Showing posts with label Seputar Teman. Show all posts
Showing posts with label Seputar Teman. Show all posts

3.25.2016

TOURING LAGI... ALTIC MOUNTAIN ADVENTURE

Touring lagi dan lagi... jujur aja ya, emang kalau touring itu, penuh dengan suka dan seru... Bikin kangen maksimal. Makanya, Altis Indonesia Community bikin touring lagi di Maret 2016 ini. Tujuannya ke Lembang, geser dikit dari Bandung. Ini merupakan touring perdana ALTIC di tahun 2016, secara ada 2 touring besar lagi lainnya di pertengahan tahun dan nanti penghujung tahun. Tujuannya? Rahasia akh, biar seru... qiqiqi...

Persiapan touring nggak hanya dilakukan pas hari mendekati touring, tapi udah jauh-jauh hari sudah dipersiapkan. Iya donk, secara touring kali ini, kita sosialisasi Well Behaved Driver. Mengedukasi pengendara lain untuk berlaku sopan di jalan. Apalagi kan emang biasanya kalau touring itu, cenderung peserta touring merasa jagoan. Tapi alhamdulillah ya, ALTIC nggak begitu. Kita justru mengedepankan bagaimana caranya touring yang benar dan baik. Mulai dari pembagian kendaraan dengan beberapa cluster, susun line up sebaik mungkin, dan pastinya edukasi WBD ke member ALTIC. Nah, nanti tinggal member ALTIC yang meneruskan edukasi WBD ke driver lainnya. Tapi ini bukan bisnis berantai ya...

Touring dengan judul ALTIC Mountain Adventure yang diadakan tanggal 19 - 20 Maret 2016 ini diikuti oleh 75 kendaraan member dan dengan total 139 peserta. Pastinya emang kalau touring emang enak bawa keluarga. Namanya juga ALTIC, semboyannya Not Just Brotherdhood, We Are Family. Jadi, emang bagus donk ya, touring bawa keluarga, biar bisa saling kenal satu sama lainnya. Nah, 75 kendaraan ini, datang dari berbagai macam chapter ALTIC. Ada yang datang dari Medan, Padang, Banten, Bogor, Jawa Tengah, Jogjakarta, sampai Bali. Kalau Jakarta dan Bandung siy udah nggak perlu disebut ya... emang udah markasnya.

Siap-siap berangkat
Line Up
Rameee...

Berangkat pkl 07.00 dari Rest Area KM 39 Toll Jakarta – Cikampek, diawali dengan  briefing oleh ketua event acara, om Paunk dan briefing oleh ketua umum ALTIC, om Arul. Ya mulai dari baca doa, reminder tata cara touring, dan sebagainya. Dari Rest Area langsung menuju Lembang. Alhamdulillah, nggak ada halangan di jalan. Lancar. Ternyata touring yang baik dan benar, nggak perlu ugal-ugalan, nggak perlu tet tot tet tot, nggak perlu rusuh. Everything is fine and under control, rombongan dipimpin oleh RC (Road Captain), dijagain sama SO (Safety Officer) dan ditutup oleh SW (Sweeper). 

Sampai di Lembang, acara kita dibuka dengan mampir ke SDN Pancasila Lembang untuk berbagi sedikit peralatan sekolah. Senengnya bertemu dengan adik-adik dan ibu guru disana. Iya dooonk, kita kan komunitas yang peduli sesama. Nggak Cuma keren di jalanan, keren di modifan mobil, tapi juga peduli dengan lingkungan sekitar. Makanya, kita share sedikit yang kita punya dengan mereka. Sedikit juga lumayan lah ya..., daripada nggak sama sekali. Kita happy, mereka juga happy kok... 

Selesai dari SDN Pancasila, kita lanjut ke Villa Gardenia, tempat kita nginep. Disinilah keseruan dimulai. Mulai dari haha hihi sampai sampai cebar cebur gabruk... ya, namanya juga touring. Kalo nggak rusuh, nggak touring namanya. Korban kali ini adalah om Zoel, ketua chapter Medan yang baru dibentuk ini. Seru kan, datang dari jauh, trus malah dikerjain. Horas ya om Zoel...

Kunjungan ke SD Pancasila Lembang
Sosialisasi WBD oleh Ketum ALTIC
Sukseskan WBD yaaa....

Peresmian Chapter Medan
Pagi-pagi biar seger...
Demi setumpuk voucher...

Terima kasih banyak ya, buat para sponsor, Toyota Astra Motor, GT Radial, Auto 2000, Mediatama Binakreasi, Autoside Indonesia dan TKB Group. Juga buat para pendukung acara ALTIC Mountain Adventure, mulai dari ACC, Garda Oto, Pertamina Lubricants, Pinky Guard, Auto Bridal, C80, Oatsbits8, Kopi ABC, Garudafood, Big Cola Indonesia, F88 minuman energi, Viro Air Mineral, TKB group, Auto Rotary, Duta Motor MGK, karena berkat para sponsor dan para pendukung, acara kita kemarin jadi meeerrriiiaaaah....

ALTIC MOUNTAIN ADVENTURE... PERSIAPAN LAGI

ALTIC Mountain Adventure

Tahun baru... touring baru... seseruan baru... dan pastinya barenga sama temen-temen di keluarga besar Altis Indonesia Community (ALTIC). Agenda touring besar perdana di tahun 2016 ini akan menuju ke Lembang, sanaan dikit dari Bandung. Setelah Januari kemarin sukses mini touring ke Serang dan emang kece badai, maka touring kali ini lebih ke tengah pulau Jawa lagi. Biar yang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Bali dan daerah timur lainnya bisa gabung di touring ini. Cusss lah ya...

Touring yang direncanakan diadakan tanggal 19 Maret ini, punya banyak kegiatan bermanfaat lho. Mulai dari sosialisasi WBD alias Well Behaved Driver, kegiatan CSR alias Community Social Responsibility, dan juga pastinya kegiatan seseruan bersama keluarga besar ALTIC. Seperti biasa, emang kita kalau touring nggak cuma konvoi-konvoi, pasti bakal ada ilmu-ilmu yang harus disampaikan. Iya dooonk, di komunitas kan juga harus nimba ilmu kan, ilmu urusan kendaraan pastinya. 

Well Behaved Driver ini merupakan sosialisasi buat pengendara biar nggak emosi di jalan raya. Salah satu bentuk mengelola emosi ketika nyupir mobil, yang ujung-ujungnya biar nggak terjadi kecelakaan. Jaman sekarang, kita nyupir bener aja bisa jadi salah. Apalagi nyupir yang salah kan, malah bisa jadi dua kali lipat salahnya. Makanya itu, sosialisasi dan edukasi WBD buat member ALTIC disuguhkan... ceile, bahasanya disuguhkan! Gubraaak...!!! Eh tapi ini beneran ya, kelola emosi itu nggak gampang lho... udah jalan nyantai, orang lain malah ugal-ugalan... kelar....

Direncanakan juga, nantinya kegiatan Touring ALTIC Mountain Adventure akan melakukan kegiatan bakti sosial untuk penduduk yang ada di sekitar lokasi touring kita, yaitu seputar Lembang. Kegiatan ini sudah biasa memang kita lakukan, tapi bentuknya sebenernya ganti-ganti. Pernah juga menyantuni adik-adik yang kurang beruntung (ini bukan riya' ya... tapi sekedar info aja). Kita sadar banget soalnya, komunitas ini komunitas palugada, jadi kalau seneng-seneng bisa, ya berbagi dengan yang lain juga harus bisa...

Seseruan sebelum touring lainnya juga ada lho, seperti on-air di Radio Brava FM 103.8 yang dihadiri oleh Ketua Umum ALTIC, Humas ALTIC, dan Team WBD ALTIC. Ahiy, ajib banget ya, mengudara. Belum lagi, sebelum touring, ada photo session yang dilakukan oleh GettinLow dan Rajamobil.com. Mobil yang difoto? Pastinya mobil yang kece badai. Hahaha... ya mobil handalan di ALTIC siapa lagi bukan kalau om Anto yang pakai velg HSR dari TKB group. 

Sedap kaaan...? Banget! Karena touring ini juga disponsori oleh Toyota Astra Motor, GT Radial Indonesia, Mediatama Binakreasi, Autoside Indonesia, Auto 2000, dan TKB group. Juga didukung oleh Pertamina Fastron, C-80 Carwash, Duta Motor, Yanspeed, Astra Credit Company, Garda Oto, Pinky Guard, Auto Bridal, Rotary Bintaro, Garuda Food, AJE Group (Big Cola), Kopi ABC & OAT8 Biscuit.

Persiapan Touring, bagi-bagi atribut.
On Air di Brava Radio FM 103.8 - yeaaah... 

Have fun go mad di #ALTICMountainAdventure bersama Altis Indonesia Community.

2.24.2016

GOODIES BAG ISI PRODUK RUMAHAN

Nares ulang tahun ke-5! Direncanakan untuk membuat syukuran kecil di sekolah-nya saja. Teman sekelas dan teman playgroupnya. Sederhana saja, tiup lilin, potong kue dan bagikan goodies bag. Udah pasti pun goodies bag yang sederhana, dan bukan produk pabrikan semata. Udah kebayang aja capeknya, tapi itulah saya. Suka dengan hal-hal yang berbau kerajinan tangan, lipat melipat kertas, pokoknya yang serba bikin sendiri. Punya kenikmatan sendiri ketika bisa bikin. Kecuali bikin kue, saya udah nyerah yaaa... Jadi, apa yang sanggup saya bikin sendiri, pasti saya bikin. Yang tak sanggup, saya akan serahkan kepada ahlinya.

Syukuran HUT Nares ke-5 ini, saya nggak punya konsep atau tema apapun, selain memberikan produk Homemade kepada temen-temen sekolah Nares. Dulu, guru sekolah Nares juga pernah pesan kepada orang tua murid, jika mengadakan ultah di sekolah, tidak disarankan memberikan makan yang mengandung MSG semacam snack-snack yang pakai bahan pewarna juga. Bukan apa-apa, ada beberapa anak-anak yang alergi makan perasa makanan, jadinya batuk-batuk deh. Kalau mau dibilang ya jangan dikasihin ke anaknya, kasihan juga... soalnya kan mereka lihat temannya pada makan, masa sendirian nggak makan? Ckckck... terlalu...

Okey, yuk mari bongkar isi goodies bag HUT Nares ke-5. Semoga bisa menginspirasi ibu ibu semuanya ya, memberikan goodies bag sehat buat anak-anak...


Puzzle 

Iya, saya menghadiahi anak-anak puzzle, daripada memberikan peralatan makan atau peralatan tulis lainnya. Kebetulan waktu itu ada bazaar di kantor pak suami, jual puzzle murah meriah buat anak-anak dengan karakter Winnie The Pooh, Cars, Frozen, dan Barbie! Yihaaa, lumayan banget ini. yang cowok bisa dapet The Pooh, atau Cars dan yang perempuan bisa dapet Frozen atau Barbie. Menurut saya, puzzle ini bisa membuat anak-anak bermain kan. Out of the box, kalau kata suami saya. Whatever itu, yang jelas harga dan barangnya lucu... ahahahaa...


Susu UHT

Yang ini  nggak mungkin bikin, udah pasti beli. Ya mau bikin gimana susu UHT? Beli aja di swalayan terdekat dengan harga yang terjangkau. Kebetulan waktu itu ada yang lagi promo, langsung deh borong susu UHT. Mau Indomilk, mau Ultra, mau Diamond, mau Frisian Flag, sama aja lah... tinggal liat yang masuk budget aja kok... dan lihat expired date-nya ya...


Spaghetti Bolognese

Menu ini dipilih sama saya karena gampang masaknya... tinggal cemplungin spaghetti-nya. Bumbu bolognese bisa bikin pun gampang pakai pasta tomat, daging cincang, dan bawang bombay. Males beli bumbu bolognese, bisa pesen rumahan. Yah, kalaupun mau juga, ada jual bumbu bolognese yang udah jadi, tinggal tambahin daging cincang atau apapun sesuai dengan selera. Lebih enak pakai parutan keju. Tapi kemarin saya udah gak sempat, makanya nggak pakai parutan keju deh.


Pudding Ubi Ungu

Bikin pudding ini gampang sekali. Beli agar-agar di supermarket, trus rebus atau kukus ubi ungu, ambil sari pati warnanya. jadi deh keungunan. Sehat karena nggak pakai pewarna buatan. Iya, pakai pewarna alami dari ubi ungu tadi. Pudding itu saya masukin ke cup-cup kecil bertutup, tinggal tambahin pakai sendok plastik. Jadi deh... Anak-anak cenderung suka warna yang menarik, tapi jangan juga dibantai pakai pewarna ya, kalau masih bisa pakai pewarna alami, kenapa nggak?


Nugget Ayam Wortel

Mencari pasangan makan spaghetti, agak bingung tadinya. Sempet kepikir mau kasih sosis, kebetulan ada temen jual sosis enak, tapi kok belum sreg sebagai padanan spagetthi. Akhirnya memutuskan bikin chicken carrot nugget. Iya, bikin sendiri alias nggak beli jadi. Kebetulan emang punya alat-alatnya, punya resepnya, dan punya niat bikin nugget. Horeee, jadi nugget homemade yang masih sangat fresh. Ngerjainnya emang gempor, tapi happy kok... bahahaha! Mau order? Boleeeh... ahahaha!


Cookies Hias Huruf

Aseli, kalau yang ini mah nyerah saya mau bikinnya. Saya nggak jago bikin kue. Kue apapun itu, kok nggak pede dan hampir jarang berhasil kalau bikinnya. Alhamdulillah, punya temen yang jago masak bikin kue, tinggal whatsapp, pesen dan bisa ambil. Sempet kepikiran bikin chocolate cookies aja. tapi emak Dian nawarin bikin cookies hias huruf bertuliskan NARES. Okey banget ide-nya dan saya setuju. Tinggal siapin kotak mika aja. Gampang lah itu bikin mika kotak...

Jajaran paper bag - ya bikin sendiri

Ready to distribute

Homemade semua

Happy Birthday, Nares

Bu... saya mau kue-nya... 

Done... jadi deh goodies bag Nares... alhamdulillah anak-anak dan emak-emak juga suka karena nggak pakai produk-produk ber MSG banyak. Mau pesen goodies bag buat ultah anak dengan harga bersahabat? Boleh contact ke bawah ini ya... hihihihi...


Cookies, kue ulang tahun dan berbagai jenis makanan home made lainnya..
Facebook : Dian Ekayani
Whatsapp : 081282208916
Line: dekamade_dianekayani
PIN BBM : 56B24375

Pesen chicken carrot nugget...
Email ke mona.archy@gmail.com
Whatsapp : 08151606909

9.10.2015

BELAJAR UNTUK BERBAGI... SEDARI KECIL

Tulisan di blog saya, biasanya seputar tentang pengalaman saya jalan-jalan atau pengalaman tips dan trik apalah sesuatu. Kali ini postingan agak beda, tapi ya masih berdasarkan pengalaman juga, lho... Intinya emang based on true story (ceilaaah bahasanya!). Kali ini tulisannya agak sedikit membawa perasaan, iya kalo bahasa gaulnya "baper", pemirsaaa... Ini kisah dari anak-anak sekolahnya Nares, rame di group emak-emak dan cukup membuat kami heboh ngebahasnya. Iya banget, yang biasa itu kalo udah dibahas sama emak-emak, bisa jadi heboh banget. Nah, maka dari itu pun, saya tertarik untuk menulis. Setidaknya, ini juga pelajaran berharga buat kami dan mudah-mudah buat siapapun yang ingin belajar.

Mereka hidup bersama, pasti juga akan berbagi...


Berbagi...

Inti dari tulisan saya kali ini mengenai berbagi. Berbagi rejeki dan berbagi sesuatu yang sifatnya kebaikan. Maaf ya, ini bukan tulisan menggurui atau sok kepinteran atau sok baik atau sok-sok yang lainnya, murni karena saya sendiri pun agak heran. Heran karena kami terbiasa dengan yang namanya berbagi. Apalagi yang sifatnya kebahagiaan, harus dibagi-bagi katanya. Kalau kata nyokap saya, "Kesenangan kita harus dibagi dengan orang lain, tapi kalo kesedihan kita, cukuplah simpan dalam diri sendiri". Nah, ini penting banget buat saya. Masalah orang lain tidak mau berbagi kesenangan dengan saya, ya nggak masalah. Mungkin dia punya pemikiran sendiri... Tapi jujur saja, kita pasti sebel kalau ada yang nggak adil... ahahahah...

Nah, cerita kali ini adalah, ketika ada seorang ibu dari temen Nares, menanyakan kepada kami, anak siapa yang suka ngambil atau minta makanan anaknya. Lanjutan ibu itu, nggak mungkin anaknya ngabisin makanan yang dibawain sama ibunya itu. Hou hou hou... langsung saya nganga. Bingung kan ya, emaknya nggak rela kalau makanan anaknya diminta sama anak lain? Padahal juga dibawainnya banyak lho, bukan sedikit dan terbatas. Udahlah bawanya banyak, nggak bakal abis juga kalau dimakan sama anaknya sendiri, nah diabisin sama temennya malah nggak terima. 


Okey... saya bingung...

Iya banget, saya bingung. Saya sendiri selalu ingatkan ke Nares, kalau ada temen yang minta makanan Nares, jangan nggak dikasih. Tapi kalau saya sendiri, emang selalu bilang sama Nares, untuk jangan minta makanan temennya, karena takutnya temennya lagi lapar, jadi kalau diminta sama Nares, nanti temennya kelaperan, bisa sakit perut. Sementara kalau Nares ada kepengen makanan temen Nares, silahkan bilang ke ibu, nanti ibu siapkan. So far, alhamdulillah berjalan dengan lancarnya. 

Seringkali Nares bawa makanan ke sekolah, nggak lupa dari ingatannya, bawa 2, 3 atau bahkan lebih. Ketika saya tanya untuk siapa, Nares jawab, "Buat A, B, C, D. Nggak mau kasih si E dan F karena mereka pernah pukul Nares". Hahahah... anak bocah, masih aja ya emang mereka belum paham apa yang namanya dendam itu nggak boleh. Well, jujur ya, saya mah happy anak saya bisa berbagi sama temennya, nggak pelit. Biasanya, anak kecil justru egois. Nggak mau berbagi, apalagi sama barang yang dia suka. 


Semua bilang agar berbagi...

Nggak pernah ada yang ngajarin kita untuk pelit. Emang ya, bukan berarti harus boros juga. Perhitungan boleh, tapi jangan kebangetan lah. Yang penting kan ya, kita tetap bisa berbagi. Semua agama juga ngajarin kita untuk berbagi. Berbagi terhadap rejeki yang kita punya. Karena, di dalam rejeki yang kita punya, ada hak orang lain disitu. Kalau dalam agama Islam, makanya wajib yang namanya sedekah, zakat. Karena intinya adalah untuk berbagi. Emang sih ya, berbagi makanan (dalam hal ini temen-temen Nares), bukan sesuatu yang wajib banget mutlak hukumnya, secara temen yang akan dikasih juga hitungannya (in shaa Allah pasti mampu). Tapi saya yakin banget banget, mulai dari kecil diajarin berbagi biar nanti kalau udah gede nggak pelit. Membiasakan diri untuk berbagi.


Eh tapi semua ada hikmahnya...

Dengan kejadian ini, kita para emak jadi makin lebih ngasih tau anak-anak biar berbagi. Kalau makanan diminta sama temen, boleh donk dikasih ke teman. Mungkin dia pengen, mungkin dia masih lapar... Berikanlah, karena siapa tau suatu saat kita yang lapar, mengharap untuk dibagi juga. Kita ambil positifnya saja lah, hikmah dibalik orang tua yang nggak rela makanan anaknya diminta sama temen anaknya. Dan, serunya lagi, ada orang tua murid yang rela bagi-bagiin wafer dan susu untuk temen-temen sekelas walaupun lagi nggak ada event apa-apa, intinya mau ngajarin ke anak-anak untuk berbagi. Giliran saya, minggu depan yang bawa. Inisiatif sendiri lho ini, hahahaha...

Berbagi itu Indah... seindah bunga ini... 

Berbagi itu indah, pemirsa... semoga kita semua bisa berbagi dengan sesama... 

7.22.2015

PEKAN RAYA JAKARTA - JAKARTA FAIR 2015

Yeeeaaay... akhirnya main ke PRJ lagi lho kita (saya aja sih tepatnya). Seinget saya, terakhir ke PRJ itu tahun 1993. Sekarang udah 2015. Tandanya udah 22 tahun nggak pernah main ke PRJ. Hihihi... udah lumutan banget ya? Nggak gaul banget deh... Abis ya, lokasi kan di Kemayoran yang agak jauh dari rumah. Trus denger sana sini, preman parkirnya ganas-ganas tuh di PRJ. Kalo nggak salah pernah ada yang dimintain Rp 50.000 per mobil. Ampuuun... Belum lagi panas... Akh, itu semua yang membikin saya males main ke PRJ. Daaan pastinya PRJ nggak kayak Pasar Rakyat lagi, tapi udah jadi ajang belanja. Hahahaaa... kantong mana kantong? Dompeeet dompeeet...

Tahun ini, kebetulan komunitas ALTIC (Altis Indonesia Community) dapet undangan dari GT Radial untuk ikutan event di PRJ, makanya saya mau dateng ke PRJ. Ahahaha, seseruan sama temen-temen komunitas, makanya mau dateng ke PRJ. Niatnya adalah kopdar donk ya, sekalian belanja. Nah, itu baru bener... hihihihi, kalo belanja doang mah, ampuuun deh. Saya melambaikan tangan pada kamera. Etapi ya, emang hidup hemat kan juga dianjurkan ya... jadi orang jangan konsumtif... *sokiyepembelaandiri.

Okey, setelah 22 tahun nggak ke PRJ, ternyata PRJ yang kemarin kita kunjungi...

Lokasinya masih di Kemayoran, kalo nggak salah namanya Jiexpo Kemayoran. Lokasi PRJ sih nggak pernah berubah ya, selalu di Jiexpo itu. Iya deh, pokoknya yang deket jalanan bekas runway pesawat. Hohooo, keren yak, kita bisa jalan di runway pesawat.

Bawa mobil? Masuk ke area parkir Jiexpo ini kena Rp 25.000 per sekali masuk. Bawa motor? Kena Rp 10.000 per sekali masuk. Nanti di dalam, bisa ngasih lagi parkir tips, tapi mereka nggak maksa kok. Beda sama preman yang di Senayan. Jalan kaki? Gretong. Buat yang naik bus atau kereta (KRL), ada disediakan shuttle bus oleh pengelola PRJ. Ini kebukti kemarin ada temen kita dari Bogor, ke Kemayoran naik KRL, turun di Stasiun Rajawali dan sambung shuttle bus ke PRJ (*tunjuk tante Visi dan om Alfath). Nah, ada juga kalo pakai bus Transjakarta, ada shuttle bus dari halte Transjakarta Monas. Cek sendiri deh kalo tentang ini mah (tahun depan ngga tau juga sih nasibnya...). Lumayan lah, kalo nggak bawa kendaraan sendiri masih bisa gampang dicapai.

Masuk ke dalam area PRJ, kudu bayar ya... Tarifnya? Senin : Rp 20.000, Selasa - Kamis : Rp 25.000, Jumat - Minggu : Rp 30.000. Semuanya per orang ya... Jadi setiap orang dewasa ya bayarnya segitu. Kalo anak-anak dihitung bayar kalau tingginya 100cm ke atas... Oia, Lansia diatas 60 tahun juga gratis kayaknya. Kemarin tapi sih ya, Nares gratis lho. Umur Nares 4 tahun, tapi tingi udah 108cm. Harusnya bayar. Berhubung kemarin kita naikin Nares ke stroller, akhirnya Nares nggak kena wajib bayar. Aahahahah... curaaang!

Karena kemarin kita datang pas lagi di bulan Ramadhan dan tanggal tua alias tanggal sekarat alias tanggal bokek, makanya PRJ nggak terlalu ramai. Parkiran cenderung sepi. Enak deh kalo jalan begitu, nggak desak-desakan. Masih bisa napas lega. Mungkin bisa disiasatin, buat tahun depan kalau mau ke PRJ, pas tanggal tua dan puasa aja. Nyaman deh pasti... Oia, pintu masuk ke PRJ ini mulai dari A sampe K ya... nah, cari pintu masuk nggak masalah dimana aja, yang penting deket aja sama parkir atau akses kita diturunin shuttle bus-nya.

Karena wilayah Jiexpo ini luas sekali, jadi jangan lupa ambil peta PRJ ya. Kita bisa liat di peta, kita ada dimana dan mau kemana lewat mana. Hilang sih kayaknya nggak ya, cuma nanti mungkin muter-muter malah bisa nggak jelas mau kemana. Kecuali emang niat mau mubeng-mubeng nggak ada kerjaan, monggo... Yang bawa bayi, anak kecil, bawa stroller jangan lupa. Anak-anak pasti kecapekan kalo jalan kaki. Ntar dia rewel, malah bikin ribet sendiri ke kita. Saya kemarin bawa 2 stroller. Iya si kakak dan buat si adek. Hihihiii...

Di luar hall
Pasukan lagi pada makan... buka puasaaa...
Hall B kayaknyabisinya otomotif...

Bikin list belanjaan yang mau dibeli, kalau belum punya tujuan yang jelas. Catatan belanjaan ini soalnya buat memantau keuangan kita pada akhirnya. Kalaupun nggak punya list belanjaan, beli yang emang bener-bener lagi murah atau promo. Kemarin sih kita kesana ada beberapa list yang emang mau dibeli. Tapi dengan syarat kalau harganya murah dibanding harga normal toko. Jadi, ya begitu deh mensiasatinya. Liat juga sih orang yang memborong ini itu anu ono... hihihi, pasti emang seru banget ya belanjanya... 

Nggak sempet dan nggak minat main liat pertunjukan musik... udah lokasinya paling jauh di belakang, terus kita juga bawa anak-anak. Belum lagi udah mulai malem, besok bapaknya anak-anak kerja juga. Skip dulu deh liat panggung musik segede gaban. Done sama urusan komunitas dan belanja seadanya ala ala aja... kita balik... hihihih...

5.16.2015

DOMINOS PIZZA KITCHEN TOUR

Genk Rumpi emak-emak udah emang paling hits sedunia (saya). Mulai dari permasalahan dapur, sampe urusan jalan-jalan pasti rame dibahas di group. Mau itu group Whatsapp, group BBM, group Line, ataupun group Facebook. Apalagi kalo udah urusan anak-anak, pastilah numero uno katanya. Ahahaaa, anak-anak emang wahidun lah. Apapun buat anak pasti diusahakan. Makanya gak heran perbisnisan dunia anak pasti digalakkan (bukan galak yes). Nggak ada, tetap diadain, nggak mampu pasti diusahakan. Tapi ya namapun buat anak, in shaa Allah rejekinya dilancarkan terus. Aamiin...

Genk Rumpi emak-emak sekolah Nares kali ini judulnya kegiatan anak-anak. Iya, mau ngajakin anak-anak cooking class yang lagi heitz dimana-mana. Cooking class alias anak-anak belajar sambil main masak-masakan, jadi salah satu agenda yang dijadwalkan ama emak-emak bocah Playgroup (PG) IKKT. Seseruan aja siyh pastinya, namanya juga buat menghibur. Coba aja deh, McDonalds punya cooking class buat burger, Dapur Cokelat ngadain cooking class ngebikin lollypop cokelat, dan yang saya tau ya Dominos Pizza niyh, bikin pizza. 

Berhubung rumah kita daerah Kemanggisan dan disitu ada Dominos Pizza, jadilah kita agendakan si bocah-bocah masak di Dominos Pizza. Deal tanggalnya, yang penting hari Minggu karena ortunya pada bisa nganter. Lah kalo gak dianter kan bingung ya nanti anaknya disana begimana. Secara anak-anak masih piyik gitu. Sepakat tanggal yang diinginkan, yang mau boleh daftar dan langsung bayar ke ketua kelompok genk PG IKKT.

Daftar pesertanya minimal 10 anak. Cewek cowok nggak masalah yang penting mau aja. Usianya berapa? Ya kira2 aja kalo udah ngerti bikin2 begituan mah diajak ajah. Tapi ya mending sih 4 tahun ke atas kali ya, jadi mereka udah ngerti apa itu pizza dan udah mulai ngerti ngeracik pizza. Nggak semua bocah PG ternyata mau ikut, akhirnya nyulik sepupuan dan sana sini, sampai akhirnya ketemua 10 bocah. Bayarnya? Rp 36.000 saja per anak. Murah saja bukan, untuk sebuah yang namanya pengalaman. 

Sampailah pada waktu yang sudah dipilih sama emak-emak. Kudu wajib harus sampai di Dominos Pizza pk. 10.00, dan nggak boleh telat. Kalao telat? Nggak tau deh, hahahaaa... kebetulan saya bawa gerombolan yang paling banyak, agak telat 8 menit. Maafkanlah daku... the gerombolans super duper rempong... Tepatnya pk. 10.15, kita mulai akhirnya... ahiy... seru banget karena emak-emaknya yang pada sibuk fota foto. Anak-anaknya pada anteng kok, karena pihak Dominos Pizza lagi nyeritain sejarahnya Dominos dan bahan dasar pizza. 

Kelar penjelasan, langsung deh mulai acara bikin pizza oleh anak-anak. Tapi sebelumnya, bocahers pada pake apron dan topi kok dulu ya... Disediakan loh dari Dominos dan sudah termasuk biaya cooking class tadi. Lucu banget nih... liatlah expressi mereka. 

Dengerin penjalasan sejarah Dominos dan bahan baku pizza
Bikin kotak pizza
Cuci tangan dulu... :)
Membuat pizza
Taburin keju... 
Pizzanya lagi dimatengin lagi... 
Pizza matang dan siap disantap
Selesai

Tepat pk. 11.00, acara masak dan makan pizza selesai. Anak-anak dan orangtua diminta foto bersama. Keren banget lah acaranya. Pengalaman baru yang jelas. Dengan harga Rp 36.000 saja, kita bisa dapet pengalaman. Belom lagi itu dikasih apron, kotak pensil, makan pizza dan minum, dan sertifikat. Cuss deh yang mau ngisi liburan sekolah nanti (kalo pas lagi gak puasa kali yeeeee...)

5.12.2015

ULIN KA KUNCIR - TOURING ALTIC 2015

Halooo, assalamualaikum... Saya datang membawa sapu untuk membersihkan sawang-sawang yang ada di blog saya. Udah lama nggak nulis, udah lama juga melupakan blog ini. Lagaknya udah kayak orang sok sibuk, nyatanya emang sibuk. Hahaaa, udah paling bener emang, jadi ibu rumah angga itu sibuknya ngalahin orang kantoran. Nggak ada jeda, ngga ada mau istilah kabur ke pantry, nggak ada istilah biz trip. Makan aja yang ada... Ahahahaa... curhat ini mah ceritanya. Baiklah, mari kembali kepada tujuan awal, meninggalkan jejak pengalaman hidup saya... Ceileh...

Ceritanya sih ya, setelah skip 1 kali touring Altis Indonesia Community (ALTIC) ke Garut karena pas banget sama waktu lahiran adek Nara niyh, touring kali ini kita mau ikut (lagi). Ahiiiy, ikut touring itu seru banget. Ya nambah temen, ya jalan-jalan, ya refreshing, ya jajan, ya seseruan deh pokoknya. Sekali ikut touring, biasanya ketagihan. Mau lagi dan mau lagi... Suasananya itu lho, ngangenin banget. Ketawa ketiwi nggak jelas, yang jelas mah happy deh. Cocok buat pelepas dahaga eh maksudnya pelepas penat dari kegiatan rutin kita. Alhamdulillah, tahun 2014 kemarin, kita ikutan touring ke Anyer. Eh pas yang bulan September, kita belum bisa ikut. Ya namanya juga nungguin lahiran kan ya...

Touring awal 2015 ini, ALTIC milih kota Cirebon dan Kuningan dengan Judul ULIN KA KUNCIR (artinya Main ke KUNingan CIRebon) untuk dituju sebagai tujuan touring kita. Uhuy banget kota tujuan kita kali ini, Cirebon dan Kuningan punya banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Di Kuningan, selain bisa liat pemandangan Gunung Ciremai, bisa liat Curug Cidomba, Museum Linggajati, dan Waduk Darma. Nah, Cirebon-nya sendiri, kita bisa ngunjungi Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman. Kuliner, beuh... banyak banget disini. Mulai dari Nasi Jamblang, Empal Gentong, Tahu Gejrot, Hucap (Tahu Kecap). Kalo emak-emak macam model saya ini, nggak lupa pasti Batik deh. Yang terkenal di Cirebon ini adalah Batik Trusmi. Belanjaaa... Cirebon Kuningan seru deh. 

Ada bayi ikut touring (doc. pribadi)

Berangkat tanggal 1 Mei 2015, pas barengan sama libur nasional May Day. Kita kumpul di Rest Area KM 39 Toll Cikampek. Biar nggak kena macet di Kawasan Industri (antisipasi), kita ngumpul pk. 04.00. Iya, subuuuh, mas bro mba sis... mau gimana lagi, daripada macet bingit? Start dari sini, kumpul 60 mobil Corolla Altis dari berbagai macam gen. Total peserta touring kali ini emang 80 mobil, tapi sisanya datang dari Cirebon, Bandung, Bali, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Total chapter yang ikut, berarti dari Jakarta, Banten, Bogor, Bandung, Cirebon, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali. Horeeee, rameee... 80 mobil, 130 peserta semuanya. Seperti biasa, kalo ALTIC Touring udah pasti bareng sama keluarga, "Not Just Brotherhood, We Are Family". Iya, seperti saya juga membawa rombongan sirkus. Hihihi.

Bawa Jalan All New Corolla Altis (doc. om Arul ALTIC-146)

Alhamdulillah, perjalanan lancar. Kami peserta touring, dibekali Handy Talkie (HT) untuk komunikasi selama perjalanan. Udah pasti karena No Text While Driving ya... Sebelum perjalanan Hari-H, kita semua peserta touring di briefing SOP Touring. Iya banget, setiap kali touring kita pas di-briefing tentang SOP Touring. Teruuus..., touring kali ini kita mengedepankan SAFE (smart, alert, focus, and educated) di jalanan. Oh iya, selama touring ini, kita nggak pake Patwal ngiuk-ngiuk atau totot totot itu lho. Kenapa? Karena kita harus Share The Road sama pengguna jalan lainnya. Kita nggak egois pakai jalan sendiri, mentang-mentang touring. No. Terbukti bisa kok. Alhamdulillah ya, sesuatu banget kan... #daripadadisumpahinorangkarenamonopolijalan

Sampai di Kuningan, langsung menuju ke Hotel Prima Resort Sangkanhurip. Tiba di Hotel, pukul 13.00, dilanjut dengan makan siang khas kota Cirebon, Nasi Jamblang. Enak lho, nasi-nya dibungkus Daun Jati. Istirahat dulu sebentar, karena udah perjalanan jauh dan lanjut acara main ke Curug Cidomba. Nggak semua orang ikut sih, soalnya sebagian besar udah teler di jalanan. Hahahahaaa... Malam, dilanjut acara Gala Dinner. Nah, pas itu rame banget deh tuh, pembagian hadiah dan undian. Saya? Alhamdulillah menang lomba Twitter terbanyak. Nyahahaha, anak socmed ya? Kekininian sekali. Acara Gala Dinner selesai pukul 21.00. Lanjut pukul 22.30 yang pada ngapi ngunggun sambil minum bajigur jahe. Sedaaapnyaaa...

Gala Dinner (doc. pribadi)

Cakep, gan... (doc. om Ridho ALTIC-272)

Hari kedua, kita menikmati pemandangan kaki gunung Ciremai. Cakeeeep, ciyn! Makanya pun, foto session adanya disini. Alam Indonesia emang udah paling cakep. Selesai foto sessi dan test drive All New Corolla Altis, kita lanjut ke Cirebon. Karena udah jam makan siang, kita mampir di Empal Gentong Krucuk. Enak bingit. Nggak pake mahal juga. Seporsi lengkap sekitar Rp 23.000 termasuk es teh tawar. Lanjut mampir Keraton Kasepuhan ya. Nggak lama-lama disini, kita takut kesorean soalnya. Dilanjut main ke Pusat Oleh-oleh Pangestu dan lanjut Batik Trusmi. Acara di Batik Trusmi ini udah paling enak deh, belanja gitu loh... Selesai dari Batik Trusmi, kita pisah lagi niyh sama team Bandung, Jawa Tengah, dan Bali. Mereka mau kembali ke alam, dan kita yang di Jakarta juga mau lanjut kembali ke alam. Huhuuu, mulai drama deh... agak gimana gitu rasanya pisah sama sohib chapter nun agak jauh. Mudah-mudahan nanti jumpa lagi ya... 

Alhamdulillah, perjalanan touring lancar. Semua (in shaa Allah) senang. Iya, senang banget soalnya acara Touring ALTIC ULIN KA KUNCIR ini didukung oleh Toyota Astra Motor, Auto 2000, GT Radial, Pertamina Lubricants, Dapur Pacu Autoworks, Duta Motor, ACC Kredit Mobil, dan Garda Oto. Media Partnernya? Beuuuh... sejibun nih... Autobild Indonesia, Car Tuning Guides, Otomotif, Rajamobil.com, Modifikasi. Oia, kita juga kemarin diliput sama Metro TV. Ahoohooo...

Bagi-bagi hadiah... (doc. pribadi)

Not Just Brotherhood, We Are Family (doc. om Arul ALTIC-146)

Here We Are (doc. om Danu ALTIC-212)

1.06.2015

MENGISI LIBURAN ANAK DI RUMAH

Begini rasanya punya anak udah mulai sekolah. Ada bagi raport-nya (kalo di Playgroup sekolah Nares namanya Buku Laporan Kegiatan). Ada libur sekolahnya. Ada field trip-nya. Ada uang bayarannya yang pasti. Ho oh, the latest one itu yang wajib mutlak ya, nggak mungkin khilaf. Tapi tenang kok, saya nggak bicara tentang bayaran sekolah kali ini. Bayaran urusan bapaknya, saya cuma ngasihin ke gurunya kok. Aman terkendali kalo masalah bayaran. Yang penting cukup remind bapak suami, kalao awal bulan itu bayaran sekolahnya Nares. Kelar. Hidup emang tak semudah cocotnya pakde Mario Teguh, sih. Tapi buat saya, hidup itu udah sulit dan jangan dipersulit adanya. #gayaloemonsokbijak

Semester pertama telah berlalu, cepet banget emang waktu berjalan. Nggak berasa ya? E siapa bilang dah? Saya mah berasa. Lah ngurusin rumah, ngurusin anak, ngurusin suami, ngurusin tetek bengek, sampe akhirnya diri sendiri kurus karena tak terurus. Eeeaa, ada yang curcol di blog. Weits, tapi  nggak lah, keluarga walaupun berat seperti apa juga tetap enjoy. Kali ini beneran enjoy lho, bukan sekedar slogan belaka macam Enjoy Jakarta tapi bener-bener nggak enjoy sama Jakarta ini. Eh lah ini ngemengnya kemana-mana dah. Iye, intinya ya, ini semester pertama sekolahnya Nares udah berlalu, saatnya terima raport yang mana disusul dengan liburan sekolah. Yeeeaaayyy liburan! Iya, anaknya mah liburan, emaknya? Hmmm...

Liburan sekolah Nares kali ini, agak bersyukur ya, karena si emak lagi libur juga (masih on maternity leave ceritanya). Jadilah kita yang setiap hari penuh berjumpa di rumah. Okesiph. Nares tipe anak yang punya banyak kegiatan alias nggak bisa diem. Kalo nggak ada kerjaan, Nares akan marah-marah, pemirsa... huhuuu, iya marah-marah sama ibunya. Marah yang nggak jelas. Kadang malah jadi cenderung njahilin ibunya dan adiknya si bayi. Makanya, pas kemarin liburan di rumah, setiap hari saya cari ide mau bikin apa bareng sama Nares. Intinya biar dia ada kerjaan, nggak iseng. Secara kan kalau liburan juga nggak bisa melulu pergi keluar tho? Masa' mau ngelayap melulu? Sesekali boleh lah pergi. Seringkali bisalah jebol tuh kantong pundi.

Apa sih yang kita lakuin di rumah selama Nares libur...? Inilah kekacauan di rumah yang kami buat...

Main guru-guruan, bikin whiteboard jadi-jadian di dinding. Ceritanya Nares mau jadi bu guru. Udahlah semua yang gurunya di sekolah lakukan, diulang di rumah. Mulai dari nyuruh masuk anak-anak ke kelas, baca doa sebelum belajar, doa makan, suruh nyanyi-nyanyi, suruh beres-beres, termasuk sampai adegan menegur anak-anak yang nggak bisa diem. Misalnya aja kayak gini, "Anton, ayo duduk. Kita mau mulai berdoa. Kalau anak pintar itu, duduk, doa... yuk duduk". Nah, udah kan macam guru banget dia punya gaya. Tetiba, pun Nares minta, "Bu, mana papan tulisnya? Bu Guru di sekolah suka tulis-tulis di papan". Yahilah, kerjaan banget deh bikin papan tulis jadi-jadian. Akhirnya ambil kertas bekas ukuran A3 yang ada di dapur (bekas sobekan kalender), pluk, tempel ke pintu. Tapi ya, anaknya kok minta bisa dihapus juga tuh papan tulis. Jreeeng, nyarilah kertas mika di dapur lagi. Untung aja ada. Selamat...

Bu Guru Nareswari

Besok harinya, kita bikin i-pad dan camera foto versi kardus bekas. Kardus bekasnya sangat sederhana banget, saya pakai kardus bekas minuman sachet kopi. Pun, minuman itu dikasih, jadi bener-bener modal lem, gunting, sama idea. Kardus dibentuk dipotong sedemikian rupa adanya menyerupai kamera. Kamera jadul pastinya, secara kamera segede gaban gitu. Hahahha, yang penting ada lobang buat ngintip sama ada layar untuk melihat hasil yang di foto. Trus Nares minta bikinin i-pad. Jadilah itu kardus bekas dimodif ina inu macam i-pad jadi-jadian. Akh, sekali lagi, yang penting jadi, yang penting happy, yang penting seru, yang penting nggak rusuh lah.

Ipad dan Camera versi Nareswari

Selain itu dua macam bikin-bikin seseruan, kita pun coba bermain sedikit lelucuan. Wkwkwk, tapi kalo ini sih agak-agak sambil belajar, karena Nares harus sedikit mikir. Iya, kita bikin tempel-tempel bentuk. Jadi saya gambarin bentuk di kertas polos, trus saya potongin karton yang bentuknya sama dengan yang di kertas. Nanti saya minta Nares untuk tempel potongan-potongan itu sesuai dengan yang di kertas polos. Maksudnya sih biar Nares bisa menyamakan bentuk yang ada. Alhamdulillah, Nares bisa lah untuk nyamain bentuk itu. Bunga dengan bunga, hati dengan hati, daun dengan daun. Kocaknya lagi, setelah itu tempal tempel jadi, anaknya bilang gini, "Bintang tiga ya bu, bagus nih..." Iya, emang di sekolahnya kalau hasil pekerjaan bagus, suka diberi stempel bintang 3. Oia, ini bahan tempal tempel saya pakai bener dari bahan bekas. Kertas amplop cokelat bekas, karton sampul bekas, pita bekas.

Tempel-menempel

Selain main-main yang di atas, Nares selama liburan juga main peran. Katanya sih ya, emang anak umur segitu senengnya berperan jadi guru, jadi dokter, jadi pemadam, jadi pilot, jadi supir, dan bahkan kemarin jadi ibu-ibu. Wakwaaawww... Nah, secara emang Nares itu suka banget ambil barang-barang di rumah untuk dijadiin mainan, nih yuk coba liat hasilnya. Lucu banget deh. Main dokter-dokteran, susun rapih tempat tidur, pasien, bantal, selimut. Ada lagi main rumah-rumahan pake kardus bekas beli freezer. Hahahahaa... seruuu banget!

Rumah Sakit
Rumah Nares

Yang nggak kalah seru banget niyh ya..., kita bikin baling-baling dari kertas lipat warna. Iyalah, macam origami itu, tapi nggak bisa bikin origami, akhirnya saya bikin baling-baling aja. Ini ya, sebenernya emaknya Nares juga doyan maen beginian. Jadi kalau bilangnya bikinin anak sih, ya kamuflase dikit-dikit. Hahahaaa, jikalah suatu saat Nares sudah bisa membaca blog ibu, maafkan ibu ya nak, terkadang memanfaatkan situasi. Bikin baling-baling ini sangatlah mudah. Bahannya sederhana; kertas lipat bujur sangkar, gunting, lem, lidi. Kelar. Bahannya sederhana tapi bahagianya seampunan. Lihatlah itu expresi muka si anak yang kegirangan. Nah, kurang lebih si ibu pun kegirangan. Sayang nggak mau mengabadikannya.

Baling-baling kertas

Naaah..., begitulah kami mengisi liburan akhir tahun 2014 kami dengan cara yang sangat sederhana. Udahlah main di rumah, pakai barang-barang yang ada pula, bahkan ada yang pakai barang-barang bekas. Nggak perlu keluar biaya lagi, duitnya bisa buat beli makanan aja. Huaaa, jajan barang nggak, tapi jajan makanan mah iya. Sama juga boong itu mah... Nah, liburan akhir semester nanti, liburan Nares bakal kayak apa ya...? Masih bisa seseruan bareng nggak ya, secara ibunya udah mulai kelayapan lagi...? God knows... 

8.16.2013

BISNIS ITU NAMANYA : EM EL EM

Beneran banget, bercerita adalah hobby saya. Sebenernya sih orang bisa tau apa yang saya maksudkan hanya ketika saya mengemukakan satu kalimat. Tapi kalo kalimat itu udah nyangkut di otak, urusannya jadi panjang. Ada yang namanya analisa, ada yang namanya mencari latar belakang, ada yang namanya efek kedepan, dan lain sebagainya. Nah, postingan kali ini juga begitu. Sebenernya saya cuma mau bilang “Saya nggak tertarik sama yang namanya Multi Level Marketing”, tapi ketika itu nyangkut di otak, ada di list-list yang saya mau ceritakan. Mulai deh, pengen cerita ini itu anu ono ina inu. Dulunya gimana, sekarang gimana, kenapa begitu, kenapa begini, kok bisa ya? Panjaaaaang lah urusannya. Tapi jangan sepanjang jalan toll Cipularang yah, kelamaan bok…

Jadi ceritanya itu, gegara udah beberapa kali diajakin ikutan bisnis MLM alias Multi Level Marketing, tapi saya nggak pernah gabung. Kenapa? Jawabannya adalah karena saya nggak hobby dengan yang namanya marketing. Sadar sih, semua orang pasti mau nggak mau berurusan dengan yang namanya marketing, termasuk salah satunya adalah menjajakan diri kepada suatu perusahaan. Naro biodata di jobsDB, Jobstreet, karir.com, linkedin, itu kan ya masuknya sebagai marketing diri sendiri kan. Tapi kalo untuk urusan marketing yang terkait bisnis tulen, saya kok agak-agak gimana gitu ya join-nya. Minder takut nggak berhasil? Nggak, itu sih namanya pesimis. Tapi apa yang saya rasakan, banyak ada hal-hal yang agak nggak masuk di akal saya (aseli ini menurut pandangan saya).

Duit duit duit euy...


Masih inget kan, beberapa cerita MLM di jaman dulu yang mulainya dari Amway. Amway ini kalo nggak salah jualan produk rumah tangga gitu, ya pokoknya seputar cleaning-cleaning. Amway menghilang, mulai ganti ke CNI yang jualannya produk untuk ngisi rumah dari A sampe Z. Malah ada yang bilang, CNI itu isinya ya kaya’ supermarket aja, cuma ya satu label : CNI. CNI Berjaya banget loh, sampai ada gedung CNI tuh di Puri Indah. Dan akhirnya, sampai akhirnya CNI mulai meredup, terus ganti ke Tiens yang jualannya kebanyakan adalah vitamin atau supplemen kesehatan tapi bukan obat. Yang Tiens ini nggak secemerlang kaya’ CNI. Trus, sekarang yang lagi rame banget itu ya Oriflame. Oriflame sendiri produknya adalah kosmetik-kosmetik perempewong dan lelekong.

Waktu jamannya Amway dan CNI beredar, saya masih dibawah umur 21 tahun, yang mana akhirnya saya jarang banget ditawarin produk-produk itu. Boro-boro ditembak jadi member, orang ditawarin beli produk aja nggak. Ya, belum kerja gitu loh, dong hadong hepeng, lay… Tapi, saya nggak jarang, dengerin bapak ibu dan abang-abang saya diberondong sama member Amway dan CNI untuk jadi member  MLM itu. Mereka dikirimin kaset dan CD beserta buku yang itu semua merupakan tools (atau apa tuh namanya) yang ngasih tau apa itu MLM, apa manfaat MLM dan lain-lain yang pokoknya ngasih gambaran kalo ikut MLM itu pasti baik dan bagus dan menguntungkan.

Ketika saya mulai kerja, saat itu yang lagi jaya-jayanya Tiens. Punya temen yang ketemu di seminar suatu acara asosiasi profesi, trus berlanjut. Eh nggak tau ujung-ujungnya dia ngajakin ikutan gabung ke Tiens. Sampe waktu itu temen saya bela-belain jemput ke kantor, ngajak makan siang. Asem banget pas disuruh beli tiket seharga Rp 50 ribu, yang ternyata isi acaranya motivasi gitu buat member-membernya. Wadda hell event is this.. Hadeuh, mendingan duit segitu buat makan dah, udah kenyang pastinya. Yah, tapi kalo nggak gitu ya nggak dapet pengalaman juga sih. Nah kan pengalaman adalah guru yang paling berharga kan? Nggak bisa dibeli kan? Nah, apalah arti uang Rp 50 ribu untuk membeli sebuah pengalaman. #gaya banget nggak sih bahasa sayah.  Tapi ya nggak ngaruh sih, saya tetep nggak gabung di bisnis MLM itu. Sampe akhirnya, saya memutuskan contact dengan teman saya itu. Ya, bukan mau mutusin tali silaturahmi yang emang dosa sih, kalo diputus secara sengaja, tapi kan ya, kalo cuma ditelpon atau ditanyain kabar yang ujung-ujungnya saya disuruh ikutan MLM, ya mending mundur perlahan aja degh….

Setelah menikah, ternyata system MLM ini masih berjalan yah. Ini terbukti banget dengan adanya temen suami saya yang memberikan kepada suami saya itu “seperangkat alat jualan”. Hihihi, nggak jauh beda dengan apa yang ada di benak saya, suami ya males juga sih sama yang namanya MLM. Komentar dia sih nggak banyak, “males akh…” gitu doang. Ahahaha, orang rajin model suami saya aja bilang males, apa kabarnya si neng Mona yah? Palingan juga yuk dadah gudbay.

Nah, belum lama ini, ada lagi sahabat saya yang nawarin bisnis MLM itu (lagi). Kali ini yang ditawarin adallah Oriflame. Karena nggak enak, akhirnya mencoba isi form pendaftaran sebelum proses yang terakhir yaitu transfer uangnya. Tapi ya, walaupun udah isi form, kok transfernya males banget degh. Padahal saya udah dikejar-kejar disuruh transfer. Nggak mahal kok cuma Rp 50 ribu kurang dikit. Tapi ya, namapun belum kepengen dan belum sreg, jadi males aja gitu nransfer segitu. Pelit? Kaya’nya sih bukan sih. Tapi ini lebih kepada komitmen. Buat apa ikutan kalo nggak yakin. Itu intinya. Nggak yakin kenapa? Emang nggak sreg aja. Dan saya emang nggak mau kalo ngerjain sesuatu itu nggak tuntas alias nggak serius. Ketika mau ngerjain sesuatu, ya serius. Nggak serius, mending nggak usah sekalian. Just for fun? Mending fun beneran degh. Itu emang karakter saya.

Berbisnis MLM ini mungkin memang mudah bagi sebagian orang, tapi saya tidak. Jiwa saya nggak pada marketing. Kalau boleh disuruh milih antara produksi dan marketing, walaupun mungkin orang produksi penghasilannya nggak seberapa ketimbang orang marketing, tapi saya milih untuk jadi orang produksi. Nggak pengen kaya? Akh, rejeki udah ada yang ngatur. Allah Maha Adil. Yang penting kita usaha, insyaaAllah ada jalannya. Aamiin. Nggak tergiur sama penghasilan-penghasilan yang bisa didapet dari bisnis MLM? Yahilah, kan rejeki dari Allah, datang bisa darimana saja, asalkan kita berusaha bersungguh-sungguh. Ya kalo nggak cocok, ya masa’ mau dipaksain? #eh nggak ada juga sih yang maksain, hihihi…

Tapi aseli ya, apakah ini sifat keturunan genetic atau apa, makanya saya pun nggak sreg sama bisnis MLM itu. Bapak ibu saya nggak pernah tertarik dengan konsep MLM. Kakak-kakak saya juga nggak pernah gabung dengan bisnis MLM. Sekarang saya, pun nggak sreg sama bisnis itu. Wedeeeh, ini ya namanya gambreng yeee, lima-limanya nggak ada yang berbakat ngejalanin bisnis gituan.

Macam-macam MLM yang saya tau...

Entah apa yang ada di pikiran saya mengenai bisnis MLM itu. Tapi yang jelas, saya berfikir bahwa…

Ngikutin bisnis itu harus tega nggak tega sama temen sendiri. Ini maksudnya adalah, kadang temen pun dijadikan sasaran tembak. Nah, yang nggak saya sependapat disini adalah, karena bisnis MLM itu ya, temennya dijadikan korban. Pasti ngajak temennya ikutan gabung, biar diri kita dapet bonus. Bukannya niat mbantuin temen, tapi justru niatnya besar ke pribadi sendiri alias Cuma nguntungin diri sendiri. Lah gimana nggak, coba deh, pasti kebanyakan yang ikutan MLM, trus mau narik member lain, niatnya biar dirinya sendiri selamat dari target marketingnya. Jarang banget kan, yang niatnya emang mau bantuin temennya itu…

Di bisnis itu ya, menurut saya kita disuruh (baca : setengah maksa) untuk beli produk perusahaan itu. Yang core bisnis di jualan supplemen, ya beli supplemen. Yang core bisnis di jualan produk rumah tangga, ya beli deh tuh sabun, odol, karbol, endebreh-endebreh. Yang core bisnis di jualan produk kecantikan, ya beli deh tuh segala peralatan dan perabotan lenong. Nah, kali aja ada gitu, yang core bisnisnya spare part mobil atau gadget, pengen banget saya gabung. Hihihiii…

Member-member yang mendewakan bonus dari apa kerja kerasnya. Eh kenapa pula dibilang bonus? Kan si member itu kerja keras, tandanya emang dibayar donk, sama perusahaan. Itu sih semua orang juga lumrah banget kalau begitu adanya. Yang kerja di kantoran juga kadang dapet bonus donk, sama kan? Jadi, apa kelebihannya dink bisnis MLM itu?

Salah satu kelebihannya adalah sepertinya memang waktu kerjanya nggak seterikat kaya’ orang kantoran. Tapi jangan salah, kalo orang kantor jam kerjanya biasa dari eight to five, ini MLM bisa eight to eight kali ya, malah bisa lebih lama. Bisa jadi loh. Nah, belum lagi yang ceritanya adalah kalo lagi ada training Sabtu atau hari libur, blah kapan waktu sama keluarganya? Apa kabarnya yang disuruh e-training after office hour ya? Pulang kerja, di rumah malah sibuk sama bisnis MLMnya ketimbang sama anak-anak dan suami atau istri. (disclaimer : ini menurut saya yah).

Diimingi bonus yang membludak dengan sharing pengalaman si member A dapet mobil BMW bulan ini, si B dapet pesiar ke luar negeri, dan si C dapet emas batangan sekian gram. Iming-iming bonus itu menurut saya terlalu dibesar-besarkan. Tapi saya yuakin buanget kalo imingan bonus itu untuk narik member yang lain biar tergiur. Maafkan, saya belum (dan sepertinya tidak akan) tergiur untuk memulainya. Yah, maklum saja,  masih percaya bahwasanya adalah “kalau emang rejeki, nggak bakalan lari”. Balik lagi, yang penting usaha maksimal. Nah, urusan usahanya dimana, ya itu balik lagi sama pemilihan seseorang. Masing-masing orang punya pilihan kan…

Nah jadi ya…, mohon maaf banget buat yang suka nawarin saya berbisnis MLM, sampai saat ini saya belum berhasil untuk bergabung dengan bisnis MLM. Mungkin kalau saya nanti suatu saat saya berubah pikiran atau gimana-gimana, baru bisa bergabung. Mungkin yeee…

10.30.2012

KISAH ERWIN - BAGIAN 4

Posting-an kali ini mau update tentang Erwin. Erwin sahabat SMP saya yang terkena gangguan mata (kalo bahasa kedokterannya ablasio). Udah lama nih, nggak update tentang Erwin...

Buat yang ngikutin cerita saya di blog ini, pasti udah nggak heran lagi siapa Erwin itu. Buat yang baru tune-in, monggo mampir dulu (atau nanti juga boleh) di cerita episode awalepisode satuepisode dua dan episode tiga yang udah saya post.

Tanggal 13 Oktober kemaren, saya menyempatkan ke rumah Erwin. Sebenernya sih mau ngedrop uang untuk berobat Erwin - karena besokannya mau operasi katarak, tapi kan ya sembari nengokin, main, dan ngobrol ya nggak ada salahnya toh? Lagian juga waktu itu pas saya ada acara di kampus, yang kebetulan kampus saya deket banget sama rumahnya Erwin. Bungkuslah, maen ke rumah Erwin di bilangan Meruya itu. 

Sabtu sore itu, ketika saya tiba di rumah Erwin, cuaca cukup cerah. Secerah hati ini *plaaak*. Saya tiba ketika Erwin melayani customer counter pulsa-nya. Iya, untuk nyambung hidup Erwin sekeluarga, Erwin emang ngebuka counter pulsa dan dagang es mambo (es mambonya juga titipan orang loh, soalnya Erwin nggak punya kulkas). Kecil banget etalasenya, kira-kira ukuran kotaknya itu lebar 40cm dan panjang 60cm, tinggi kurang lebih 60cm. Etalasenya ditaroh pas depan jendela rumah Erwin yang tidak berpagar itu (secara emang rumah Erwin juga kecil).


Erwin mempersilahkan saya masuk.

Ternyata Santo, putra semata wayang Erwin dan Rani sedang belajar membaca dan menulis. Maklum, Santo baru kelas 1 SD, pasti lagi hot-hotnya belajar membaca, menulis dan berhitung. Rajin juga Rani ngajarin Santo. Tapi ternyata, Rani cerita loh, kalo di SD sekarang itu, anak kelas 1 nggak diajarin sama gurunya untuk baca tulis, anak kelas 1 SD udah dianggap bisa baca dan nulis. Nah lho, beda banget ya, sama jaman saya dulu. Masuk SD itu ya belajar baca, nulis, hitung. Bukan dari TK belajarnya...

Okey, lanjut ke topik awal : Erwin.

Jadi, ceritanya tanggal 14 Oktober itu Erwin akan operasi katarak, sebagai lanjutan tahapan pengobatan matanya yang terkena ablasio itu. Ternyata yah, perjalanan pengobatan Erwin itu cukup panjang. Operasinya tidak bisa sekali langsung jadi. Harus bertahap dan bertahap. Kemaren aja, pasca operasi besar pertama, setelah itu ada laser-laser kecil lagi yang dilakukan dr. Isfahani, SpM untuk menyempurnakan hasilnya. Nggak beda jauh lah, kalo tambal gigi aja, bolak baliknya sampe 3 kali. Apalagi ini buat mata yang lebih complicated.

Nah, sebagai informasi yang bisa saya share disini, biaya operasi katarak Erwin itu dibantu sepenuhnya loh, sama dr. Isfahani melalui RS Ibnu Sina itu. Jujur banget saya harus ceritakan, kumpulan donasi untuk pengobatan Erwin, kurang kalau harus bayar biaya operasi kataraknya Erwin. Saat Erwin inform ke saya kalau operasi katarak butuh biaya Rp 7,000,000, kita di kas cuma punya Rp 2,000,000. Yang kurang Rp 5,000,000 mau nombok dari mana? Padahal galang dana juga udah kuat. *hiks hiks hiks...*

Tapi emang kalo rejeki nggak akan kemana, kalo jodoh ya pasti ketemu. Aprina, sahabat kita juga, menginformasikan waktu itu lagi ada program operasi katarak gratis yang diadakan oleh RSCM. Niat kita, Erwin ikut operasi katarak massal aja. Pastinya bebas biaya kan? Palingan tinggal nambah ongkos transportasi. Tapi ternyata setelah konsultasi sama dr. Isfahani, SpM, untuk kasus Erwin yang punya riwayat ablasio ini, tidak diperkenankan untuk ikut operasi katarak massal itu. Alasannya ya memang karena medical history-nya itu loh. Huhuuu, nggak jadi rejekinya Erwin deh, ikutan yang gratis.

Eh tapi ya, emang kalau orang baik (seperti Erwin), pasti jalannya ada aja degh. Setelah disampaikan ke dr. Isfahani, SpM kalau dana galangan dari temen-temen nggak cukup buat operasi katarak, pak dokter tetap nyuruh Erwin operasi loh. Lah dok, biayanya gimana? Alhamdulillah, dr. Isfahani, SpM memberikan keringanan biaya untuk Erwin operasi katarak. Lebih tepatnya sih membebaskan biaya. Subhanallah banget ya Allah... Rejeki Erwin banget. Tapi sih di balik itu, sebenernya saya termasuk yang merasa bersalah. Kok  nggak berhasil galang dana buat pengobatan Erwin sih? Hiks hiks hiks...

Terima kasih ya Allah, terima kasih dokter... Saya cuma bisa bilang terima kasih. Maaf ya Win, temanmu ini belum berhasil galang dana buat operasi katarak kemarin. Tapi insyaaAllah, untuk pengobatan lanjutannya diusahakan (termasuk via blog ini lho, Win...).

Nah, buat para readers, bersama ini saya persilahkan lho, kalo mau ikut menyisihkan rejekinya untuk pengobatan Erwin, saya sangat berterima kasih. Soalnya nih ya, setelah ini, tindakan yang harus dilakukan lagi adalah pengangkatan silikon di matanya Erwin, terus ada juga pemasangan lensa di mata Erwin. Masih diperlukan biaya yang tidak sedikit nih. Sementara waktu pun, pasti untuk control rutin juga perlu biaya kan? Yuk, kita bantu Erwin seberapapun itu yang kita bisa.

Untuk yang mau berbagi, silahkan dapat mengirimkan ke rekening Mona ya... soalnya Erwin sendiri tidak punya rekening di bank.

Bank Mandiri
Acc. No. 102 000 429 0703 - Cabang Pos Pengumben
a.n. Mona Anggiani
(mohon setelahnya bisa dikonfirmasi ke no. telp +62 8151606909)

Terima kasih sebelumnya ya, atas bantuannya. Hanya Allah yang bisa balas, mengembalikan dan melipatgandakan rejeki kita kembali. Aamiin...

Untuk saat ini, menurut Erwin, penglihatannya emang semakin membaik dan membaik. Dulu, waktu pertama kali belum operasi, Erwin nggak bisa melihat bentuk bulat. Bentuk yang bulat, Erwin lihatnya adalah lonjong. Setelah operasi perdana, bentuk bulat sudah bisa dilihat, tapi masih dalam kondisi rabun berat (secara emang juga Erwin kan minus 13). Nah, setelah operasi katarak kemaren, Erwin bilang, penglihatannya lebih terang dibanding sebelum operasi katarak. Ya Allah, alhamdulillah banget ya Allah... Ada kemajuan. Semoga setiap hari kondisi Erwin semakin membaik dan membaik.

Sekali lagi, untuk yang bersedia mendonasikan sedikit rejekinya, saya ucapkan banyak terima kasih. Tidak lupa, saya pun memohon bantu doa untuk kesembuhan mata Erwin. Nggak berasa, ini pengobatan sudah berjalan sekitar 10 bulan. Setidaknya Erwin juga sudah cukup lama survive akan kondisi matanya itu.

Yuk akh, mari lanjut usaha buat pengobatan mata Erwin. Masih panjang nih, perjalanan pengobatannya.

Semangaaats...

KURIKULUM SD KINI... JAHARA DEH...

Buat ibu-ibu yang selalu mendampingi anak-anaknya belajar, pasti paham banget kalau materi pelajaran sekarang ini berat sekali. Ehm, apa ja...

Popular Post