1.27.2019

LAMPUNG TRIP (satu)

Setelah sekian lama tidak menorehkan huruf di blog ini, akhirnya saya berusaha kembali menulis. Bismillah aja, yang penting gimana caranya blog saya nggak ulung tikar. Hahahaha...

Kali ini mau share aja, pengalaman kita main ke Lampung. Pengalaman perdana traveling pakai mobil dan keluar pulau Jawa. Emang punya cita-cita, mau main ke Lampung suatu waktu. Menunggu saat yang tepat, dan tibalah waktu yang tepat di Agustus 2018 kemarin. Kenapa ke Lampung? Karena keluar pulau Jawa pakai mobil itu ya paling dekat ke Lampung. Setelah survey sana sini (walaupun cuma survey lewat ngobrol sama temen dan lewat google maps pastinya, okelah untuk main ke Lampung ini. 

Jadi gini..., walaupun Lampung itu terkenal dengan pulau-pulaunya yang cakep nan memesona, trip kemarin kita nggak mampir ke Pulau. Pahawang dan Kiluan maupun pulau lainnya, nggak ada yang kita sambangi. Alasannya? Ya nggak lain dan nggak bukan adalah dikarenakan saya membawa 2 gembolan di bawah umur untuk main-main ke pulau yang terkenal itu. Yes, udah tanya-tanya ke temen-temen yang sebelumnya pernah injakkan kaki ke Pulau Pahawang, ternyata kurang direkomendasikan kalau kita bawa anak kecil. 

Yaudah, nggak apa-apa... insyaaAllah ada saatnya lagi nanti lain waktu untuk mengunjungi Pulau Pahawang yang kesohor tersebut... aamiin...

Ceritanya, kita itu emang mau jalan santai ke Lampung. Santai tanpa batas lah pokoknya. Namanya juga mau holiday, kan... ya santai lah... plus lagi bawa bocah piyik-piyik, susah mau buru-buru grasak-grusuk. Ntar yang ada si ibu bukannya liburan, malah stress sendiri. Ya, pokoknya semuanya pasti udah paham lah ya, bawa liburan anak kecil ituuu, repot dan ribet sama barang bawaannya udah nggak bisa ditanya lagi. Segembolan kalau bisa semuanya dibawa pasti kan? Ngeri ada apa-apa di jalan, kalau ngak lengkap yang ada malah manyun.

Berangkat pk. 05.00 pagi dari rumah langsung menuju Pelabuhan Merak. Anak-anak sih jangan tanya, kalau mau pergi, siap siaga... Takjub banget emak bapaknya ini. Bangun pagi, mandi, sarapan sedikit dan lanjut berangkat. Perjalanan rumah ke Pelabuhan Merak 2 jam saja. Baru kali ini injak Pelabuhan Merak, begini rasanya. Selama ini cuma lihat dari TV pas moment mudik lebaran, alhamdulillah bisa ngerasain beneran (asli ini saya norak maksimal deh ya). 

See you soon, Merak... Kita nge-Lampung dulu ya...
Antrian masuk bayar tiket, cukup 4 mobil saja. Kendaraan roda 4 membayar tiket Rp 374.000 dan bisa bayar memakai e-money atau kartu sejenisnya. Lanjut setelah bayar, kita menuju dermaga yang sudah diarahkan oleh petugas. Antri lagi untuk naik menuju kapal ,tapi ya karena sepi alias bukan musim liburan, nggak berarti banget lah antriannya. Cukup tunggu 5 menit di dermaga untuk naik ke atas kapal. Beruntung juga, mobil kita kebagian masuk ke kapal yang sudah kita antrikan... Termasuk 10 mobil terakhir yang bisa naik, atau berikutnya nunggu lagi ke feri berikutnya. 

Masuk feri, ternyata mobil disusun sedemikian rupa biar muatan penuh (sempat mikir dalam hati, ini overload nggak ya? - Bismillah... mudah-mudahan aman terkendali). Di gladak, kita nggak boleh menyalakan mesin dan harus turun dari mobil. Mari menuju ruang tunggu di atas yang ternyata ada ruang tunggu berbayar dan gratis. Tentu saja pilih yang gratis (baca: ngemper). Maafkan, bukan pelit, tapi kita butuh suasana yang seru malah. Duduk di selasar, sambil makan-makan yang dibawa dari rumah. Bisa juga lihat-lihat Selat Sunda. Pengalaman pertama yang mengesankan!

Tiba di Pulau Sumatera juga akhirnya (yang jelas mobilnya udah menapak ban di Pulau Sumatera) setelah di feri selama 2 jam. Alhamdulillah, tiba di pulau seberang dengan selamat. Langsung lanjut menuju kota Lampung sebagai destinasi kita. Perjalanan ke Lampung ini, boleh dibilang tidak melelahkan. Perjalanan 2 jam Jakarta - Merak, 2 jam di feri bisa buat istirahat, lanjut 2 jam lagi Bakauheuni - Lampung. Total perjalanan memang 6 jam, tapi karena diselingi istirahat di kapal, jadinya nggak berasa lelah.

Mendekati pulau Sumatera
Melanjutkan itinerary yang telah kita susun dari Jakarta, yaitu makan di Rumah Makan Pindang Mak War. Tempatnya nggak terlalu besar dan mewah, tapi cukup nyaman. Ada tempat makan di meja dan kursi biasa, ada juga yang di lesehan. Kita pilih di lesehan, karena bawa anak-anak itu lebih nyaman di lesehan. Pindangnya ada ikan patin dan ikan baung, kita pilih baung. Selain itu ada menu lainnya yang boleh dicoba. Tapi emang semuanya enak! Rekomen untuk makan siang di sini kalau ke Lampung.

Makan siangnya kita di Pindang Mak War - enaaak!

Yang mana - yang mana - yang mana?
Lanjut setelah selesai makan siang yang rada telat (pk 14.00), kita lanjut keliling kota Lampung. Mampir ke Taman Gajah yang cakep punya. Sayangnya emang masih jam segitu, jadi agak panas. Jadilah kita sholat terlebih dahulu. Ada musholla yang oke punya buat foto-foto (halaaah). Sayangnya, di sini ngga ada parkiran mobil, jadi ya parkirnya di pinggir jalan. Taman Gajah ini macam alun-alun itu lah, tapi bentukannya modern punya. Ada area buat skate board, ada buat duduk-duduk juga.

Musholla di Taman Gajah - okelah buat background IG...
Es kacang merah di Pempek 123 - enak!



Setelah selesai dari Taman Gajah, kita lanjut cari souvenir khas Lampung. Udah ngincer magnet kulkas, gantungan kunci, sama kalau ada ya kaos.  Beberapa tempat souvenir di Lampung itu katanya Singgah Pay dan Sai Bumi. Ternyata emang Lampung bukan kota besar, jadi destinasi dekat-dekat dan tidak pakai lama. Kita sampai di Singgah Pai, ketemu magnet dan kopi Lampung. Kaos? Mahal (menurut saya). Sebiji kaos bocah dengan kualitas kaos yang agak tipis, harganya udah Rp 80.000. Mendingan buat makan-makan. Singgah Pai sepertinya ada beberapa toko ya, kita yang seketemunya saja...

Setelah ke Singgah Pay, akhirnya kita menuju tempat penginapan. E tapi kok masih terlalu awal ya, mau ke penginapan? Jadilah kita melipir ke tempat pempek yang cukup kesohor. Pempek 123. Pas deh, jam ngemil dan makan pempek. Kita cobain deh tuh pempek, tekwan, dan es kacang. Emang lezat sih... Review detail? Lihat di google aja ya... Hahaha... Oia, prinsip kulineran kita itu, nggak mesti kenyang, tapi yang penting ngerasain. Kalau mau kenyang, pas jam makan siang aja.

Okey... nyebrang sudah - makan siang sudah - belanja souvenir sedikit sudah - pempek sudah - sholat pun sudah - alhamdulillah. Nyok kita ke penginapan. Di mana nginepnya? Di kost-an via airyroom yang perdana kita nyobain dan ternyata kita enjoy di sini. Penginapannya cocok di kita. Cocok harga, cocok fasilitas, cocok pelayanannya, cocok lokasinya...

2 comments:

  1. desain eksterior musholla nya bagus.. semoga suatu saat bisa kesini..

    ReplyDelete
  2. Wah ke Bandar lampung ya mba... Aku jg dr sini asalnya.. Kl kmrn sempet keliling cb ke lorong king tmpt mkn empek"dan sejenisnya... Murah meriah enak.. Jg cicip keripik pisang dll ditoko oleh2 khas lampung

    ReplyDelete

KURIKULUM SD KINI... JAHARA DEH...

Buat ibu-ibu yang selalu mendampingi anak-anaknya belajar, pasti paham banget kalau materi pelajaran sekarang ini berat sekali. Ehm, apa ja...

Popular Post