ada taman yan cukup besar. Nggak cuma taman, tapi di sini juga ada kolam ikan koi-nya yang ikannya gendut bin gede aja. Kalau ke CP ini, seru bawa anak-anak. Seru juga kalau pas lagi ada acara music, disini bisa liat live music donk...

Kalau mau ke CP ini, saya sebenernya kurang sedap pakai mobil. Kenapa? Parkir mobil suka penuh dan sirkulasi parkirnya kurang mudah. Belak belok sana sini naik turun, muter-muter, lieur... Hahahaha... Tapi kalau udah tekad bulat kuat dan membaja, parkir di CP ini bukan masalah besar kok. Cingcai lah itu. Dari CP ini pula kita bisa main ke Eco Bridge yangg mau ke Neo Soho itu. Banyak kan? Dulu saya pernah bahas Central Park Mall di sini.


Bintaro Exchange


Ruang Terbuka di B-XC (sumber: info bintaro)

Ini mall yang terhitung baru, di pinggiran kota Jakarta, tapi cukup nyaman untuk dikunjungi. Iya, B-Exhange (sebuatan B-XC merupakan sebutan hits buat Bintaro Exchange) ini juga punya ruang terbuka yang cukup luas buat dinikmati. Kalau sore hari, duduk di taman ini, bisa menikmat angin sepoi-sepoi. Seru, bawa deh anak-anak main ke sini. Luar biasa. Di sini juga suka ada performance kayaknya.

Serunya lagi, walaupun lokasi B-XC yang agak jauh dari rumah saya, tapi bisa dijangkau sama Commuter Line. Uhuy kan, naik KRL dan turun di Stasiun Jurangmangu, tinggal jalan kaki ke B-XC lho. Nyaman pula jalan kakinya, pedestrian dibuat dengan baiknya. Kalau dari rumah saya mau ke B-XC ini, pakai mobil udah pasti kena toll sekitar Rp 40.000 (exclude bahan bakar) untuk pulang pergi. Kalau pakai KRL, nggak akan lebih dari Rp 20.000 deh. E kalau sama numpak taxi/ojek online ke Stasiun Palmerah ya Rp 25.000.


Living World

Ubud Paradise, Living World


Di sini, ruang terbuka yang disediakan mall-nya adanya di atas bangunan. Memakluminya, lahan sudah mahal, mau dipakai buat ruang terbuka pun pasti perlu pengorbanan lho. Betapa nggak, lahan yang bisa dijual disewakan ke tenant yang menghasilkan uang, malah dibuat ruang terbuka gratis. Pengunjungnya tinggal menikmati saja (dibayarin sama tenant lha ya...). Eh tapi bener deh, bikin ruang terbuka itu nggak murah, belum lagi maintenance-nya kan? Tapi ya, Ubud Paradise ini sih sebenernya rumah makan ya. Cuma kemarin itu kita bebas aja masuk main ke sini...

Di Ubud Paradise, ukurannya memang nggak sebesar CP dan B-XC, tapi lumayan banget lho keberadaannya. Yang bikin saya seneng itu, di Ubud Paradise ini, ruang terbukanya itu bernuansa Bali. Hahaha... beneran ada gapura ala Bali, ada pintu ala Bali. Buat yang suka fefotoan, nah di sini oke punya, mancab betul! Dari Ubud Paradise ini malah kita bisa juga melihat view di sekitaran Alam Sutera mengarah Tangerang. Akh, jadi pengen ke sini, bawa kopi duduk santai sore-sore.


Q-Big BSD
 
Q-Big BSD (my doc)


Ini salah satu pusat perbelanjaan yang ruang terbukanya juga guedeee banget! Terhitung baru, pun masih belum terlalu ramai. Kalau di Q-Big ini, memang tenant-nya tidak banyak. Tapi setiap tenant punya area yang buesar-buesar. Termasuk salah satunya di sini ada hypermarket dari Timur Tengah yang saya suka kunjungi. Nah, buat orang seputaran Tangerang dan Alam Sutera, ini sih bisa ditempuh dengan senang hati. Beda sama saya, dari tempat saya, menuju ke sini perlu merogoh kocek sekitar Rp 52.000 untuk toll, belum termasuk biasa bahan bakar mobil. Ewww... jajannya? Yasudahlah...

Eh tapi kemarin sempat ke sini malam libur, ternyata di ruang terbuka Q-Big ini ada penyewaan sepeda dan becak mini lho. Buat anak-anak seru juga kayaknya. Saya sih nggak nyobain, keburu mau makan malam para tuan besar cilik sudah menunggu kelaparan. Oia, parkir di Q-Big ini menurut saya termasuk parkir mobil yang cukup nyaman, space parkir juga besar-besar. Nyaman!


Hmmm...,

Ada lagi kah, mall yang menyediakan ruang terbuka seperti 4 mall/pusat perbelanjaan yang sudah saya ceritakan di atas? Maklum, daerah mainan saya nggak jauh dari Jakarta Barat aja. Mau menjelajah ke Timur, agak sungkan (lebih tepatnya nggak cukup nyali menghadapi kemacetan). Siapa yang suka ke mall yang nyari ruang terbuka juga? Adakah...?

1.18.2018

SESERUAN LIBURAN AKHIR TAHUN DI JAKARTA

Mati gaya sudah liburan mau kemana. Seperti biasa, si bapak dan si ibu ogah pergi keluar kota kalau musim liburan begini. Alasannya banyak. Pertama, biaya liburan pasti membengkak. Kedua, tempat liburan jadi kayak cendol dawet. Ketiga, liburannya jadi nggak nyaman lagi. Jadilah, kita sekeluarga akhir tahun 2017 nggak kemana-mana. Alhamdulillah, kita menikmati sepinya kota Jakarta (yang katanya kejam ini). Emang banget, antara pelit sama perhitungan dan nggak mau rugi itu beda tipis banget udah kayak kulit crepes!

Walau liburan nggak keluar kota Jakarta, sebagai orang tua yang bijak, tetap berusaha menyenangkan si anak. Gimana caranya, biar liburan walau nggak keluar kota, mereka tetap punya cerita berlibur. Berlaku buat si kakak aja, karena si adek masih batita dan belum paham artinya libur. Jadilah kita berlibur muter-muter kota Jakarta sebagian kecilnya saja. Yang paling penting itu emang pengalaman anak-anak aja. Hahaha, anak seumuran SD kelas 1 belum paham yang libur mahal dan murah, kan? Jadinya, yang penting mereka happy!

Keluarin list tempat yang akan dikunjungi selama liburan, dan yang paling memungkinkan dan mendesak adalah: NAIK BUS TINGKAT! Sebenernya emang bus tingkat ini bukan barang baru buat saya, tapi buat di kakak, iya banget. Dulu pernah, waktu itu kita udah pernah mau coba naik bus tingkat. Tapi karena dulu itu armada belum banyak, jadilah berebutan gak karuan kalau mau naik. Alhasil kita males lah mau naik, rebutan sama anak-anak muda yang gesit nian. Skip. Masih ada lain hari, dan kemarin inilah waktunya. 

Berangkat dari rumah (milih naik taxi nggak bawa mobil sendiri karena belum tau rencana selanjutnya), pk 10.00 menuju Masjid Istiqlal. Kenapa ke Istiqlal? Karena saya pernah ngeliat kalau disini banyak bus tingkat yang "mangkal". Istiqlal dari rumah saya nggak terlalu jauh, makanya saya pilih kesini.  Sampai di Istiqlal, bus tingkat sudah tersedia. Langsung naik menuju ke Lapangan IRTI alias Monas. Bayar berapa? Gratis! Bahahaha... pilihan tepat buat liburan, kantong saya nggak bolong! Biar murah, yang penting seseruan kan?

Bus Gratis bertiket

Silahkan pilih tempat duduknya...
Jadi, route bus tingkat itu ada 3:
Route 1 - Istiqlal/Pasar Baru - Bunderan HI - Pasar Baru
Route 2 - Lapangan IRTI - Kota Tua - Lapangan IRTI
Route 3 - Lapangan IRTI - Semanggi - Kalijodo - Lapangan IRTI

Saya milih di route yang ke-3. Pengen banget liat Kalijodo, gitu lho! Yang waktu itu mau ngebangun Kalijodo penuh dengan "keramaian". Sekarang dibangun RPTRA Kalijodo pun penuh dengan "keramaian". Akh, Jakarta emang selalu ramai... --- kembali ke topik ---

Nunggu bus tingkat di Lapangan IRTI yang menuju ke Kalijodo itu lamaaa. Ini sampe setengah kesel nungguinnya (Kenapa cuma setengah? Karena naiknya pun gratis. Jadi nggak usah mereh-mereh). Denger punya denger informasi dari petugasnya, hari itu bus tingkat yang ke Kalijodo ada yang rusak 1 armada, makanya waktu putarannya lama. Maigad lah, emang nggak bisa ya, pinjem bus yang lain buat ganti yang ke Kalijodo? Sementara bus route lain tiap 5 menit datang, yang route Kalijodo mah lama bingit.  (Kan ai dah bilang, ini gratis - jangan banyak cakap).

Bus datang kami pun naik! Duduk manis diatas, dan mulai lah liat sana sini. Anak-anak senang dan gembira, ibu pun happy lah ya... Oh iya, selama di bus tingkat ini nggak boleh makan minum ya. Sama kayak naik KRL dan TransJakarta yang tidak boleh makan minum. Diatas bus, kita dikasih karcis sesuai dengan jumlah penumpang (buat apa? gak ngerti). Perjalanan bus ke Kalijodo menempuh waktu selama 30 menit. Lancar jaya karena waktu itu musim liburan dan hari Jumat (tidak tanggal merah) - makanya lancar jaya abadi. 

Menikmati Sepinya Jalanan Jakarta

Kalijodo inilah rupanya

Selesai dari Kalijodo kita kembali ke daerah Jakarta Pusat. Kita turun di Sarinah. Tujuan selanjutnya adalah makan siang di restoran cepat saji yang terwahid disana. Playground jadi tujuan si bocah. Ya silahkan lah nak, main lah sepuasmu disana. Gratis aja kok... Bahahahaa! Yang penting perut kenyang dan hati gembira. Apalagi kan? Mau mendustakan nikmat Allah yang mana kalau sudah begitu? Bukan begitu, bukan? 

Selesai makan, kita pulang arah rumah pakai TransJakarta. Nares udah bayar dan Nara belum perlu bayar. Hahaha... hari itu emang hari penuh berkah buat jalan-jalan menghibur anak-anak. Macet sih nggak, cuma emang karena Jumat sore menjelang akhir tahun, jadinya ya sedikit padat. Tapi masih bisa ditolerir banget kok. Yang nggak bisa ditolerir cuma satu, si Nara minta gendong pas turun di Interchange Grogol. Alamaaak, dia ngantuk, nggak mau jalan. Jadilah emaknya gendong bocah.

Kemon pulang...

Turun di halte TransJakarta Slipi, menuju rumah, kita pakai Bajaj dooonk. Biar maksimal jalan-jalannya. Pakai mobil udah biasa. Cari yang tidak biasa, sekali-sekali... Dan hari itu kita kecapekan di sore hari. Pulang sampai rumah, mandi, makan dan mereka pada tidur. 

Pengeluaran liburan di hari itu:
1. Taxi Online Slipi - Istiqlal = Rp 25.000
2. Makan siang buat bertiga = Rp 85.000
3. TransJakarta Sarinah - Slipi untuk 2 orang = Rp 7.000
4. Bajaj dari Halte TransJakarta Slipi - rumah = RP 10.000
5. Air minum tambahan = Rp 10.000
Total semuanya = Rp 137.000 (bisa lebih murah kalau makannya di tempat lain atau mungkin bawa makan sendiri - hahahahaaa...)

Boleh dicoba ya ibu bapak buat nyenengin bocah sekali-kali pas liburan di Jakarta. Biar anak-anak ngerti beragam macam angkutan umum di Jakarta. 

Selamat liburan selanjutnya...

12.15.2017

ONE DAY TRIP BOGOR

Ini blog rasanya lama-lama kok penuh sama postingan jalan-jalan aja ya? Bener nggak sih? Eh abisan emang yang seru untuk di-share itu pengalaman jalan-jalan kan ya? Sebenernya sih ya, secara saya sendiri tuh kalau mau pergi, pasti nyari review-an blogger lainnya. Bagus nggak tempatnya? Harganya gimana? Tips-nya apaan aja? Dan lain-lainnya... Jadi, mudah-mudahan postingan saya bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Saya lebih senang bilang ODT alias one day trip, ya sebutan kalau kita pergi halan-halan yang nggak nginep. Pergi ke Bogor kali ini dadakan, tanpa perencanaan yang lama dan matang. Toh juga sebenernya pengen jalan-jalan menghibur diri aja kok, setelah waktu itu padat merayap urusan ina inu anu. Jadilah saya juga pergi cuma berdua sama bapake anak-anak. Jumat tanggal merah dan cuma sekejap saja.

Berangkat dari Palmerah, menuju Bogor, menggunakan KRL. 2 kali singgah, di Stasiun Tanah Abang dan Manggarai. Tiket KRL seharga Rp 6.000 untuk sekali jalan. Perjalanan memakan waktu 2 jam saja. Cukup ramai kondisi KRL, karena tanggal merah dan long weekend. Sampai di Stasiun Bogor, kita jalan kaki. Tujuan kita kali ini emang cuma ke Jl. Suryakencana. Menurut wangsit yang sudah kita baca, di kawasan ini banyak sekali kuliner yang bisa dicoba.

Jalan kaki dari Stasiun ke Jl. Suryakencana ini, santai menghabiskan waktu sekitar 25 menit saja. Enak kok, bisa jalan melipir Kebun Raya Bogor. Udara nggak terlalu panas, karena kita jalan dibawah pohon rindang. Yang perlu diperhatikan adalah,  pakai sepatu yang enak buat dipake berjalan yaaa. Kemarin saya pakai sepatu keds dan emang nggak salah pilihannya. Nah, plus baju yang serap keringat. Bogor nggak dingin, tapi nggak panas juga.

Jalan santai saja melipir Kebun Raya Bogor


Selamat datang di kawasan Pecinan

Soto Mie Kesatuan
Pertama kali mendarat di Jl. Suryakencana, kita menuju Soto Mie Kesatuan. Makan siang disini, dengan memesan soto mie tanpa nasi, 2 porsi. Enak! Rekomen! Mie-nya aja udah enak banget, beda sama mie yang biasa dipakai buat bikin soto mie. Kuahnya juga berasa. Risolnya enak. Semuanya enak! Tempat makannya sih warung biasa aja kok, tapi bersih! Gerobak si abang juga bersih. Mau makan nggak khawatir. Semangkok, Rp 15.000 saja pemirsa!

Soto Mie Kesatuan - enak!


Bir Kotjok
Ini kuliner kita yang kedua. Namanya sih bir yak, tapi mah jangan bayangin bir yang beralkohol gitu. Ini bir ala-ala kok. Dibuatnya dari rempah-rempah saja. Kalau di Betawi, namanya bir pletok. Overall emang seger minum ini. Tapi ya menurut saya sendiri, saya lebih suka bir pletok Betawi, karena rasanya lebih nampol di tenggorokan. Mungkin rempahnya lebih banyak kali ya? Ehm, segelas bir kotjok ini dijual dengan harga Rp 5.000 saja.

Bir Kotjok - enak, tapi kurang nampol!


Talas kukus parut kelapa
Ini jajanan kita yang selanjutnya. Secara Bogor kota talas, emang paling bener makan talas disini. Banyak sih yang jualan talas kukus ini. Kita nggak tau yang mana yang paling enak. Secara mikirnya simple. Nggak pake bumbu kan? Jadilah kita beli yang kita lewatin aja. Seporsi bisa untuk berdua kok, harganya cuma Rp 10.000. Nikmat lho, kalau minumnya pakai teh tawar makin sedap lagi! Hahahaha... makanan mana ada yang nggak nikmat lah...

Talas Bogor - yahude!

Lumpia Basah
Nah, ada beberapa juga yang jajan lumpia basah di sepanjang jalan ini. Kita beli yang pembelinya gak terlalu ramai tapi nggak juga sepi. Lumpia Bogor sama Lumpia Semarang ini beda diisinya ternyata. Kalau lumpia Bogor, isinya pakai bengkuang. Sementara Lumpia Semarang, isinya pakai rebung. Saya suka semua. Enak semua. Harga seporsi lumpia basah ini Rp 12.000. Makan di tempat nggak ada kursinya. Jadi mending bungkus, makan di lain tempat.

Lumpia Basah - sedap!


Jajanan kita emang cuma itu. Soalnya perutnya udah nggak muat lagi mau nampung makanan lain. Tapi..., wisata kita di Jalan Suryakencana kemarin nggak terbatas pada wisata kuliner, lho. Ada hal lain yang bisa kita amati di sepanjang jalan ini. Bangunan! Iya, di sepanjang jalan ini bangunan-bangunan kuno alias tua yang enak untuk dinikmati. Buat saya sendiri, pastinya untuk foto-foto dan muat di Instagram. Hahaha, bencong IG banget!

Satu lagi yang perlu diketahui di Jalan Suryakencana ini. Banyak juga makanan yang non halal. Setelah saya pelajari, ternyata kawasan ini memang kawasan Pecinan, no wonder emang banyak makanan non halan yang dijual di sepanjang jalan. Baca dari review para blogger, makanan non-halal disini katanya emang rekomen. Kemarin emang sempat liat, di warung-warung itu banyak sekali pengunjungnya.

Kita sendiri masih banyak skip nyobain kuliner yang halal; soto kuning pak Yusup (bersertifikat halal MUI lho), toge goreng, martabak panjang umur (yang antrinya bikin sakit perut). Mungkin bisa buat next trip ya...


Martabak manis Panjang Umur - antriannya juara!
Peninggalan jaman dulu
Rumah siapa ini?
Pengen liat jaman dulunya kayak apa?

Cukup puas sama jalan iseng kemarin ke Bogor. Yang pasti adalah murah, meriah dan bahagia!

4.20.2017

HIBURAN MURAH MERIAH JAKARTA BARAT

Setiap manusia, butuh hiburan. Termasuk juga saya ini. Yaiyalah, ngurus tiga anak yang lagi lucu-lucunya itu, menguras tenaga lho. Jadi nggak ada salahnya kalau ada waktunya juga kita menghibur diri sendiri. Bahkan ada yang bilang, buat emak-emak, "me time itu wajib". Siapa sepakat ayo acungkan tangannya? Nah, tinggal cari deh bentuk hiburan yang sesuai sama kita. Karena pada dasarnya beda orang, beda tingkat kepelikannya dan beda pula cara ngehibur dirinya sendiri. Saya, menghibur cukup injek gas, pergi ke supermarket dan belanja. Kalau duit lagi banyak, boleh belanja mewah. Kalau duit lagi nggak banyak, silahkan nikmati yang ada...

Minggu kemarin, pak suami ngajak kita jalan-jalan sore ke salah satu mall yang ada dekat rumah kita. Iyes, Central Park Mall di Tanjung Duren. Di deretan ini, ada 3 (eh apa empat ya?) mall berjejer - tapi bukan balajaer yak. Mulai dari Taman Anggrek - Central Park - Neo SOHO - jauhan dikit ada Citraland Mall. Kita sebenernya udah ngerencanain ke Central Park itu sejak 2 minggu lalu, tapi karena begitu mau masuk aja udah macet banget, kita skip deh waktu itu. Aseli, ngeliat mobil bejibun dan nggak bergerak itu udah males banget. Ya bela-belain amat ya, mau antri masuk begitu. 

Akhirnya, minggu kemarin kita niatkan lagi ke Central Park, dan parkir di Taman Anggrek. Beruntungnya, akses pejalan kaki dari Taman Anggrek ke Central Park itu dalam kategori yang manusiawi. Pedestrian walau nggak pakai atap, tapi jalanannya beradab. Jadi buat kita sekeluarga yang bawa bocah, nyaman aja jalan dari Taman Anggrek ke Central Park. Cukup 10 menit, dari tempat parkir sampai di Central Park ini. Daripada harus antri mobil mau masuk parkir Central Park yang setidaknya bisa 30 menit lebih sendiri. Ehm, belum lagi cari parkirnya ya?



Kenapa juga kita suka ke Central Park (dan kini Neo SOHO juga)? 

Ini di Jakarta lho.. 

Ini nggak lain karena Central Park mall ini, ada tamannya. Walaupun tamannya adalah taman buatan, tapi lumayan lho dibanding mall lain yang nggak punya taman dan kolam ikan koi. Disini kita bisa santai duduk-duduk di taman Tribeca. Belum lagi kalau pas ada pertunjukan, tandanya kita bisa liat atau nonton disitu. Paling enak emang sore-sore gitu, duduk santai di taman. Ya kalau siang sih jangan tanya lah ya, pasti panas. Kalau pagi? Ya belum buka lah emol-nya... Duduk santai sambil cemal cemil paling enak pastinya. Bawa anak bocah lebih lengkap. 

Nah, sekarang ini makin sedap deh main kesini. Secara mall baru yang sempat terbakar di akhir tahun 2016 ini, menghadirkan konsep yang manusiawi juga kok. Jujur aja, buat saya sih ini menarik. Ada apa di Neo SOHO? Selain mall, yang menarik adalah jembatan penghubung antara Central Park mall dengan Neo SOHO ini. Jembatannya dirancang menarik oleh sang arsitek. Kalau siang, terlihat jembatan dengan garis-garis vertikal yang warna warni. Nah, kalau malam, lampu-lampunya menyala, bikin makin keren aja. 

Cuma jembatan aja gitu? Nggak kok. Di jembatan ini kita bisa duduk-duduk, sambil ngobrol-ngobrol, trus enak juga ngeliat muka Jakarta di seputaran wilayah Jakarta Barat. Kalau siang liat bangunan-bangunannya dan kalau malam bisa liat lampu-lampu di bangunan-bangunan seputar wilayah itu. Oia, dari jembatan ini juga kita bisa ngeliat betapa macetnya akses mobil pribadi yang menuju kawasan yang dikembangkan oleh Agung Podomoro ini. Jadi, banyak yang bisa kita lihat dari jembatan ini. Buat saya sendiri, menarik kok. 

Menurut saya dan pak suami, menghabiskan akhir pekan di Jakarta nggak ada salahnya mengunjungi tempat ini. Salah satu alternatif hiburan murah dan meriah dalam kota. Murah karena nggak perlu keluar uang banyak. Kecuali kalau makan dan belanja di shopping center-nya, itu udah lain cerita. Oia, kemarin menghabiskan biaya parkir di mall Taman Anggrek sebesar Rp 17.000. Masuk pk 17.30 dan keluar pk 20.45 (sekitar 4 jam lamanya). Anggap saja lah biaya parkir ini sebagai tiket masuk ke taman yang murah meriah untuk kita sekeluarga. Akur banget kan, di dompet?

Eco Skywalk

Bisa lihat ini dari Eco Skywalk

Macetnya - banyak mobil banget yaaa...



Mau liat macetnya dan padatnya mobil di seputaran Central Park mall dan Neo SOHO ini? Ini dia gambarnya....



Nah, satu lagi nih. Di Neo SOHO itu ada Jakarta Aquarium lho. Baru. Model-model macam Seaworld gitu. Bedanya sama Seaworld? Kalau saya rasa sih 11-12 lah. Bedanya Jakarta Aquarium ini lokasinya ya ditengah kota. Udah gitu nggak perlu tiket masuk seperti di Ancol. Harga tiketnya berapa? Kemarin pas hari libur, harga tiket Rp 250.000 aja per orang. Hahahaha, masuk berempat abis sejutaaa, pemirsa. Ntar deh ya, nunggu promo tiket aja. Itu juga kalau ada. Kalau nggak ada? Yaudahlah, cukup liat di instagram aja, pengalaman orang lain. 

Jakarta Aquarium - foto di depan aja dulu ya


Jadi... lumayan kan... ada tempat hiburan baru di Jakarta? Nggak menguras kantong yang banyak... 

12.27.2016

LIBURAN SEHARI DI TAMAN MINI INDONESIA INDAH

     Libur tlah tiba...
     Libur tlah tiba...
     Horeee... horeee... horeeeeee...

Alhamdulillah... liburan juga akhirnya. Nggak terlalu pengaruh juga sih sebenernya buat saya. Semenjak udah nggak ngantor, waktu saya lebih banyak di rumah dan buat anak-anak tercinta. Sesekali boleh lah, mamak pergi foya-foya ngabisin duit suami. Bahahahaaa..., walaupun abis itu manyun lagi, kantongnya bokek bin cekak. Yah, namanya juga butuh penghiburan. Nggak apa deh ya, sekali-sekali menghibur diri. "Karena sesungguhnya, emak juga butuh me time". Nah kalo yang ini pasti semua juga pada setuju. 

Akhir tahun ini (dan tepatnya beberapa bulan ke depan), kita sekeluarga nggak punya rencana jalan-jalan yang jauh-jauh. Alasan demi alasan menguatkan kami untuk tidak jalan-jalan. Mulai dari punya bayi kecil, dilanjut smaa punya hajat besar adik kita mau kewong, dan lain-lainnya, maka liburan jalan-jalan jarak jauh untuk sementara distop dulu pemirsa. Emang juga di awal tahun 2016 ini kita udah jalan-jalan jauh ke Semarang sampai Kudus segala. Cukup dulu lah ya, tarik napas dulu. Liburan kali ini skip jauh jalan-jalan luar kota.

Nggak jalan luar kota yang jauh-jauh bukan berarti nggak bisa liburan juga kan ya tapi. Akhirnya kita memutuskan untuk wisata ke seputaran kota Jakarta aja. Beberapa tempat udah masuk ke list, tapinya masih ragu-ragu kemana. List-nya mana aja? Mulai dari Branchsto di Bintaro, Taman Mini Indonesia, berbagai macam waterpark, Duren Warso, dan Bendungan Walahar. Akhirnya kita putuskan ke Taman Mini Indonesia Indah. Kenapa? Jaraknya deket aja dari Slipi. Selain itu, saya juga belum pernah ke sana bawa anak-anak (sama suami juga nggak pernah). 

Kebetulan Jumat itu pak suami ambil cuti dari kantor karena jumlah cuti yang masih banyak. Berangkat pagi, karena kalau udah siangan nanti bisa kepentok Sholat Jumat. Akhirnya, pukul 09.30 pagi udah sampe Taman Mini, karena waktu tempuh dari Slipi cuma 30 menit aja. Sepi dan lengang karena banyak orang udah ambil cuti mau Natalan. Sekolah anak-anak juga dah libur. Tambah lagi kalau pagi, dari Slipi mau ke Cawang melawan arus orang berangkat kantor. Alhamdulillaaah tak terkira, perjalanan wisata lancar sangat. Hahahahaaa...

Masuk ke Taman Mini Indonesia Indah, pada saat itu...
   ~ Rp 15.000 per orang (anak umur diatas 3 tahun sudah dihitung)
   ~ Rp 10.000 per mobil
   ~ Motor nggak tau berapa bayarnya.... hihihihi, kalau jalan kaki ya hitung orangnya aja.

Pertama kali masuk, kita langsung muter-muter aja dulu melihat kondisi TKP yang baru didatangi. Mulai dari lihat anjungan rumah tradisional adat yang ada di Indonesia, lihat danau dengan miniatur pulau, lihat istana anak, lihat bangunan Keong Mas, termasuk beberapa museum yang ada. Dari sini kita sudah mulai menentukan kita mau kunjungi ajungan yang mana saja. Maklum, ada beberapa anjungan yang kalau masuk, kita harus bayar tiket masuknya lagi. Namanya aja liburan ngirit, males jauh dan males keluarin uang banyak. Pelit banget siyk...

Waktu mendekati Sholat Jumat, saya duduk di mobil sama anak-anak dan bapaknya pergi Sholat Jumat. Sembari nunggu bapaknya sholat Jumat, saya sama anak-anak makan. Kita bawa makan dari rumah. Ngirit? Iyaaah... Soalnya emang kalau makan suka resse' banget kita. Kadang cocok menu, nggak cocok harga (baca: mahal). Sementara yang cocok harga, nggak cocok menu. Kalau bawa dari rumah, udah pasti cock menu dan cocok harga. Bukan begitu, bukaaan? Udah banget emang kita bikin kayak piknik lah. 

Selesai makan, bapaknya pas selesai juga Sholat Jumat dan lanjut si bapak makan. Abis itu, kita mulai deh liat-liat ke anjungan. Mari berjalan-jalan...

Yang gratisan kita masuk... ada anjungan rumah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Sebenernya semua anjungan rumah adat masuknya gratis. Kita milih 2 rumah adat ini karena letaknya berdekatan. Selain itu ya karena asal muasal darah kita ya dari 2 propinsi ini sih ya. Anjungan-anjungan ini ternyata pemeliharaannya dilakukan oleh pemerintah daerahnya ya. Jadi kalau pemda-nya care dan pay attention, anjungannya pasti terawat dan bagus. Kemarin sempat ninguk anjungan Sumatera Barat. Iyh, cakep banget dan rameeee... 

Anjungan Rumah Kalimantan Selatan 
Anjungan Rumah Kalimantan Selatan dari luar
Rumah Panjang suku Dayak Kalimantan Barat
Di dalam rumah adat Melayu Kalimantan Barat
Rumah adat Dayak Bidayuh yang tinggi menjulang

Selesai liat yang gratisan, kita mulai ngunjungin yang bayar-bayar. Naik kereta gantung alias cable car. Jalur kereta gantung ini terbagi atas 2 jalur ya. Nah, saran saya, naik lah bukan dari stasiun C. Soalnya nanti pas diatas, nggak bisa melihat miniatur pulau-pulau Indonesia (ngeliatnya terbalik). Nah, saya termasuk yang salah naik terminal cable car. Hahaha, namanya juga barang baru. Berapa bayar cable car? Rp 50.000 per orang, anak diatas 1 tahun juga kena bayar. Ini harga peak season ternyata beda. Agak kemahalan menurut saya. Kita berempat jadi kena Rp 200.000 untuk perjalanan yang sekitar 10 menit ajah... hiks hiks, uang segitu dapet banyak belanja di Supermarket (eeeaa).

Snowbay diliat dari Cable Car
Rumah adat Sumatera Barat dari Cable Car
Rumah adat Kalimantan Timur dari Cable Car
Liat Pulau Miniatur yang kebalik :(

Selesai muter-muter di pakai cable car, kita lanjut ke Istana Anak-anak Indonesia. Untuk masuk ke sini, harga tiket Rp 10.000 per orang (diatas 3 tahun mulai bayar). Ada apa disini? Di dalamnya ada beberapa display wayang anak, kemudian ada tempat berenang yang harus bayar Rp 15.000 per orang, ada wahana permainan lainnya yang harus bayar Rp 10.000 per anak. Masuk ke Istana anak ini, sebenernya sih bagus aja, tapi karena wahana-nya udah tua tua banget jadi rasanya masuk ke sini kayak berada di tahun 1990-an. 

Istana Anak Anak Indonesia (sedang dibersihkan)
Isi di dalam bangunan Istana
Boleh main di playground ini dengan grateis.
Udah muter-muter istana anak, kita pengen main bebek-bebekan itu sebenernya, tapi apa daya, anak-anak udah teler. Masuk mobil kok ya pada tidur. Selesai deh udah acara kita main di Taman Mini. Udah pukul 16.30, sudah lelah juga sebenernya. Saatnya pulang. Walaupun sebenernya masih banyak wahana yang lain yang belum dikunjungi lho... Ada Taman Legenda, ada Keong Mas, ada Museum Penerangan, Museum Transportasi, Kolam Renang Snowbay, dan banyak lagi lainnya. Nggak cukup waktu seharian untuk ngabisin semua anjungan dan wahana. Gempor juga lagian.

Mau liburan murah meriah seputar Jakarta? Boleh mampir deh di Taman Mini Indonesia Indah. Sembari berwisata, sembari nambah-nambah wawasan kebudayaan Indonesia. Monggo lho ya..., intip-intip foto kita kemarin ke TMII di bawah ini...

Satu yang belum disampaikan... kenapa di Komplek TMII ini cuma ada California Fried Chicken ya.... hahahahha... aseli deh, mulai dari depan, sampai belakang komplek... semua CFC.


KURIKULUM SD KINI... JAHARA DEH...

Buat ibu-ibu yang selalu mendampingi anak-anaknya belajar, pasti paham banget kalau materi pelajaran sekarang ini berat sekali. Ehm, apa ja...

Popular Post