1.29.2018

TELAT PERPANJANG SIM SEHARI? BIKIN BARU JAWABNYA

Hahaha... udah, jangan terlalu meresapi judul tulisan ini ya. Cukup baca aja sekali, skip lanjut baca isi tulisannya aja. InsyaaAllah bermanfaat... (aamiin). Nggak usah nanya siapa yang telat perpanjang Surat Ijin Mengemudi (SIM). Pokoknya, pesen saya, jangan sampai lupa ya itu tanggal berlaku SIM kita. Mau SIM A, SIM B, atau apapun, pokoknya jangan sampai telat deh. Kalau buka-buka dompet, coba jangan lupa liat sekalian itu periode SIM. Secara kalau KTP sih enak ya, kan nggak ada masa berlakunya alias seumur hidup. Kalo SIM? 5 (lima) tahun sajaaa...

1. Telat perpanjang SIM? Ada batas waktu?
Ini ya, jaman now, ternyata telat perpanjang SIM 1 hari aja, hitungannya sudah harus bikin baru. Entah mulai kapan peraturan ini berlaku, yang jelas, kalau dulu sih masih boleh lewat 14 hari tuh perpanjang SIM. Sekarang nggak bisa. Yah, demikian laporannya pandangan mata. Makanya, jangan kelewat ya, masa berlaku SIM kita.

2. Kalau gitu, datangnya kemana?
Nggak perlu datang ke gerai atau SIM keliling. Percuma, karena akan ditolak. Nah, kalau bikin baru kan ya harus di tempat awal bikin SIM lah. Entahlah apa kepanjangannya, kemarin saya datang ke SATPAS SIM POLDA METRO JAYA yang berada di Daan Mogot sana. Secara kalau di gerai atau SIM keliling itu nggak ada yang buat SIM baru, maka datanglah ke SATPAS SIM wilayah kita.

3. Dokumen yang disiapkan?
Bawa saja dari rumah, copy dari KTP dan SIM lama. Masing-masing jumlahnya 5 lembar saja. Mau copy di SATPAS SIM juga ada kok. Harganya kemarin Rp 5.000 untuk 10 lembar copy-an. Saya sih yakin, kalau copy sendiri bakalan lebih murah harganya diluaran sana. Hihihi... (udah ya, gak usah dibahas panjang disini tentang harga copy-an).


Datang di SATPAS... ini langkahnya...

Pertama - Periksa Kesehatan
Judulnya periksa kesehatan, tapi nyatanya cuma disuruh membaca tulisan yang ada di depan. Duduk di kursi yang sudah disediakan sama petugas di loket kesehatan. Tulisannya emang agak kecil, tapi bisa terbaca. Selesai di loket ini, kita dapat semacam surat keterangan lulus kesehatan, kertas warna merah. Yang jaga di loket ini ada 2 (dua) orang ibu-ibu galak dan menurut saya agak sengak tengil. Pas ada orang salah masuk sini, langsung aja tuh emak-emak ngomel gak karuan (yahilah, orang mana tau siyk kalo dia salah?). Di loket kesehatan ini kita bayar Rp 25.000 (dua puluh lima rebuuu).

Kedua - Bayar Asuransi
Nggak ngapa-ngapain disini selain cuma bayar premi asuransi. Serahin aja 1 lebar copy KTP tadi sama berkas kesehatan yang sudah dicap sama petugas di loket kesehatan. Petugas disini kemarin sih cukup ramah, nggak pakai sombong (kayak di loket sebelah). Wajib nggak sih asuransi? Kayaknya nggak wajib. Tapi nanti ada kemungkinan kalau nggak beli asuransi disini, dipertanyakan pada loket selanjutnya. Males kaaan... ya kaaan? Daripada panjang dan lama, udah beli aja tuh asuransi. Biaya asuransi sebesar Rp 30.000 (tiga puluh rebuuu), kita akan dikasih kartu asuransi dan berlaku selama 5 (lima) tahun.

Proses pemeriksaan Kesehatan dan Loket Asuransi ini berada pada gedung yang berbeda dengan gedung utama SATPAS SIM ya... Lokasi pemeriksaan dan asuransi ini mendekat ke halaman parkir motor. Nah, lanjut deh ya... silahkan menuju gedung utama pembuatan SIM, setelah lolos di kesehatan dan membeli asuransi.

Ketiga - Bayar Biaya SIM
Bilang aja sama petugas loket, mau bayar biaya bikin SIM A baru. Biaya bikin SIM baru sebesar Rp 120.000 (seratus duapuluh ribu rupiah) untuk SIM A (mobil). Kendaraan lain nggak tau kena berapa besar biayanya. Perpanjang juga nggak tau kena berapa. Uang bikin SIM dibayar pada loket BRI di gedung induk, yang masuk ke dalamnya harus pakai ID Card. Abis bayar, nanti kita dapat kuitansinya gitu. Isi deh tuh kuitansi pakai nama kita dan nomor KTP. Hihihi, kenapa ya, nggak langsung aja ditulisin sama petugas Bank disana? Yaudahlah yaaaah... hahahahaa!

Keempat - Ambil Formulir dan Isi Form-nya 
Sudah bayar, langsung aja geser ke dua loket sebelahnya. Ambil formulir dengan menunjukkan bahwa kita sudah bayar di loket sebelahnya. Isi formulir di meja yang sudah disediakan. Oia, jangan lupa ya, bawa peralatan tulis (pensil atau bolpen atau mungkin tip-ex, biar nggak beli disana lagi). Isian nggak terlalu banyak kok. Kalau ada yang nggak ngerti, balik ke loket formulir aja, tanya ke petugas.

Kelima - Daftar Online
Sudah isi formulir? Lanjut aja ke loket pendaftaran online. Saya sebenernya kurang mengerti kenapa disebut Pendaftaran Online - secara saya datang offline kok. Kasih aja berkas kita semua, nanti petugas loket yang akan memasukkan data kita. Disini kita nanti ditanyain, nama, alamat, tanggal lahir, dan nama ibu kandung - buat apa ya nama ibu kandung?. Proses disini sekitar 10 menit. Enaknya sih disini disediakan tempat duduk, jadi kita nggak perlu capek diri. Dari sini, nanti kita dapat macam tiket untuk menuju loket selanjutnya. Ada tulisan nomor loket yang dituju. 

Keenam - Foto dan Tanda Tangan   
Silahkan lanjut ke loket (A - K kalao nggak salah) selanjutnya untuk foto dan tanda tangan. Kemarin saya dapat loket I yang lumayan cukup rame. Jadinya disini itu butuh sekitar 30 menit menunggu sampai nama kita dipanggil. Nanti di depan loket tersebut ada kotak antrian, kita masukkan saja berkas kita, nanti dipanggil.

Antrian Foto dan TTD


Ketujuh - Test Teori
Setelah foto dan tanda tangan, lanjut lagi masukin berkas kita ke loket 47. Di loket 47 ini, nanti kita dikasih tau suruh masuk ke ruang mana untuk ikut ujian tertulis (teori). Masuk aja lah ke ruang kelas ujian, silahkan duduk di tempat duduk yang udah ada, dan memulai ujian. 15 menit adalah waktu untuk mengerjakan soal ujian. Pakai komputer, sodara-sodara. Meuni canggih computernya, keyboard aja di monitor. Saya panik nyariin keyboard, secara adanya mouse doang. Saya geser mouse-nya, nongol deh tuh keyboard di monitor.

Lolos? Alhamdulillah.. Walaupun nilai ngepas, tapi lolos kok tuh saya di ujian teori. Hahaha... ya iyalah, udah puluhan tahun nyupir, kalau nggak lolos mending balik kursus setir mobil aja lagi.  *benerin lengan baju

Di depan ruang tes teori mengemudi


Kedelapan - Test Praktek
Test praktek ini kita menuju ke loket 11 ya. Loketnya berada diluar bangunan induk lokasi proses ketiga sampai ketujuh diatas. Masih satu komplek SATPAS, tapi yang test praktek kan emang di outdoor. Alhamdulillah, kemarin nggak hujan. Kalau pas test praktek hujan, ya ngak tau lagi deh gimana nasibnya. Selesai test praktek dan ternyata dinyatakan lulus. Yihaaa... kelar deh proses bikin SIM A (lama rasa baru).

Lapangan tempat test praktek


Selesai semua proses, tinggal ambil deh tuh SIM A yang telat perpanjang. Loket pengambilan SIM berada di gedung induk.

Tips saya buat yang mau datang ke SATPAS, coba bawa makanan dan minuman yang mungkin kita butuhkan selama disana. Karena sesungguhnya jajan di SATPAS Daan Mogot itu... mahal sekaleeeh, pemirsa... Saya coba kasih gambaran posisi-posisi di SATPAS ya... mudah-mudahan bermanfaat.

Gambaran kondisi di SATPAS SIM Daan Mogot

1.18.2018

SESERUAN LIBURAN AKHIR TAHUN DI JAKARTA

Mati gaya sudah liburan mau kemana. Seperti biasa, si bapak dan si ibu ogah pergi keluar kota kalau musim liburan begini. Alasannya banyak. Pertama, biaya liburan pasti membengkak. Kedua, tempat liburan jadi kayak cendol dawet. Ketiga, liburannya jadi nggak nyaman lagi. Jadilah, kita sekeluarga akhir tahun 2017 nggak kemana-mana. Alhamdulillah, kita menikmati sepinya kota Jakarta (yang katanya kejam ini). Emang banget, antara pelit sama perhitungan dan nggak mau rugi itu beda tipis banget udah kayak kulit crepes!

Walau liburan nggak keluar kota Jakarta, sebagai orang tua yang bijak, tetap berusaha menyenangkan si anak. Gimana caranya, biar liburan walau nggak keluar kota, mereka tetap punya cerita berlibur. Berlaku buat si kakak aja, karena si adek masih batita dan belum paham artinya libur. Jadilah kita berlibur muter-muter kota Jakarta sebagian kecilnya saja. Yang paling penting itu emang pengalaman anak-anak aja. Hahaha, anak seumuran SD kelas 1 belum paham yang libur mahal dan murah, kan? Jadinya, yang penting mereka happy!

Keluarin list tempat yang akan dikunjungi selama liburan, dan yang paling memungkinkan dan mendesak adalah: NAIK BUS TINGKAT! Sebenernya emang bus tingkat ini bukan barang baru buat saya, tapi buat di kakak, iya banget. Dulu pernah, waktu itu kita udah pernah mau coba naik bus tingkat. Tapi karena dulu itu armada belum banyak, jadilah berebutan gak karuan kalau mau naik. Alhasil kita males lah mau naik, rebutan sama anak-anak muda yang gesit nian. Skip. Masih ada lain hari, dan kemarin inilah waktunya. 

Berangkat dari rumah (milih naik taxi nggak bawa mobil sendiri karena belum tau rencana selanjutnya), pk 10.00 menuju Masjid Istiqlal. Kenapa ke Istiqlal? Karena saya pernah ngeliat kalau disini banyak bus tingkat yang "mangkal". Istiqlal dari rumah saya nggak terlalu jauh, makanya saya pilih kesini.  Sampai di Istiqlal, bus tingkat sudah tersedia. Langsung naik menuju ke Lapangan IRTI alias Monas. Bayar berapa? Gratis! Bahahaha... pilihan tepat buat liburan, kantong saya nggak bolong! Biar murah, yang penting seseruan kan?

Bus Gratis bertiket

Silahkan pilih tempat duduknya...
Jadi, route bus tingkat itu ada 3:
Route 1 - Istiqlal/Pasar Baru - Bunderan HI - Pasar Baru
Route 2 - Lapangan IRTI - Kota Tua - Lapangan IRTI
Route 3 - Lapangan IRTI - Semanggi - Kalijodo - Lapangan IRTI

Saya milih di route yang ke-3. Pengen banget liat Kalijodo, gitu lho! Yang waktu itu mau ngebangun Kalijodo penuh dengan "keramaian". Sekarang dibangun RPTRA Kalijodo pun penuh dengan "keramaian". Akh, Jakarta emang selalu ramai... --- kembali ke topik ---

Nunggu bus tingkat di Lapangan IRTI yang menuju ke Kalijodo itu lamaaa. Ini sampe setengah kesel nungguinnya (Kenapa cuma setengah? Karena naiknya pun gratis. Jadi nggak usah mereh-mereh). Denger punya denger informasi dari petugasnya, hari itu bus tingkat yang ke Kalijodo ada yang rusak 1 armada, makanya waktu putarannya lama. Maigad lah, emang nggak bisa ya, pinjem bus yang lain buat ganti yang ke Kalijodo? Sementara bus route lain tiap 5 menit datang, yang route Kalijodo mah lama bingit.  (Kan ai dah bilang, ini gratis - jangan banyak cakap).

Bus datang kami pun naik! Duduk manis diatas, dan mulai lah liat sana sini. Anak-anak senang dan gembira, ibu pun happy lah ya... Oh iya, selama di bus tingkat ini nggak boleh makan minum ya. Sama kayak naik KRL dan TransJakarta yang tidak boleh makan minum. Diatas bus, kita dikasih karcis sesuai dengan jumlah penumpang (buat apa? gak ngerti). Perjalanan bus ke Kalijodo menempuh waktu selama 30 menit. Lancar jaya karena waktu itu musim liburan dan hari Jumat (tidak tanggal merah) - makanya lancar jaya abadi. 

Menikmati Sepinya Jalanan Jakarta

Kalijodo inilah rupanya

Selesai dari Kalijodo kita kembali ke daerah Jakarta Pusat. Kita turun di Sarinah. Tujuan selanjutnya adalah makan siang di restoran cepat saji yang terwahid disana. Playground jadi tujuan si bocah. Ya silahkan lah nak, main lah sepuasmu disana. Gratis aja kok... Bahahahaa! Yang penting perut kenyang dan hati gembira. Apalagi kan? Mau mendustakan nikmat Allah yang mana kalau sudah begitu? Bukan begitu, bukan? 

Selesai makan, kita pulang arah rumah pakai TransJakarta. Nares udah bayar dan Nara belum perlu bayar. Hahaha... hari itu emang hari penuh berkah buat jalan-jalan menghibur anak-anak. Macet sih nggak, cuma emang karena Jumat sore menjelang akhir tahun, jadinya ya sedikit padat. Tapi masih bisa ditolerir banget kok. Yang nggak bisa ditolerir cuma satu, si Nara minta gendong pas turun di Interchange Grogol. Alamaaak, dia ngantuk, nggak mau jalan. Jadilah emaknya gendong bocah.

Kemon pulang...

Turun di halte TransJakarta Slipi, menuju rumah, kita pakai Bajaj dooonk. Biar maksimal jalan-jalannya. Pakai mobil udah biasa. Cari yang tidak biasa, sekali-sekali... Dan hari itu kita kecapekan di sore hari. Pulang sampai rumah, mandi, makan dan mereka pada tidur. 

Pengeluaran liburan di hari itu:
1. Taxi Online Slipi - Istiqlal = Rp 25.000
2. Makan siang buat bertiga = Rp 85.000
3. TransJakarta Sarinah - Slipi untuk 2 orang = Rp 7.000
4. Bajaj dari Halte TransJakarta Slipi - rumah = RP 10.000
5. Air minum tambahan = Rp 10.000
Total semuanya = Rp 137.000 (bisa lebih murah kalau makannya di tempat lain atau mungkin bawa makan sendiri - hahahahaaa...)

Boleh dicoba ya ibu bapak buat nyenengin bocah sekali-kali pas liburan di Jakarta. Biar anak-anak ngerti beragam macam angkutan umum di Jakarta. 

Selamat liburan selanjutnya...

1.03.2018

NAIK NAIK KE PUNCAK BOGOR

Di penghujung tahun 2017 ini, saya dan keluarga alhamdulillah berkesempatan 2 kali pergi ke daerah Puncak. Jalan-jalan seneng-seneng? Alhamdulillah... Nikmat Allah mana yang hendak didustakan? Kebetulan ada acara komunitas kita. Tempat acara kesemuanya ya di Puncak (Bogor, Jawa Barat), soalnya nggak terlalu jauh dari Jakarta, akses gampang. Tinggal masuk tol dalam kota, keluar Ciawi, cuss naik Puncak. Cuma emangg jangan heran, karena alasan yang sama diatas, banyak orang menjadikan Puncak destinasi wisatanya. "Macet dan nggak gerak", itulah jargon liburan ke Puncak di weekend.

Sedikit tips kalau mau ke Puncak niy... Menghindari kemacetan yang menyesakkan hati ini...
1. Usahakan jangan naik pas long weekend. 
2. Baiknya pergi di tanggal kantong sekarat (setelah tanggal 15- 23nya).
3. Liat jadwal buka tutup arah naik/turun. Pergi pas jam buka ke atas, turun pas jam buka ke bawah.


November 2017, Hotel Grand Ussu Puncak.

Keren banget emang perayaan HUT ALTIC ke 6 kali ini. Perayaan puncak HUT juga diadakan di Puncak, 4-stars hotel gitu, Grand Ussu Hotel and Convention. Hotel ini lokasinya dekat sama daerah Megamendung. Kalau dari Jakarta, adanya di sisi kanan jalan. Kemarin waktu perayaan ALTIC, kita berangkat dari Jakarta pk 12.15 dan alhamdulillah sampai di Grand Ussu pk 15.00. Menurut saya, waktu tempuh ini cukup singkat. Iya, alhamdulillah nggak macet, apalagi kita nyaris ketutup jalur turun. Hahaha, kalau rejeki emang nggak kemana!

Masuk di komplek hotel Grand Ussu, udah keliatan banget kalau hotel ini rapih, bersih, dan terawat. Well managed nih! Hotel ini terdiri dari beberapa bagian bangunan. Komplek Hotel ini cukup besar lho, parkiran juga muat banyak banget. Jadi buat yang mau bawa rombongan besar, nggak perlu khawatir. Nggak perlu khawatir juga sama komplek hotel yang gede banget ini, soalnya di hotel nyiapin golf car yang wira wiri bisa buat anter kita. Kali-kali aja ada yang mau ke depan beli apaan di minimarket, tinggal numpang golf car.

Masuk di kamar hotel, dan kita seneng sama kamarnya yang sangat modern furniture-nya. Kamar kita di cluster Catalya, menghadap langsung bisa lihat pemandangan. Di kamar yang bisa bikin anak kicik lari sana sini, tersedia dengan lengkapnya lemari es (berguna nih buat mamak yang bawa anak MPASI), mini bar (complimentary ada teh, gula dan kopi), safety box, bahkan disediakan juga sajadah lho. Kamar mandi emang gak pakai bathtub, tapi okelah. Sabun, handuk, sikat gigi tersedia. Jadi tinggal bawa baju aja. 

Fasilitas di Grand Ussu lengkap banget ciyn... ada mini waterpark, ada taman bermain anak, ada lapangan olahraga (bisa buat main futsal), ada restoran (berikut stage), ada ruang rapat. Keeereeen pol polan. Alhamdulillah, menghabiskan waktu 1 malam disini, rasanya kurang puas alias kurang lama. Hotelnya keren banget dan emang rekomen buat ngisi liburan. 

Restoran Amarylis Grand Ussu

Di dalam kamar type Catalya

Complimentary

Mini Waterpark


Desember 2017, Villa Anthurium 18

Kembali mengunjungi daerah Puncak, dibulan selanjutnya setelah kita nginep di Grand Ussu. Bedanya, kali ini bukan hotel. Tapi villa atau rumah sewa gitu lah ya. Lokasi villa ada di jalan yang menuju ke Taman Safari. Pertigaan Taman Safari, kalau dari arah Puncak, belok kanan dan villa Anthurium ini ada di sebelah kanan jalan. Di depan ada plang-nya kok, tulisan Anthurium 18. InsyaaAllah nggak akan keder kebingunan nyari villanya.

Ngapain sih ke Villa ini? Kebetulan kita ada rapat pengurus komunitas. Maklum, tahun baru pasti datang dengan segabruk agenda baru. Kegiatan, keuangan, dan lainnya mau dibahas. Nggak cukup waktu kalau dibahas beberapa jam. Makanya kita pilih untuk ngerjainnya semalam suntuk (ala wayang semalam suntuk). Nyari villa yang cukup untuk menampung sekitar 7 keluarga, maka pilihan Villa Anthurium ini bisa dijadikan pertimbangan. Pertimbangan lainnya adalah budget. Kebetulan yang masuk di budget kita ya Villa ini.

Villa Anthurium ini, berada di jalan utama menuju Taman Safari. Nggak usah khawatir nyarinya susah. Mobil sedan pasti bisa masuk, bis yang ukuran Metro Mini (3/4 kah itu?) juga bisa masuk kesini. Parkiran di Villa ini muat untuk 10 mobil kecil. Kemarin kita 8 mobil ya cukup banget, masih luas dan legaaa... 

Fasilitas di villa ini cukup lengkap. Ada kolam renang (tapi nggak ada buat anak-anak), gazebo, dapur lengkap dengan perabotannya, meja makan bisa buat banyak orang, kulkas, perlengkapan barbeque juga ada. Jadi, kalau mau buat acara yang kekeluargaan, Villa Anthurium ini bisa dijadikan salah satu pilihan. Oh iya, kalau bingung makan disana gimana, bisa minta tolong sama yang jaga disana untuk sediakan makanan. Budget berapanya, tinggal diatur aja. Kita kemarin begitu... 

Teras Depan

Dapur

Ruang Santai
 
Ruang Makan
Nah... buat yang mau ke Puncak, bingung mau kemana, ini 2 tempat penginapan boleh lah dicoba... Semoga sharing saya bermanfaat ya...

12.15.2017

ONE DAY TRIP BOGOR

Ini blog rasanya lama-lama kok penuh sama postingan jalan-jalan aja ya? Bener nggak sih? Eh abisan emang yang seru untuk di-share itu pengalaman jalan-jalan kan ya? Sebenernya sih ya, secara saya sendiri tuh kalau mau pergi, pasti nyari review-an blogger lainnya. Bagus nggak tempatnya? Harganya gimana? Tips-nya apaan aja? Dan lain-lainnya... Jadi, mudah-mudahan postingan saya bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Saya lebih senang bilang ODT alias one day trip, ya sebutan kalau kita pergi halan-halan yang nggak nginep. Pergi ke Bogor kali ini dadakan, tanpa perencanaan yang lama dan matang. Toh juga sebenernya pengen jalan-jalan menghibur diri aja kok, setelah waktu itu padat merayap urusan ina inu anu. Jadilah saya juga pergi cuma berdua sama bapake anak-anak. Jumat tanggal merah dan cuma sekejap saja.

Berangkat dari Palmerah, menuju Bogor, menggunakan KRL. 2 kali singgah, di Stasiun Tanah Abang dan Manggarai. Tiket KRL seharga Rp 6.000 untuk sekali jalan. Perjalanan memakan waktu 2 jam saja. Cukup ramai kondisi KRL, karena tanggal merah dan long weekend. Sampai di Stasiun Bogor, kita jalan kaki. Tujuan kita kali ini emang cuma ke Jl. Suryakencana. Menurut wangsit yang sudah kita baca, di kawasan ini banyak sekali kuliner yang bisa dicoba.

Jalan kaki dari Stasiun ke Jl. Suryakencana ini, santai menghabiskan waktu sekitar 25 menit saja. Enak kok, bisa jalan melipir Kebun Raya Bogor. Udara nggak terlalu panas, karena kita jalan dibawah pohon rindang. Yang perlu diperhatikan adalah,  pakai sepatu yang enak buat dipake berjalan yaaa. Kemarin saya pakai sepatu keds dan emang nggak salah pilihannya. Nah, plus baju yang serap keringat. Bogor nggak dingin, tapi nggak panas juga.

Jalan santai saja melipir Kebun Raya Bogor


Selamat datang di kawasan Pecinan

Soto Mie Kesatuan
Pertama kali mendarat di Jl. Suryakencana, kita menuju Soto Mie Kesatuan. Makan siang disini, dengan memesan soto mie tanpa nasi, 2 porsi. Enak! Rekomen! Mie-nya aja udah enak banget, beda sama mie yang biasa dipakai buat bikin soto mie. Kuahnya juga berasa. Risolnya enak. Semuanya enak! Tempat makannya sih warung biasa aja kok, tapi bersih! Gerobak si abang juga bersih. Mau makan nggak khawatir. Semangkok, Rp 15.000 saja pemirsa!

Soto Mie Kesatuan - enak!


Bir Kotjok
Ini kuliner kita yang kedua. Namanya sih bir yak, tapi mah jangan bayangin bir yang beralkohol gitu. Ini bir ala-ala kok. Dibuatnya dari rempah-rempah saja. Kalau di Betawi, namanya bir pletok. Overall emang seger minum ini. Tapi ya menurut saya sendiri, saya lebih suka bir pletok Betawi, karena rasanya lebih nampol di tenggorokan. Mungkin rempahnya lebih banyak kali ya? Ehm, segelas bir kotjok ini dijual dengan harga Rp 5.000 saja.

Bir Kotjok - enak, tapi kurang nampol!


Talas kukus parut kelapa
Ini jajanan kita yang selanjutnya. Secara Bogor kota talas, emang paling bener makan talas disini. Banyak sih yang jualan talas kukus ini. Kita nggak tau yang mana yang paling enak. Secara mikirnya simple. Nggak pake bumbu kan? Jadilah kita beli yang kita lewatin aja. Seporsi bisa untuk berdua kok, harganya cuma Rp 10.000. Nikmat lho, kalau minumnya pakai teh tawar makin sedap lagi! Hahahaha... makanan mana ada yang nggak nikmat lah...

Talas Bogor - yahude!

Lumpia Basah
Nah, ada beberapa juga yang jajan lumpia basah di sepanjang jalan ini. Kita beli yang pembelinya gak terlalu ramai tapi nggak juga sepi. Lumpia Bogor sama Lumpia Semarang ini beda diisinya ternyata. Kalau lumpia Bogor, isinya pakai bengkuang. Sementara Lumpia Semarang, isinya pakai rebung. Saya suka semua. Enak semua. Harga seporsi lumpia basah ini Rp 12.000. Makan di tempat nggak ada kursinya. Jadi mending bungkus, makan di lain tempat.

Lumpia Basah - sedap!


Jajanan kita emang cuma itu. Soalnya perutnya udah nggak muat lagi mau nampung makanan lain. Tapi..., wisata kita di Jalan Suryakencana kemarin nggak terbatas pada wisata kuliner, lho. Ada hal lain yang bisa kita amati di sepanjang jalan ini. Bangunan! Iya, di sepanjang jalan ini bangunan-bangunan kuno alias tua yang enak untuk dinikmati. Buat saya sendiri, pastinya untuk foto-foto dan muat di Instagram. Hahaha, bencong IG banget!

Satu lagi yang perlu diketahui di Jalan Suryakencana ini. Banyak juga makanan yang non halal. Setelah saya pelajari, ternyata kawasan ini memang kawasan Pecinan, no wonder emang banyak makanan non halan yang dijual di sepanjang jalan. Baca dari review para blogger, makanan non-halal disini katanya emang rekomen. Kemarin emang sempat liat, di warung-warung itu banyak sekali pengunjungnya.

Kita sendiri masih banyak skip nyobain kuliner yang halal; soto kuning pak Yusup (bersertifikat halal MUI lho), toge goreng, martabak panjang umur (yang antrinya bikin sakit perut). Mungkin bisa buat next trip ya...


Martabak manis Panjang Umur - antriannya juara!
Peninggalan jaman dulu
Rumah siapa ini?
Pengen liat jaman dulunya kayak apa?

Cukup puas sama jalan iseng kemarin ke Bogor. Yang pasti adalah murah, meriah dan bahagia!

11.22.2017

TRIP SINGKAT KE TANJUNG LESUNG - Day 2

Lanjut share ya... setelah Trip Day Pertama bahas disini...

Pagi di hari Sabtu, kita langsung lanjut siap-siap main ke Pulau Liwungan. Sarapannya minta dibungkus sama penginapan, buat dibawa ke pulau. Boleh kok... Perjalanan sih sekitar 30 menit dari penginapan kita ke Pulau Liwungan itu. Naik kapal yang cukup berisik (namanya juga pake mesin diesel, ya pasti berisik). Naik kapal begini, kena charge Rp 500.000. Mau isi sendiri atau mau isi 10 orang ya sama harganya. Hahaha, kita keluarga kecil isi 2 dewasa dan 3 anak kicik, ya udah lah ya... hahahaha... udah sampai disana, mendingan nikmati saja keindahan alam semesta. Tapi kalau ada yang barengan bisa share boat mah ya mending lah ya...

Pesan kapal sama petugas penginapan. Sebenernya harga segitu sudah termasuk gratis penyewaan alat snorkling. Berhubuuung *pakai tarik napas panjang... anak kicik-kicik, mau tak mau tak snorkling lah kita. Ditawarin juga main banana boat. Ya ini bayi begimana ceritanya... hahaha... Jadi kita menghabiskan waktu selama 2 jam di Pulau tersebut untuk main di pantai. Pantainya bersih, airnya bening dan pada saat itu cuma kita aja yang ada disana. Serasa private beach kan ya. Jangan lupa, bayar tiket masuk ke pulau liwungan Rp 10.000 per orang (anak kecil dibawah 5 tahun nggak dihitung). 

Ini tarif di Pulau Liwungan: 
Tiket Orang : Rp 10.000 per orang
Sewa pondokan/gazibu : Rp 30.000 per pondok
Mau bilas dengan air bersih Rp 5.000 per ember

Menuju Pulau Liwungan
  
Selamat Datang
Pantai Pulau Liwungan - pasirnya pecahan kerang dan karang
Di dalam Pulau Liwungan

Selesai dan balik ke Kampoeng Nelayan. Setelah sholat dzuhur, kita harus cabut balik, arah Labuan, menuju Rumah Makan fenomenal bu Entin. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari penginapan dan lancar. Sampai di bu Entin, pengunjung ramai, tapi karena sudah pk 14.00, udah pada selesai makan siang-nya. Makan disini, sistemnya kayak RM Padang, nanti lauknya datang kita tinggal pilih. Kemarin kita makan urap, kering tempe, cumi bakar 2 tusuk, udang goreng 1 tusuk (isi 6 ekor) dan 10 otak-otak ikan yang sangat fenomenal. Habisnya Rp 90.000 saja, pemirsa! Selebihnya, kita bungkus 100 biji otak-otak buat oleh oleh... Ya orang sebiji cuma Rp 1.500...

Beberapa menu diantar ke meja
Udang, Cumi, Ikan, dan Ayam Bakar
Terbaik
Buat oleh oleh

Selesai dan mari kita lanjutkan perjalanan pulang (yang sebenernya ogah balik juga siyh... hiks hiks, karena makanan disini kok membuat hati bersinggah). Masih ada 1 tempat yang harus disinggahin, Durian Jatuhan Haji Arif. Nyahahahaaa... jangan kasih kendor lah pokoknya. Tapi emang dasar belum rejeki makan durian buah, sampai di TKP DJHA, "Duriannya sudah habis, kakak... Maaf ya, tadi ada rombongan kleb mobil mampir sekitar 50 mobil, jadi langsung habis deh", gitu kata si mamang. Bubaaar... kita nikmatin yang ada aja. Sop durian dan ketan durian. Mayan lah, daripada manyun. Tandanya emang kudu balik sini lagi, kan?

Ketan Durian - enak kok, daripada Sop Durian

Lesehan
Pas banget disini kita tuh maghrib, makanya sholat maghrib disini dulu. Alhamdulillah musholla dan toilet bersih. Oia, parkiran disini luas sekali. Cocok buat dijadikan salah satu tempat yang dikunjungi kalau ke Serang jika naik bus besar. Selesai dari sini, kita lanjut kota Serang, mau mapir dulu di tempat sohibul ALTIC sejagat raya, sang penguasa Serang. Hahahaha... lapor dan setor muka kalau udah main kesana.

Dah ya, man teman, demikian share saya, semoga bermanfaat...

11.21.2017

TRIP SINGKAT KE TANJUNG LESUNG - Day 1

Asli nih, liburan singkat kali ini sama sekali tidak direncanakan jauh-jauh hari sama kita. Biasanya sih kita kalau liburan itu pasti rencanakan jauh-jauh hari. Ya mulai persiapan dana liburan (sudah pasti urusan budget nggak pakai babibu), siap-siap waktu, siap-siap itinerary, de el el yang terkait dengan lebooor... Singkatnya, si bapak lagi pengen nyupir keluar kota, menikmati jalan subuh dari rumah. Udah gitu doang. Ehm, saya sendiri juga kepengen gitu sih. Kangen soalnya, nyupir subuh, berenti di Rest Area atau mana aja untuk sarapan. Hahahaaa... hobby kok gitu!

Okay, pilihan jatuh kepada Tanjung Lesung. Kenapa Ke Tanjung Lesung? Soalnya kita baca-baca referensi blogger, perjalanan makan waktu sekitar 4 jam - 5 jam. Nah, pas ini buat trip kita. Nggak terlalu jauh, dan gak terlalu pendek! Maklum, punya anak kicik umur 17 bulan dan laki-laki itu ya harus extra antisipasi jagain dia selama di perjalanan. Kalau melek maunya ngunyah dan rusuh di mobil. Mendingan tidur makanya. Tapi ya masa dia mau tidur melulu selama perjalanan? Anak kicik bayi itu agak beda sama kakak-nya yang pada anteng di mobil, duduk cantik di car seat. No compare lah, tiap anak emang punya keunikan sendiri-sendiri. Jadi terima nasib aja si adek mah kalau kayak gitu...

Pilihan tempat menginap dan lokasi wisata selain baca dari blog teman-teman, saya dapatkan juga dari temen di komunitas Toyota Corolla Altis teryahude dan ter-rocks sejagat raya. Ahahaha, kebetulan beliau penguasa Serang... Jadi insyaaAllah referensinya nggak diragukan lagi keabsahannya. Nanya tempat nginep di Tanjung Lesung, dapet bonus info tempat jalan-jalan dan tempat makan juga. Alhamdulillah, kalau banyak sodara itu emang membawa barokah! Mau dapet info terbaik, ya pasti dari sodara sendiri.

Eh, kita juga mencoba nyusun itinerary lho, walau singkat padat namun jelas... Nih dia...

Day Satu
05.00 berangkat
05.00 - 07.30 perjalanan Jakarta - Pandegelang
07.30 - 08.30 sarapan cari tempat layak
08.30 - 10.00 perjalanan Pandegelang - Tanjung Lesung
10.00 - 11.30 sampe di Tanjung Lesung - dan gak tau ngapain
11.30 - 12.30 sholat Jumat
12.30 - 14.00 makan siang - gak tau dimana
14.00 - 16.00 istirahat
16.00 - 17.30 main pasir
17.30 - 18.30 maghriban
18.30 - 20.00 makan malem - di restorannya tempat nginep
20.00 - tedooor

Day Dua
07.00 siap-siap ke Pulau
07.30 - 08.00 perjalanan pake perahu ke Pulau Liwungan
08.00 - 10.00 main di Pulau Liwungan
10.00 - 10.30 balik penginapan
10.30 - 12.30 siap-siap balik
12.30 - 13.30 perjalanan Tanjung Lesung - Labuan (mau makan di RM Bu Entin)
13.30 - 15.30 makan siang
15.30 - 16.30 perjalanan balik ke Serang - mampir Durian Jatuhan
16.30 - 18.00 santai di DJHA
18.00 - balik Jakarta

Berangkat dari Jakarta, molor 40 menit dari jadwal. Jadi, kita berangkat sekitar 5.40-an pagi. Anak-anak masih pada tidur, dan kita angkut. Cuma sempat aja sih kita suruh pipis dulu. Sarapan? Siapin dari rumah dan kita nanti tinggal cari SPBU atau masjid yang layak buat istirahat. Abisnya kalau mau jajan berhenti takut nggak ketemu tempatnya. Berangkat masuk toll Tomang menuju Tangerang, bablas terus keluar di Serang Timur lancar. Ini keluar toll-nya sama dengan yang mau ke Anyer nggak? Beda sih. Bisa nggak lewat Anyer? Bisa, tapi jalannya mendingan lewat Serang - Pandegelang (begitu menurut rekomendasi semua orang).

Perjalanan lancar, jalanan bagus sekali, mobil segala type nggak masalah. Mau jeep, mau sedan, mau city car, apapun itu, silahkan saja. Yang penting buat jadi catatan adalah... kalau berangkat, mobil diperiksa dulu ya, biar dalam keadaan yang sehat dan prima. Ya mesin, ya bensin, ya ban, dan lain sebagainya. Emang sepanjang perjalanan nggak ada SPBU? Banyak! Emang sepanjang perjalanan nggak ada bengkel? Ada, tapi kan kalau bengkel ya cocok nggak cocok ya. Daripada daripada... mendingan... 
 
Nah, tiba deh kita istirahat, minggir dulu buat isi perut di pagi hari. Di Pandegelang, ada Masjid yang cukup besar, berada di pinggir jalan, parkir luas. Jadi lah kita parkir disitu. Sarapan pagi, anak-anak juga cuci muka, pipis, ganti baju dan diapers. Enak kok tempat-nya dan rekomen sekali... Tapi ini ya kalau buat yang perjalanan pagi ya cocok ya. Yang belum sempet sarapan dari rumah, nah, boleh mampir di sini buat istirahat sebentar, lempengin badan, isi perut, dll. Mau mandi disini juga bisa kooook... hahaahaa... kali aja dari rumah berangkat pagi belum sempat mandi.

First stop kami di Pandegelang, istirahat - sarapan.
 
Selesai istirahat, kita lanjut perjalanan lagi, langsung menuju ke Tanjung Lesung. Menurut Waze yang kita handalkan, masih harus menempuh waktu sekitar 1 jam lebih untuk sampai. Nah... bener aja, 1 jam lebih dan  kita pun sampai di Kampoeng Nelayan, Tanjung Lesung. Hahaha, ini sih judulnya kepagian, jam 10 pagi sudah sampai di Tanjung Lesung sini. H2C karena ini belum jam Check-in. Tapi alhamdulillah, kita boleh masuk kok, sama petugas disini. Jadinya, kita langsung deh masuk kamar, istirahat dulu, sambil nungguin jam sholat Jumat si bapak. 

Kamar yang kita pilih, type Kerapu. Kamar model studio gitu. 1 kamar ada kamar mandi di dalam. Di dalam kamar, ada TV (tapi bingung juga apa yang mau ditonton), ada gula teh kopi beserta 1 botol air mineral 1500ml, electric kettle, handuk 2 buah, ada extra bed ukuran single, kamar mandi ada dispenser sabun tapi nggak ada isinya, dan air bersih tanpa water heater (mungkin karena disini agak panas, jadi nggak perlu heater lagi). So far, menurut saya, dengan harga kamar Rp 600.000 dan fasilitas begitu di Tanjung Lesung ya lumayan murah. 

Di dalam kamar type Kerapu - eh ada penampakan
Depan kamar type Kerapu

Setelah bapaknya balik sholat Jumat, kita ngelanjutin PR buat cari makan siang. Belum ada referensi tempat makan siang disini. Jadi, kerja keras nyari tempat makan di seputaran sini. Mau makan di bu Entin, Labuan, ya jauh ternyata. Akhirnya, nekat aja kita jalan menuju arah Labuan. Nah, ada kota kecil banget namanya Panimbang. Ini merupakan kota kecil terakhir sebelum Tanjung Lesung. Jaraknya sekitar 5 km (kalau gak salah). Nah, di kota ini terakhir adanya minimarket-minimarket itu. Di Panimbang ini, kita ketemu RM Evi Jaya. Ini rumah makan yang paling mendingan di antara yang lainnya. 

Evi Jaya, rumah makan yang menjual makanan siap saji gitu. Jadi kita tinggal pilih aja, mau makan apa. Katanya sih ada seafood bakar gitu juga. Tapi kita nggak kepengen (menanti makan seafood besok aja, di Bu Entin). Akhirnya kita makan menu biasa. Cuma ambil ayam kuah kuning, perkedel, tumis pare, tahu goreng, nasi buat 3 orang dewasa, minum teh hangat tawar, plus kerupuk. Habisnya Rp 50.000. Tempatnya bersih, cuma entah mengapa disini banyak sekali lalat. Saya sampai kesel sendiri ngusirin lalat-lalat yang tak tahu diri.

Rumah Makan Evi Jaya, Panimbang

Selesai makan siang, kita balik menuju Kampoeng Nelayan. Sambil pasti-nya survey sana sini penginapan lain di Tanjung Lesung. Kali di lain waktu mau kesini lagi, udah ada referensi. Nah, disini kita sempat main ke Tanjung Lesung Resort Cottage, tapi nggak masuk. Katanya sih kalau mau masuk, bayar lagi. Makanya ogah deh kita. Trus kita nyobain yang rame juga di sini, Blue Ocean. Sama satu lagi ada namanya penginapan Griyeu Nyi Mas. So far paling bagus fasilitasnya emang Kampoeng Nelayan. Tapi, menurut kita, disini emang pantai-nya yang kurang bagus. Hahaha, gak bisa buat tempat main. Sementara Blue Ocean dan Griyeu pantainya bagus banget! Sore-sore, balik dari survey, mari mantai ala-ala depan kamar penginapan. Lumayan banget buat anak-anak main pasir, main air, dan seseruan.

Ini pantai kalao nginep di Blue Ocean dan Griyeu Nyi Mas
Mari main pasir
Senja sore itu di Tanjung Lesung

Maghrib datang, dan pesta pun bubar. Kita emang merencanakan makan malam di tempat nginap kita. Baca review, lumayan kok makan di Restoran Kampoeng Nelayan ini. Udah paling cocok, nginep disini dan makan disini. Makanan yang kita pesan, cuma nasi putih, mie goreng, dan sop ikan kerapu ukuran kecil. Pesen minum teha hangat dan jeruk hangat juga. Luar biasa rasanya ikan kerapu disini. Segar, masih manis gitu daging ikannya. Pasti karena ikannya masih baru ditangkap ya... Habis Rp 100.000 buat semuanya.

Sop Ikan kerapu
 
Nah, sampai disini dulu cerita part 1 alias hari pertama di Tanjung Lesung. Bersambung di babak kedua ya... 

9.14.2017

PROSES DAFTAR SEKOLAH DASAR NEGERI

Setelah beribu bulan purnama blog ini tidak terurus oleh sang penghuni karena alasan yang tidak masuk akal, maka... alhamdulillah banget ini bisa nulis kembali. Masih padat banget jadwalnya, tapi ya udahlah menyempatkan banget buat menjaga keutuhan blog saya ini, pemirsa... PAstinya juga pada kangen kan sama saya? *siul-siul 

Dah ya, nih saya mau cerita aja pengalaman ngurusin Nares masuk sekolah. Sudah diputuskan oleh kedua belah pihak orang tua Nares dengan sematang-matangnya, sebaik-baiknya (aamiin), sejujur-jujurnya, segala-galanya, kalau Nares masuk sekolah dasar negeri. Pernah nulis juga lho, tentang persiapan Nares mau masuk SD di blog saya. Pertimbangan-pertimbangan yang kita fikirkan, aiueo-nya. Alhamdulillah, sampe di akhir waktu mendekati persiapan masuk SD, kita mantap masukin Nares ke SD Negeri deket rumah. 

Ciyeee... yang lolos Jalur Umum...

Persiapan masuk SD Negeri itu ternyata nggak sulit dan sama sekali tidak susah. 

Yang pertama, persyaratannya adalah cukup umur aja. Nggak boleh kurang dari 6 tahun ya... itu syarat mutlak. Semakin tua, semakin besar kesempatan diterima di sekolah.Nah, buat yang anaknya mau masuk SD Negeri, coba aja jangan buru-buru masukin ke TKnya. Pastikan saja nanti pas di bulan Juli, anaknya udah umur 6 tahun. Tahun ini, di sekolah Nares, ada anak yang umurnya 9 tahun lho. Jangan tanya kenapa umur 9 tahun baru masuk kelas 1 ya. I dunno...

Yang kedua,
siapkan Kartu Keluarga. Masuk SD Negeri ini, persyatannya ya harus punya Kartu Keluarga dan KK tersebut harus terverifikasi di Kelurahan. Maksudnya terverifikasi itu, ya KK-nya KK beneran ya... bukan KK palsu atau KK bodong. Hahahah... ya kali aja ada KK palsu kan, jadi nggak terverifikasi di Kelurahan. Saran saya, copy KK beberapa lembar. Soalnya nanti bakalan banyak kepakai tuh KK.

Yang ketiga, pahami dengan baik tata cara daftar Sekolah Dasar Negeri. Kemarin waktu Nares mau daftar, selalu panteng website ini https://jakarta.siap-ppdb.com/. Di website ini, tercantum dengan jelasnya, jadwal penerimaan, syarat-syarat penerimaan dan bagaimana caranya daftar secara online untuk masuk sekolah negeri. Walau masih jauh dari tanggal pendaftara, coba-coba aja baca tata caranya.

Yang keempat,
catat tanggal penting untuk pendaftarannya. Kemain saya sampai nge-save di kalender handphone sebagai reminder. Jangan sampai kelewat. Amit-amit kalau sampai kelewat. Soalnya nggak bisa ngulang, nggak bisa tawar-menawar. Ini tahun 2017, pemirsa... DKI udah bukan jaman kayak dulu lagi. Its totally different. Nggak ngikutin update-an, wassalam dah. Jangan lupa, deketin temen yang juga mau masukin anaknya ke negeri ya, biar punya temen... 

Yang kelima, pas hari H pendaftaran, siapkan waktu luang setidaknya separo hari. Kalau buat ibu bekerja kantoran, perlu cuti atau ijin separo hari lah. Mulai buka pendaftaran di 08.00 dan tutup pukul 14.00. Proses daftar sih sebentar. Paling 1 jam aja, Itu untuk nulis biodata di berkas yang disediakan dari sekolah, dan nanti kalau sudah lengkap akan diinput oleh pihak sekolah ke sistem pendaftaran. Mau online sendiri bisa nggak? Kemarin jaman Nares sih nggak bisa.

Yang keenam, info paling penting. Kalau sudah niat masuk SD Negeri, usahakan KK kita sesuai dengan zona sekolahnya. Misalnya nih, KK kita Kebon Jeruk, maka pilihlah sekolah yang hanya di Kebon Jeruk. Karena Jalur Kedua alias Jalur Lokal itu pemilihannya berdasarkan KK dan lalu berdasarkan umur. Kalau Jalur Pertama atau Jalur Umum, KK mana aja bisa milih sekolah dimana aja. Bebas. Kalau Jalur lokal, terbatas.

Nah... kalau proses semuanya sudah dilalui, nanti tinggal tunggu pengumuman ya. Pengumuman bisa dilihat di website tadi. Nanti nama-nama anak yang keterima akan muncul di web. Siap-siap kuota data aja buat check-checknya. Kalau sudah keterima, jangan lupa ya, daftar ulang. Kalau nggak daftar ulang udah pasti dianggap mengundurkan diri. Kemarin ada yang udah keterima, tapi nggak daftar ulang, akhirnya ya tersisih.

Jangan lupa banyak doa ya, kalau emang mau masuk negeri. Di tahun angkatan Nares, anaknya yang daftar muda-muda. Ada temen Nares masuk di umur 6th 1bl. Padahal di angkatan sebelum Nares, yang umurnya 6th 6bl aja nggak bisa keterima di negeri. Jadi hoki-hokian dan untung-untungan deh. Mungkin juga di angkatan Nares ini, banyak anak yang umurnya muda, hopeless masuk negeri ya dan langsung daftar swasta.

Selamat mencoba bagi yang minat di sekolah negeri ya... mudah-mudahan share informasi dari saya ini bermanfaat.

TELAT PERPANJANG SIM SEHARI? BIKIN BARU JAWABNYA

Hahaha... udah, jangan terlalu meresapi judul tulisan ini ya. Cukup baca aja sekali, skip lanjut baca isi tulisannya aja. InsyaaAllah berm...

Popular Post