Showing posts with label Seputar Liburan. Show all posts
Showing posts with label Seputar Liburan. Show all posts

1.31.2019

LAMPUNG TRIP (dua)

Perjalanan ke Lampung di hari pertama, coba intip di sini  ya....

Hari kedua di Lampung, kita main ke pinggir pantai sajaaah... Nggak nyebrang ke pulau, gitu? Big no buat kita waktu itu. Musim kurang baik sepertinya, ada dengar berita kapal yang kena ombak besar. Umur dan nasib siapa yang tau sih emang ya, tapi kita waktu itu emang menghindarinya saja. Toh sebenernya, perjalanan liburan ke Lampung ini, kita cuma pengen nyobain nyebrang ke pulau Sumatera pakai mobil. Jadi, ban mobil kita sudah menyentuh pulau Sumatera. Hahahaaa, cetek banget emang ya, tujuannya.

Pilah pilih dari Jakarta, kita menuju Pantai Sari Ringgung. Sepertinya yang menjanjikan hanya pantai tersebut waktu itu. Tidak terlalu jauh juga dari penginapan - walaupun memang kota Lampung ini tidak besar, jadi ke mana juga dekat. Dari tempat penginapan ke pantai Sari Ringgung, ditempuh dengan 40 menit saja. Setelah sarapan sedikit, kita berangkat. Perjalanan asik-asik aja, jalanan bagus sekali. Sesekali ada lubang kecil - wajarlah. Tapi begitu masuk kawasan pantai, mulailah jalanan rusak. 

Masuk ke kawasan ini dikenakan biaya. Permobil hitungannya. Mobil kecil isi maksimal 5 orang, mobil sedang berkapasitas sampai dengan 7 orang, dan mobil besar serta bus. Mobil kita kena Rp 40.000 waktu itu. Tidak perduli berapa isi orang, yang penting per kendaraan dikenakan tarif segitu. Motor beda lagi tarifnya - nggak liat, hihihi... Jadi, kalau pakai mobil sedang isi 7 orang, ya cocok tuh murahnya. Nah, tapi walaupun masuk sini bayar, ternyata jalanannya nggak bagus ya. Nggak aspal sama sekali. Jadi, mobil ceper bin mapak, mendingan nggak usah coba-coba masuk sini ya...



Masuk kawasan, pose dokit ya ngajik-nya...

Gazebo Seratus Ribu Rupiah 😆

Yes - Foto Keluarga

Masuk kawasan, silahkan pilih tempat macam gazebo gitu. Banyak gazebo-gazebo yang bisa dipakai buat kita taro tas dan duduk-duduk. Bagus, bersih. Tapi jangan happy dulu, karena itu nggak gratis. Bayarnya bikin kita kaget karena buat kita, harga Rp 100.000 itu untuk sewa gazebo di tempat seperti itu ya muahal ya. Retribusinya ada kertasnya sih, tapi hanya selembar kertas copy-an yang siapa saja bisa bikin. Satu kata "yaudahlah..."

Cukup puas main di pantai ini, karena ada ayunan menjorok ke pantai yang kalau makin siang semakin itu ayunan tenggelam. Nah yang ini gratis. Pantainya cukup bersih dan cukup instagram-able lho... Waktu itu sih kita sampai di pantai Sari Ringgung ini jam 09.30 pagi, masih seru buat main ayunan. Begitu jam 11.00 udah susah lah mau main ayunan ini. Sudah mulai kerendam air laut dianya. Buat yang bawa anak-anak, jangan lupa bawa mainan serok ember yang buat di pasir ya... Seru banget.

Saatnya selesai mantai. Bersih-bersih ada di tempat bilas kok. Bayarnya per sekali masuk itu Rp 3.000. Nah, kalau bisa, sekalian mandi, sekalian buang air kecil/besar, jadi nggak keluar dua kali uangnya - harap maklum, ibu-ibu perhitungannya emang ekonomis sekali. Kondisi kamar bilas gimana? Sangat-sangat-sangat standard. Jelek sih nggak ya, tapi sebenernya nggak kerawat aja. Lumutan gitu.

Acara hari pertama selesai. Mau balik arah kota Lampung lagi. Kita udah makan siang tadi di pantai Sari Ringgung. Beli di sana? Nggak. Kita bawa donk. E tapi kalau mau jajan di pantai Sari Ringgung ada juga kok warung makan gitu. Kita mah bawa aja, tadi sebelum ke pantai, nemu rumah makan Padang nan universal, jadi bungkush aja. Makan deh di gazebo tadi. Nikmat deh.

Rencana jalan-jalan di hari kedua terpaksa dibatalkan, karena si kakak pertama sampai di penginapan mengalami jackpot hebat dan berkali-kali. Selesai deh pemirsa... Akhirnya pun kita makan malam di penginapan dan itu pun pesan online via aplikasi. Liburan dan sakit itu sesuatu ya... Nah, ternyata pun malamnya si kakak kedua demikian samanya dengan si kakak pertama; muntah-muntah... Baeklah... liburan jadi suster. Rencana meneruskan perjalanan ke Way Kambas pun kita coret. Next time aja...

Ini nih tempat kita menginap 2 malam di Lampung nemu di Airy Room - OKS lah



Hari ketiga ngapain donk? Kita pindah penginapan. Lebih mendekati ke Teluk Betung yang merupakan kota asli dari Bandar Lampung ini. Lokasinya lebih dekat ke pelabuhan. Buat saya yang pemerhati kota, seneng banget bisa menjelajah kota tua ini. Belajar sejarah dan oprak-oprek apa yang ada di kota lama Lampung ini.



Yang kita temukan di Teluk Betung ini... 


Masjid Tua di Teluk Betung - Masjid Jami' Al-Anwar.
Ini merupakan masjid tua yang ada di Bandar Lampung, Teluk Betung. Konon katanya ini mesjid dibangun oleh pengusaha dari pulau Sulawesi - suku Bugis. Emang sih ya, suku Bugis ini terkenal dengan kegigihannya menjelajah nusantara, berdagang dan menyebarkan agama Islam. Mesjid ini juga pernah rusak waktu meletusnya Gunung Krakatau tahun berapa itu (sebelum 1900an).

Masjid Jami' Al-Anwar


Vihara Thay Hin Bio.
Ini juga merupakan wihara yang tertua di Bandar Lampung. Lokasinya dekat sekali dengan tempat kita menginap di malam ketiga ini. Kita nggak bisa masuk, kebetulan waktu itu sudah sore. Jadi cuma tingak tinguk dari luar.

Vihara Thay Hin Bio


Toko Oleh-oleh Sari Rasa
Ini merupakan toko oleh-oleh di Bandar Lampung yang besar dan lengkap. Lokasinya tepat di depan Wihara Thay Hin Bio. Di depan toko oleh-oleh ini, ada yang jual durian lengkap dengan kursi dan meja untuk menikmati durian-durian itu. Saya nggak ikutan beli durian di sini. Pertama, males kalau makan durian diliatin sama orang-orang lalu lalang. Kedua, yang makan durian cuma saya sendiri. Solo karir, males deh...


Restoran Seafood Jumbo
Wah, kalau ke Bandar Lampung nggak nyobain makan di Jumbo Seafood ini, rasanya nggak afdol deh. Makanan laut-nya segar-segar semua. Harganya kalau untuk di Lampung mungkin emang agak mahal ya, tapi buat ukuran wisatawan dari Jakarta macam saya ini (shombhong... ) ya cingcai lah. Compare ke yang ada di Jakarta ya emang jauh laaaah..

Ikan Steam Bawangg Putih - therbhaiq dari Jumbo Seafood



Mie Lampung
Seru ini, nyobain makanan rakyat jelata. Mie. Yang terkenal emang Mie Lampung ini ya. Kita waktu itu makan di kamar hotel. Pertama, kita emang pesan kamar hotel tanpa breakfast karena mau kulineran. Kedua, si kakak dan si abang baru sehat lagi setelah drama muntah-muntah. Review-an lengkap bisa nemu di google deh ya. So far, mie ayam dan locupannya enak - harga agak mahal.

Locupan Mie Lampung 1


Toko Kopi Bola Dunia
Ini toko kopi cuma jual kopi bubuk dan biji lho ya, nggak bisa minum di tokonya. Semenjak jadi tukang ngopi, saya kalau jalan-jalan pasti nyari toko kopi deh... Kopi Bola Dunia ini katanya merupakan toko kopi tertua di Lampung. Yoi, kopi Lampung enak endeus lah...

Toko Kopi ya... bukan kedai kopi.


Mie Khodon
Nggak ke Lampung kalau nggak nyobain Mie Khodon. Mie-nya model Bakmi Jawa godok/goreng gitu. Yang bikin enak itu, karena mie-nya ditabur sama ebi. Juara banget pokoknya. Kalau mau makan mie ini, ya jangan malam ya, soalnya sore kadang udah abis gitu.

Mie Khodon - must try


Pasar Gudang Ikan
Ini saya emang rada kurang waras sepertinya. Hahaaa, liburan kok nyari pasar. Ew, tapi ini pasar pasti menggiurkan. Beneran, ikan yang dijual di sini itu ya, segar-segar banget. Gemes liatnya. Beli donk? Ya eyaaalah... kan bawa cooler box. Nekaaad emang. Namanya juga ibuk-ibuk, liat pasar mah bawaannya gatel belanja. E tapi di sini nggak cuma ikan, ada kerupuk, kue-kue, ya pokoknya pasar tradisional deh.

Pasar Gudang Ikan di pagi hari

Nah... last nih... but not least... Kalau ke Lampung, nggak boleh ninggalin yang namanya Bakso Soni Haji Son ya... The best! Ada beberapa cabang, tapi emang paling cetar yang di pusatnya. Di pusatnya Bakso Soni Haji Son ini, kita sekalian bisa beli bakso yang di plastikin untuk oleh-oleh. Ada daging juga, lho...

Di Bakso Son tapi lagi pada nggak enak body...


Selesai deeeeh... perjalanan liburan kita ke Lampung. Perdana ngetrip nyebrang pulau Jawa dengan mobil sendiri. So far, ini resume liburan ke Lampung menggunakan mobil sendiri:
- Nggak terlalu capek nyupir karena perjalanan diselingi oleh istirahat pas nyebrang Selat Sunda
- Perjalanan cukup nyaman karena jarak tempuh nggak terlalu jauh.
- Kalau mobilnya pake solar, pasti biayanya murah.
- Yang cukup jadi pertimbangan adalah biaya nyebrang Selat Sunda yang hampir Rp 800.000 PP.
- Harga makanan di Lampung nggak terlalu mahal, jadi ya nggak bikin kantong bolong.
- Sayangnya masih belum banyak tempat wisata yang bagus dan mudah dijangkau.

Selesai... kemana lagi kita besok-besok?

1.27.2019

LAMPUNG TRIP (satu)

Setelah sekian lama tidak menorehkan huruf di blog ini, akhirnya saya berusaha kembali menulis. Bismillah aja, yang penting gimana caranya blog saya nggak ulung tikar. Hahahaha...

Kali ini mau share aja, pengalaman kita main ke Lampung. Pengalaman perdana traveling pakai mobil dan keluar pulau Jawa. Emang punya cita-cita, mau main ke Lampung suatu waktu. Menunggu saat yang tepat, dan tibalah waktu yang tepat di Agustus 2018 kemarin. Kenapa ke Lampung? Karena keluar pulau Jawa pakai mobil itu ya paling dekat ke Lampung. Setelah survey sana sini (walaupun cuma survey lewat ngobrol sama temen dan lewat google maps pastinya, okelah untuk main ke Lampung ini. 

Jadi gini..., walaupun Lampung itu terkenal dengan pulau-pulaunya yang cakep nan memesona, trip kemarin kita nggak mampir ke Pulau. Pahawang dan Kiluan maupun pulau lainnya, nggak ada yang kita sambangi. Alasannya? Ya nggak lain dan nggak bukan adalah dikarenakan saya membawa 2 gembolan di bawah umur untuk main-main ke pulau yang terkenal itu. Yes, udah tanya-tanya ke temen-temen yang sebelumnya pernah injakkan kaki ke Pulau Pahawang, ternyata kurang direkomendasikan kalau kita bawa anak kecil. 

Yaudah, nggak apa-apa... insyaaAllah ada saatnya lagi nanti lain waktu untuk mengunjungi Pulau Pahawang yang kesohor tersebut... aamiin...

Ceritanya, kita itu emang mau jalan santai ke Lampung. Santai tanpa batas lah pokoknya. Namanya juga mau holiday, kan... ya santai lah... plus lagi bawa bocah piyik-piyik, susah mau buru-buru grasak-grusuk. Ntar yang ada si ibu bukannya liburan, malah stress sendiri. Ya, pokoknya semuanya pasti udah paham lah ya, bawa liburan anak kecil ituuu, repot dan ribet sama barang bawaannya udah nggak bisa ditanya lagi. Segembolan kalau bisa semuanya dibawa pasti kan? Ngeri ada apa-apa di jalan, kalau ngak lengkap yang ada malah manyun.

Berangkat pk. 05.00 pagi dari rumah langsung menuju Pelabuhan Merak. Anak-anak sih jangan tanya, kalau mau pergi, siap siaga... Takjub banget emak bapaknya ini. Bangun pagi, mandi, sarapan sedikit dan lanjut berangkat. Perjalanan rumah ke Pelabuhan Merak 2 jam saja. Baru kali ini injak Pelabuhan Merak, begini rasanya. Selama ini cuma lihat dari TV pas moment mudik lebaran, alhamdulillah bisa ngerasain beneran (asli ini saya norak maksimal deh ya). 

See you soon, Merak... Kita nge-Lampung dulu ya...
Antrian masuk bayar tiket, cukup 4 mobil saja. Kendaraan roda 4 membayar tiket Rp 374.000 dan bisa bayar memakai e-money atau kartu sejenisnya. Lanjut setelah bayar, kita menuju dermaga yang sudah diarahkan oleh petugas. Antri lagi untuk naik menuju kapal ,tapi ya karena sepi alias bukan musim liburan, nggak berarti banget lah antriannya. Cukup tunggu 5 menit di dermaga untuk naik ke atas kapal. Beruntung juga, mobil kita kebagian masuk ke kapal yang sudah kita antrikan... Termasuk 10 mobil terakhir yang bisa naik, atau berikutnya nunggu lagi ke feri berikutnya. 

Masuk feri, ternyata mobil disusun sedemikian rupa biar muatan penuh (sempat mikir dalam hati, ini overload nggak ya? - Bismillah... mudah-mudahan aman terkendali). Di gladak, kita nggak boleh menyalakan mesin dan harus turun dari mobil. Mari menuju ruang tunggu di atas yang ternyata ada ruang tunggu berbayar dan gratis. Tentu saja pilih yang gratis (baca: ngemper). Maafkan, bukan pelit, tapi kita butuh suasana yang seru malah. Duduk di selasar, sambil makan-makan yang dibawa dari rumah. Bisa juga lihat-lihat Selat Sunda. Pengalaman pertama yang mengesankan!

Tiba di Pulau Sumatera juga akhirnya (yang jelas mobilnya udah menapak ban di Pulau Sumatera) setelah di feri selama 2 jam. Alhamdulillah, tiba di pulau seberang dengan selamat. Langsung lanjut menuju kota Lampung sebagai destinasi kita. Perjalanan ke Lampung ini, boleh dibilang tidak melelahkan. Perjalanan 2 jam Jakarta - Merak, 2 jam di feri bisa buat istirahat, lanjut 2 jam lagi Bakauheuni - Lampung. Total perjalanan memang 6 jam, tapi karena diselingi istirahat di kapal, jadinya nggak berasa lelah.

Mendekati pulau Sumatera
Melanjutkan itinerary yang telah kita susun dari Jakarta, yaitu makan di Rumah Makan Pindang Mak War. Tempatnya nggak terlalu besar dan mewah, tapi cukup nyaman. Ada tempat makan di meja dan kursi biasa, ada juga yang di lesehan. Kita pilih di lesehan, karena bawa anak-anak itu lebih nyaman di lesehan. Pindangnya ada ikan patin dan ikan baung, kita pilih baung. Selain itu ada menu lainnya yang boleh dicoba. Tapi emang semuanya enak! Rekomen untuk makan siang di sini kalau ke Lampung.

Makan siangnya kita di Pindang Mak War - enaaak!

Yang mana - yang mana - yang mana?
Lanjut setelah selesai makan siang yang rada telat (pk 14.00), kita lanjut keliling kota Lampung. Mampir ke Taman Gajah yang cakep punya. Sayangnya emang masih jam segitu, jadi agak panas. Jadilah kita sholat terlebih dahulu. Ada musholla yang oke punya buat foto-foto (halaaah). Sayangnya, di sini ngga ada parkiran mobil, jadi ya parkirnya di pinggir jalan. Taman Gajah ini macam alun-alun itu lah, tapi bentukannya modern punya. Ada area buat skate board, ada buat duduk-duduk juga.

Musholla di Taman Gajah - okelah buat background IG...
Es kacang merah di Pempek 123 - enak!



Setelah selesai dari Taman Gajah, kita lanjut cari souvenir khas Lampung. Udah ngincer magnet kulkas, gantungan kunci, sama kalau ada ya kaos.  Beberapa tempat souvenir di Lampung itu katanya Singgah Pay dan Sai Bumi. Ternyata emang Lampung bukan kota besar, jadi destinasi dekat-dekat dan tidak pakai lama. Kita sampai di Singgah Pai, ketemu magnet dan kopi Lampung. Kaos? Mahal (menurut saya). Sebiji kaos bocah dengan kualitas kaos yang agak tipis, harganya udah Rp 80.000. Mendingan buat makan-makan. Singgah Pai sepertinya ada beberapa toko ya, kita yang seketemunya saja...

Setelah ke Singgah Pay, akhirnya kita menuju tempat penginapan. E tapi kok masih terlalu awal ya, mau ke penginapan? Jadilah kita melipir ke tempat pempek yang cukup kesohor. Pempek 123. Pas deh, jam ngemil dan makan pempek. Kita cobain deh tuh pempek, tekwan, dan es kacang. Emang lezat sih... Review detail? Lihat di google aja ya... Hahaha... Oia, prinsip kulineran kita itu, nggak mesti kenyang, tapi yang penting ngerasain. Kalau mau kenyang, pas jam makan siang aja.

Okey... nyebrang sudah - makan siang sudah - belanja souvenir sedikit sudah - pempek sudah - sholat pun sudah - alhamdulillah. Nyok kita ke penginapan. Di mana nginepnya? Di kost-an via airyroom yang perdana kita nyobain dan ternyata kita enjoy di sini. Penginapannya cocok di kita. Cocok harga, cocok fasilitas, cocok pelayanannya, cocok lokasinya...

6.22.2018

KE MALL SAMBIL NAMAN, NAMAN SAMBIL NGEMALL


Selamat Lebaran... Selamat Idul Fitri bagi yang merayakan. Sudah pulang mudik? Atau nggak mudik seperti saya? Menikmati jalanan sepi di ibukota yang bebas dari segala hambatan? Hihihi, ya kapan lagi mau dan bisa menikmati ibu tiri baik hati sama warganya kan? Salah satunya ya pas lebaran kemarin. Alhamdulillah, hanya momen lebaran yang bisa mengusir kemacetan di Jakarta. Nggak perlu membatasi mobil lewat di tanggal ganjil dan genap, nggak perlu 3 in 1 juga, nggak perlu ribet-ribet, jalanan pokoknya lancar.


Setelah ini blog ditinggal berbulan-bulan sama pemilik yang mana pemilik sedang dilanda penyakit malas, jadilah ini blog terbengkalai. Ya maaf lah, namanya juga blogger amatiran...

Nah, balik lagi ke topik penulisan saya nih ya... mau bahas tentang mall yang menyediakan taman terbuka. Saya sebenernya bukan anak mall banget lho. Kalaupun ke mall itu, palingan ya mau ada keperluan sesuatu yang dibeli atau ya paling sering makan. Logika saya itu, mall kan tempat kumpulan toko dan rumah makan. Jadi, kalau ke mall, ya paling enak ya belanja dan makan. Gitu bukan? Lha kalau ke mall nggak belanja dan nggak makan, buat apa? Sesak napas bukan jadinya?

Nah, tapi kan ya, kadang bingung juga mau cari tempat hiburan atau tempat anak-anak biar jalan-jalan segar mata. Di deket rumah, ada taman, tapi harus ke jalan besar dulu. Itupun cuma 2 jumlahnya (yang satu itu RPTRA Manggis dan yang satu lagi Taman Cattelya). Jujur aja, terkadang bosen sama kondisi taman yang sering kita sambangin. Mau main lebih jauh lagi, ke taman yang agak seru? Kadang harus bayar, bukan? Yahilah, mau main di taman aja harus bayar gitu? Maaf ya, saya golongan ibu hemat irit. Segala sesuatu perlu diperhitungkan.

Eh tapi ya, beruntungnya beberapa mall menyediakan taman atau ruang terbuka yang bisa dinikmati bebas biaya lho. Ini yang bikin saya senang hati dan riang gembira. Gimana nggak? Ada taman bagus, bersih, rapih, teduh, tapi nggak perlu bayar untuk menikmatinya. Nih ya, saya list down, beberapa mall yang pernah saya kunjungi. Lagi-lagi, saya sekarang kalau mau nge-mall juga ya akhirnya milih mall yang punya ruang terbuka untuk dinikmati, santai-santai...


Central Park Mall

Ruang Terbuka di Central Park Mall (my doc)
Lihat air terjun ala ala (my doc)

Ini mall sebenernya termasuk mall yang nyaman untuk dikunjungi. Secara lokasi ya deket juga dari rumah (hemat biaya transport kan?). Tenant-nya banyak, mau belanja kecil-kecil atau yang besar juga bisa di sini, mau makan juga ada banyak pilihan. Di CP ini (CP itu sebutan gaul buat Central Park), ada taman yan cukup besar. Nggak cuma taman, tapi di sini juga ada kolam ikan koi-nya yang ikannya gendut bin gede aja. Kalau ke CP ini, seru bawa anak-anak. Seru juga kalau pas lagi ada acara music, disini bisa liat live music donk...

Kalau mau ke CP ini, saya sebenernya kurang sedap pakai mobil. Kenapa? Parkir mobil suka penuh dan sirkulasi parkirnya kurang mudah. Belak belok sana sini naik turun, muter-muter, lieur... Hahahaha... Tapi kalau udah tekad bulat kuat dan membaja, parkir di CP ini bukan masalah besar kok. Cingcai lah itu. Dari CP ini pula kita bisa main ke Eco Bridge yangg mau ke Neo Soho itu. Banyak kan? Dulu saya pernah bahas Central Park Mall di sini.


Bintaro Exchange


Ruang Terbuka di B-XC (sumber: info bintaro)

Ini mall yang terhitung baru, di pinggiran kota Jakarta, tapi cukup nyaman untuk dikunjungi. Iya, B-Exhange (sebuatan B-XC merupakan sebutan hits buat Bintaro Exchange) ini juga punya ruang terbuka yang cukup luas buat dinikmati. Kalau sore hari, duduk di taman ini, bisa menikmat angin sepoi-sepoi. Seru, bawa deh anak-anak main ke sini. Luar biasa. Di sini juga suka ada performance kayaknya.

Serunya lagi, walaupun lokasi B-XC yang agak jauh dari rumah saya, tapi bisa dijangkau sama Commuter Line. Uhuy kan, naik KRL dan turun di Stasiun Jurangmangu, tinggal jalan kaki ke B-XC lho. Nyaman pula jalan kakinya, pedestrian dibuat dengan baiknya. Kalau dari rumah saya mau ke B-XC ini, pakai mobil udah pasti kena toll sekitar Rp 40.000 (exclude bahan bakar) untuk pulang pergi. Kalau pakai KRL, nggak akan lebih dari Rp 20.000 deh. E kalau sama numpak taxi/ojek online ke Stasiun Palmerah ya Rp 25.000.


Living World

Ubud Paradise, Living World


Di sini, ruang terbuka yang disediakan mall-nya adanya di atas bangunan. Memakluminya, lahan sudah mahal, mau dipakai buat ruang terbuka pun pasti perlu pengorbanan lho. Betapa nggak, lahan yang bisa dijual disewakan ke tenant yang menghasilkan uang, malah dibuat ruang terbuka gratis. Pengunjungnya tinggal menikmati saja (dibayarin sama tenant lha ya...). Eh tapi bener deh, bikin ruang terbuka itu nggak murah, belum lagi maintenance-nya kan? Tapi ya, Ubud Paradise ini sih sebenernya rumah makan ya. Cuma kemarin itu kita bebas aja masuk main ke sini...

Di Ubud Paradise, ukurannya memang nggak sebesar CP dan B-XC, tapi lumayan banget lho keberadaannya. Yang bikin saya seneng itu, di Ubud Paradise ini, ruang terbukanya itu bernuansa Bali. Hahaha... beneran ada gapura ala Bali, ada pintu ala Bali. Buat yang suka fefotoan, nah di sini oke punya, mancab betul! Dari Ubud Paradise ini malah kita bisa juga melihat view di sekitaran Alam Sutera mengarah Tangerang. Akh, jadi pengen ke sini, bawa kopi duduk santai sore-sore.


Q-Big BSD
 
Q-Big BSD (my doc)


Ini salah satu pusat perbelanjaan yang ruang terbukanya juga guedeee banget! Terhitung baru, pun masih belum terlalu ramai. Kalau di Q-Big ini, memang tenant-nya tidak banyak. Tapi setiap tenant punya area yang buesar-buesar. Termasuk salah satunya di sini ada hypermarket dari Timur Tengah yang saya suka kunjungi. Nah, buat orang seputaran Tangerang dan Alam Sutera, ini sih bisa ditempuh dengan senang hati. Beda sama saya, dari tempat saya, menuju ke sini perlu merogoh kocek sekitar Rp 52.000 untuk toll, belum termasuk biasa bahan bakar mobil. Ewww... jajannya? Yasudahlah...

Eh tapi kemarin sempat ke sini malam libur, ternyata di ruang terbuka Q-Big ini ada penyewaan sepeda dan becak mini lho. Buat anak-anak seru juga kayaknya. Saya sih nggak nyobain, keburu mau makan malam para tuan besar cilik sudah menunggu kelaparan. Oia, parkir di Q-Big ini menurut saya termasuk parkir mobil yang cukup nyaman, space parkir juga besar-besar. Nyaman!


Hmmm...,

Ada lagi kah, mall yang menyediakan ruang terbuka seperti 4 mall/pusat perbelanjaan yang sudah saya ceritakan di atas? Maklum, daerah mainan saya nggak jauh dari Jakarta Barat aja. Mau menjelajah ke Timur, agak sungkan (lebih tepatnya nggak cukup nyali menghadapi kemacetan). Siapa yang suka ke mall yang nyari ruang terbuka juga? Adakah...?

1.29.2018

TELAT PERPANJANG SIM SEHARI? BIKIN BARU JAWABNYA

Hahaha... udah, jangan terlalu meresapi judul tulisan ini ya. Cukup baca aja sekali, skip lanjut baca isi tulisannya aja. InsyaaAllah bermanfaat... (aamiin). Nggak usah nanya siapa yang telat perpanjang Surat Ijin Mengemudi (SIM). Pokoknya, pesen saya, jangan sampai lupa ya itu tanggal berlaku SIM kita. Mau SIM A, SIM B, atau apapun, pokoknya jangan sampai telat deh. Kalau buka-buka dompet, coba jangan lupa liat sekalian itu periode SIM. Secara kalau KTP sih enak ya, kan nggak ada masa berlakunya alias seumur hidup. Kalo SIM? 5 (lima) tahun sajaaa...

1. Telat perpanjang SIM? Ada batas waktu?
Ini ya, jaman now, ternyata telat perpanjang SIM 1 hari aja, hitungannya sudah harus bikin baru. Entah mulai kapan peraturan ini berlaku, yang jelas, kalau dulu sih masih boleh lewat 14 hari tuh perpanjang SIM. Sekarang nggak bisa. Yah, demikian laporannya pandangan mata. Makanya, jangan kelewat ya, masa berlaku SIM kita.

2. Kalau gitu, datangnya kemana?
Nggak perlu datang ke gerai atau SIM keliling. Percuma, karena akan ditolak. Nah, kalau bikin baru kan ya harus di tempat awal bikin SIM lah. Entahlah apa kepanjangannya, kemarin saya datang ke SATPAS SIM POLDA METRO JAYA yang berada di Daan Mogot sana. Secara kalau di gerai atau SIM keliling itu nggak ada yang buat SIM baru, maka datanglah ke SATPAS SIM wilayah kita.

3. Dokumen yang disiapkan?
Bawa saja dari rumah, copy dari KTP dan SIM lama. Masing-masing jumlahnya 5 lembar saja. Mau copy di SATPAS SIM juga ada kok. Harganya kemarin Rp 5.000 untuk 10 lembar copy-an. Saya sih yakin, kalau copy sendiri bakalan lebih murah harganya diluaran sana. Hihihi... (udah ya, gak usah dibahas panjang disini tentang harga copy-an).


Datang di SATPAS... ini langkahnya...

Pertama - Periksa Kesehatan
Judulnya periksa kesehatan, tapi nyatanya cuma disuruh membaca tulisan yang ada di depan. Duduk di kursi yang sudah disediakan sama petugas di loket kesehatan. Tulisannya emang agak kecil, tapi bisa terbaca. Selesai di loket ini, kita dapat semacam surat keterangan lulus kesehatan, kertas warna merah. Yang jaga di loket ini ada 2 (dua) orang ibu-ibu galak dan menurut saya agak sengak tengil. Pas ada orang salah masuk sini, langsung aja tuh emak-emak ngomel gak karuan (yahilah, orang mana tau siyk kalo dia salah?). Di loket kesehatan ini kita bayar Rp 25.000 (dua puluh lima rebuuu).

Kedua - Bayar Asuransi
Nggak ngapa-ngapain disini selain cuma bayar premi asuransi. Serahin aja 1 lebar copy KTP tadi sama berkas kesehatan yang sudah dicap sama petugas di loket kesehatan. Petugas disini kemarin sih cukup ramah, nggak pakai sombong (kayak di loket sebelah). Wajib nggak sih asuransi? Kayaknya nggak wajib. Tapi nanti ada kemungkinan kalau nggak beli asuransi disini, dipertanyakan pada loket selanjutnya. Males kaaan... ya kaaan? Daripada panjang dan lama, udah beli aja tuh asuransi. Biaya asuransi sebesar Rp 30.000 (tiga puluh rebuuu), kita akan dikasih kartu asuransi dan berlaku selama 5 (lima) tahun.

Proses pemeriksaan Kesehatan dan Loket Asuransi ini berada pada gedung yang berbeda dengan gedung utama SATPAS SIM ya... Lokasi pemeriksaan dan asuransi ini mendekat ke halaman parkir motor. Nah, lanjut deh ya... silahkan menuju gedung utama pembuatan SIM, setelah lolos di kesehatan dan membeli asuransi.

Ketiga - Bayar Biaya SIM
Bilang aja sama petugas loket, mau bayar biaya bikin SIM A baru. Biaya bikin SIM baru sebesar Rp 120.000 (seratus duapuluh ribu rupiah) untuk SIM A (mobil). Kendaraan lain nggak tau kena berapa besar biayanya. Perpanjang juga nggak tau kena berapa. Uang bikin SIM dibayar pada loket BRI di gedung induk, yang masuk ke dalamnya harus pakai ID Card. Abis bayar, nanti kita dapat kuitansinya gitu. Isi deh tuh kuitansi pakai nama kita dan nomor KTP. Hihihi, kenapa ya, nggak langsung aja ditulisin sama petugas Bank disana? Yaudahlah yaaaah... hahahahaa!

Keempat - Ambil Formulir dan Isi Form-nya 
Sudah bayar, langsung aja geser ke dua loket sebelahnya. Ambil formulir dengan menunjukkan bahwa kita sudah bayar di loket sebelahnya. Isi formulir di meja yang sudah disediakan. Oia, jangan lupa ya, bawa peralatan tulis (pensil atau bolpen atau mungkin tip-ex, biar nggak beli disana lagi). Isian nggak terlalu banyak kok. Kalau ada yang nggak ngerti, balik ke loket formulir aja, tanya ke petugas.

Kelima - Daftar Online
Sudah isi formulir? Lanjut aja ke loket pendaftaran online. Saya sebenernya kurang mengerti kenapa disebut Pendaftaran Online - secara saya datang offline kok. Kasih aja berkas kita semua, nanti petugas loket yang akan memasukkan data kita. Disini kita nanti ditanyain, nama, alamat, tanggal lahir, dan nama ibu kandung - buat apa ya nama ibu kandung?. Proses disini sekitar 10 menit. Enaknya sih disini disediakan tempat duduk, jadi kita nggak perlu capek diri. Dari sini, nanti kita dapat macam tiket untuk menuju loket selanjutnya. Ada tulisan nomor loket yang dituju. 

Keenam - Foto dan Tanda Tangan   
Silahkan lanjut ke loket (A - K kalao nggak salah) selanjutnya untuk foto dan tanda tangan. Kemarin saya dapat loket I yang lumayan cukup rame. Jadinya disini itu butuh sekitar 30 menit menunggu sampai nama kita dipanggil. Nanti di depan loket tersebut ada kotak antrian, kita masukkan saja berkas kita, nanti dipanggil.

Antrian Foto dan TTD


Ketujuh - Test Teori
Setelah foto dan tanda tangan, lanjut lagi masukin berkas kita ke loket 47. Di loket 47 ini, nanti kita dikasih tau suruh masuk ke ruang mana untuk ikut ujian tertulis (teori). Masuk aja lah ke ruang kelas ujian, silahkan duduk di tempat duduk yang udah ada, dan memulai ujian. 15 menit adalah waktu untuk mengerjakan soal ujian. Pakai komputer, sodara-sodara. Meuni canggih computernya, keyboard aja di monitor. Saya panik nyariin keyboard, secara adanya mouse doang. Saya geser mouse-nya, nongol deh tuh keyboard di monitor.

Lolos? Alhamdulillah.. Walaupun nilai ngepas, tapi lolos kok tuh saya di ujian teori. Hahaha... ya iyalah, udah puluhan tahun nyupir, kalau nggak lolos mending balik kursus setir mobil aja lagi.  *benerin lengan baju

Di depan ruang tes teori mengemudi


Kedelapan - Test Praktek
Test praktek ini kita menuju ke loket 11 ya. Loketnya berada diluar bangunan induk lokasi proses ketiga sampai ketujuh diatas. Masih satu komplek SATPAS, tapi yang test praktek kan emang di outdoor. Alhamdulillah, kemarin nggak hujan. Kalau pas test praktek hujan, ya ngak tau lagi deh gimana nasibnya. Selesai test praktek dan ternyata dinyatakan lulus. Yihaaa... kelar deh proses bikin SIM A (lama rasa baru).

Lapangan tempat test praktek


Selesai semua proses, tinggal ambil deh tuh SIM A yang telat perpanjang. Loket pengambilan SIM berada di gedung induk.

Tips saya buat yang mau datang ke SATPAS, coba bawa makanan dan minuman yang mungkin kita butuhkan selama disana. Karena sesungguhnya jajan di SATPAS Daan Mogot itu... mahal sekaleeeh, pemirsa... Saya coba kasih gambaran posisi-posisi di SATPAS ya... mudah-mudahan bermanfaat.

Gambaran kondisi di SATPAS SIM Daan Mogot

1.18.2018

SESERUAN LIBURAN AKHIR TAHUN DI JAKARTA

Mati gaya sudah liburan mau kemana. Seperti biasa, si bapak dan si ibu ogah pergi keluar kota kalau musim liburan begini. Alasannya banyak. Pertama, biaya liburan pasti membengkak. Kedua, tempat liburan jadi kayak cendol dawet. Ketiga, liburannya jadi nggak nyaman lagi. Jadilah, kita sekeluarga akhir tahun 2017 nggak kemana-mana. Alhamdulillah, kita menikmati sepinya kota Jakarta (yang katanya kejam ini). Emang banget, antara pelit sama perhitungan dan nggak mau rugi itu beda tipis banget udah kayak kulit crepes!

Walau liburan nggak keluar kota Jakarta, sebagai orang tua yang bijak, tetap berusaha menyenangkan si anak. Gimana caranya, biar liburan walau nggak keluar kota, mereka tetap punya cerita berlibur. Berlaku buat si kakak aja, karena si adek masih batita dan belum paham artinya libur. Jadilah kita berlibur muter-muter kota Jakarta sebagian kecilnya saja. Yang paling penting itu emang pengalaman anak-anak aja. Hahaha, anak seumuran SD kelas 1 belum paham yang libur mahal dan murah, kan? Jadinya, yang penting mereka happy!

Keluarin list tempat yang akan dikunjungi selama liburan, dan yang paling memungkinkan dan mendesak adalah: NAIK BUS TINGKAT! Sebenernya emang bus tingkat ini bukan barang baru buat saya, tapi buat di kakak, iya banget. Dulu pernah, waktu itu kita udah pernah mau coba naik bus tingkat. Tapi karena dulu itu armada belum banyak, jadilah berebutan gak karuan kalau mau naik. Alhasil kita males lah mau naik, rebutan sama anak-anak muda yang gesit nian. Skip. Masih ada lain hari, dan kemarin inilah waktunya. 

Berangkat dari rumah (milih naik taxi nggak bawa mobil sendiri karena belum tau rencana selanjutnya), pk 10.00 menuju Masjid Istiqlal. Kenapa ke Istiqlal? Karena saya pernah ngeliat kalau disini banyak bus tingkat yang "mangkal". Istiqlal dari rumah saya nggak terlalu jauh, makanya saya pilih kesini.  Sampai di Istiqlal, bus tingkat sudah tersedia. Langsung naik menuju ke Lapangan IRTI alias Monas. Bayar berapa? Gratis! Bahahaha... pilihan tepat buat liburan, kantong saya nggak bolong! Biar murah, yang penting seseruan kan?

Bus Gratis bertiket

Silahkan pilih tempat duduknya...
Jadi, route bus tingkat itu ada 3:
Route 1 - Istiqlal/Pasar Baru - Bunderan HI - Pasar Baru
Route 2 - Lapangan IRTI - Kota Tua - Lapangan IRTI
Route 3 - Lapangan IRTI - Semanggi - Kalijodo - Lapangan IRTI

Saya milih di route yang ke-3. Pengen banget liat Kalijodo, gitu lho! Yang waktu itu mau ngebangun Kalijodo penuh dengan "keramaian". Sekarang dibangun RPTRA Kalijodo pun penuh dengan "keramaian". Akh, Jakarta emang selalu ramai... --- kembali ke topik ---

Nunggu bus tingkat di Lapangan IRTI yang menuju ke Kalijodo itu lamaaa. Ini sampe setengah kesel nungguinnya (Kenapa cuma setengah? Karena naiknya pun gratis. Jadi nggak usah mereh-mereh). Denger punya denger informasi dari petugasnya, hari itu bus tingkat yang ke Kalijodo ada yang rusak 1 armada, makanya waktu putarannya lama. Maigad lah, emang nggak bisa ya, pinjem bus yang lain buat ganti yang ke Kalijodo? Sementara bus route lain tiap 5 menit datang, yang route Kalijodo mah lama bingit.  (Kan ai dah bilang, ini gratis - jangan banyak cakap).

Bus datang kami pun naik! Duduk manis diatas, dan mulai lah liat sana sini. Anak-anak senang dan gembira, ibu pun happy lah ya... Oh iya, selama di bus tingkat ini nggak boleh makan minum ya. Sama kayak naik KRL dan TransJakarta yang tidak boleh makan minum. Diatas bus, kita dikasih karcis sesuai dengan jumlah penumpang (buat apa? gak ngerti). Perjalanan bus ke Kalijodo menempuh waktu selama 30 menit. Lancar jaya karena waktu itu musim liburan dan hari Jumat (tidak tanggal merah) - makanya lancar jaya abadi. 

Menikmati Sepinya Jalanan Jakarta

Kalijodo inilah rupanya

Selesai dari Kalijodo kita kembali ke daerah Jakarta Pusat. Kita turun di Sarinah. Tujuan selanjutnya adalah makan siang di restoran cepat saji yang terwahid disana. Playground jadi tujuan si bocah. Ya silahkan lah nak, main lah sepuasmu disana. Gratis aja kok... Bahahahaa! Yang penting perut kenyang dan hati gembira. Apalagi kan? Mau mendustakan nikmat Allah yang mana kalau sudah begitu? Bukan begitu, bukan? 

Selesai makan, kita pulang arah rumah pakai TransJakarta. Nares udah bayar dan Nara belum perlu bayar. Hahaha... hari itu emang hari penuh berkah buat jalan-jalan menghibur anak-anak. Macet sih nggak, cuma emang karena Jumat sore menjelang akhir tahun, jadinya ya sedikit padat. Tapi masih bisa ditolerir banget kok. Yang nggak bisa ditolerir cuma satu, si Nara minta gendong pas turun di Interchange Grogol. Alamaaak, dia ngantuk, nggak mau jalan. Jadilah emaknya gendong bocah.

Kemon pulang...

Turun di halte TransJakarta Slipi, menuju rumah, kita pakai Bajaj dooonk. Biar maksimal jalan-jalannya. Pakai mobil udah biasa. Cari yang tidak biasa, sekali-sekali... Dan hari itu kita kecapekan di sore hari. Pulang sampai rumah, mandi, makan dan mereka pada tidur. 

Pengeluaran liburan di hari itu:
1. Taxi Online Slipi - Istiqlal = Rp 25.000
2. Makan siang buat bertiga = Rp 85.000
3. TransJakarta Sarinah - Slipi untuk 2 orang = Rp 7.000
4. Bajaj dari Halte TransJakarta Slipi - rumah = RP 10.000
5. Air minum tambahan = Rp 10.000
Total semuanya = Rp 137.000 (bisa lebih murah kalau makannya di tempat lain atau mungkin bawa makan sendiri - hahahahaaa...)

Boleh dicoba ya ibu bapak buat nyenengin bocah sekali-kali pas liburan di Jakarta. Biar anak-anak ngerti beragam macam angkutan umum di Jakarta. 

Selamat liburan selanjutnya...

1.03.2018

NAIK NAIK KE PUNCAK BOGOR

Di penghujung tahun 2017 ini, saya dan keluarga alhamdulillah berkesempatan 2 kali pergi ke daerah Puncak. Jalan-jalan seneng-seneng? Alhamdulillah... Nikmat Allah mana yang hendak didustakan? Kebetulan ada acara komunitas kita. Tempat acara kesemuanya ya di Puncak (Bogor, Jawa Barat), soalnya nggak terlalu jauh dari Jakarta, akses gampang. Tinggal masuk tol dalam kota, keluar Ciawi, cuss naik Puncak. Cuma emangg jangan heran, karena alasan yang sama diatas, banyak orang menjadikan Puncak destinasi wisatanya. "Macet dan nggak gerak", itulah jargon liburan ke Puncak di weekend.

Sedikit tips kalau mau ke Puncak niy... Menghindari kemacetan yang menyesakkan hati ini...
1. Usahakan jangan naik pas long weekend. 
2. Baiknya pergi di tanggal kantong sekarat (setelah tanggal 15- 23nya).
3. Liat jadwal buka tutup arah naik/turun. Pergi pas jam buka ke atas, turun pas jam buka ke bawah.


November 2017, Hotel Grand Ussu Puncak.

Keren banget emang perayaan HUT ALTIC ke 6 kali ini. Perayaan puncak HUT juga diadakan di Puncak, 4-stars hotel gitu, Grand Ussu Hotel and Convention. Hotel ini lokasinya dekat sama daerah Megamendung. Kalau dari Jakarta, adanya di sisi kanan jalan. Kemarin waktu perayaan ALTIC, kita berangkat dari Jakarta pk 12.15 dan alhamdulillah sampai di Grand Ussu pk 15.00. Menurut saya, waktu tempuh ini cukup singkat. Iya, alhamdulillah nggak macet, apalagi kita nyaris ketutup jalur turun. Hahaha, kalau rejeki emang nggak kemana!

Masuk di komplek hotel Grand Ussu, udah keliatan banget kalau hotel ini rapih, bersih, dan terawat. Well managed nih! Hotel ini terdiri dari beberapa bagian bangunan. Komplek Hotel ini cukup besar lho, parkiran juga muat banyak banget. Jadi buat yang mau bawa rombongan besar, nggak perlu khawatir. Nggak perlu khawatir juga sama komplek hotel yang gede banget ini, soalnya di hotel nyiapin golf car yang wira wiri bisa buat anter kita. Kali-kali aja ada yang mau ke depan beli apaan di minimarket, tinggal numpang golf car.

Masuk di kamar hotel, dan kita seneng sama kamarnya yang sangat modern furniture-nya. Kamar kita di cluster Catalya, menghadap langsung bisa lihat pemandangan. Di kamar yang bisa bikin anak kicik lari sana sini, tersedia dengan lengkapnya lemari es (berguna nih buat mamak yang bawa anak MPASI), mini bar (complimentary ada teh, gula dan kopi), safety box, bahkan disediakan juga sajadah lho. Kamar mandi emang gak pakai bathtub, tapi okelah. Sabun, handuk, sikat gigi tersedia. Jadi tinggal bawa baju aja. 

Fasilitas di Grand Ussu lengkap banget ciyn... ada mini waterpark, ada taman bermain anak, ada lapangan olahraga (bisa buat main futsal), ada restoran (berikut stage), ada ruang rapat. Keeereeen pol polan. Alhamdulillah, menghabiskan waktu 1 malam disini, rasanya kurang puas alias kurang lama. Hotelnya keren banget dan emang rekomen buat ngisi liburan. 

Restoran Amarylis Grand Ussu

Di dalam kamar type Catalya

Complimentary

Mini Waterpark


Desember 2017, Villa Anthurium 18

Kembali mengunjungi daerah Puncak, dibulan selanjutnya setelah kita nginep di Grand Ussu. Bedanya, kali ini bukan hotel. Tapi villa atau rumah sewa gitu lah ya. Lokasi villa ada di jalan yang menuju ke Taman Safari. Pertigaan Taman Safari, kalau dari arah Puncak, belok kanan dan villa Anthurium ini ada di sebelah kanan jalan. Di depan ada plang-nya kok, tulisan Anthurium 18. InsyaaAllah nggak akan keder kebingunan nyari villanya.

Ngapain sih ke Villa ini? Kebetulan kita ada rapat pengurus komunitas. Maklum, tahun baru pasti datang dengan segabruk agenda baru. Kegiatan, keuangan, dan lainnya mau dibahas. Nggak cukup waktu kalau dibahas beberapa jam. Makanya kita pilih untuk ngerjainnya semalam suntuk (ala wayang semalam suntuk). Nyari villa yang cukup untuk menampung sekitar 7 keluarga, maka pilihan Villa Anthurium ini bisa dijadikan pertimbangan. Pertimbangan lainnya adalah budget. Kebetulan yang masuk di budget kita ya Villa ini.

Villa Anthurium ini, berada di jalan utama menuju Taman Safari. Nggak usah khawatir nyarinya susah. Mobil sedan pasti bisa masuk, bis yang ukuran Metro Mini (3/4 kah itu?) juga bisa masuk kesini. Parkiran di Villa ini muat untuk 10 mobil kecil. Kemarin kita 8 mobil ya cukup banget, masih luas dan legaaa... 

Fasilitas di villa ini cukup lengkap. Ada kolam renang (tapi nggak ada buat anak-anak), gazebo, dapur lengkap dengan perabotannya, meja makan bisa buat banyak orang, kulkas, perlengkapan barbeque juga ada. Jadi, kalau mau buat acara yang kekeluargaan, Villa Anthurium ini bisa dijadikan salah satu pilihan. Oh iya, kalau bingung makan disana gimana, bisa minta tolong sama yang jaga disana untuk sediakan makanan. Budget berapanya, tinggal diatur aja. Kita kemarin begitu... 

Teras Depan

Dapur

Ruang Santai
 
Ruang Makan
Nah... buat yang mau ke Puncak, bingung mau kemana, ini 2 tempat penginapan boleh lah dicoba... Semoga sharing saya bermanfaat ya...

12.15.2017

ONE DAY TRIP BOGOR

Ini blog rasanya lama-lama kok penuh sama postingan jalan-jalan aja ya? Bener nggak sih? Eh abisan emang yang seru untuk di-share itu pengalaman jalan-jalan kan ya? Sebenernya sih ya, secara saya sendiri tuh kalau mau pergi, pasti nyari review-an blogger lainnya. Bagus nggak tempatnya? Harganya gimana? Tips-nya apaan aja? Dan lain-lainnya... Jadi, mudah-mudahan postingan saya bermanfaat bagi pembaca semuanya.

Saya lebih senang bilang ODT alias one day trip, ya sebutan kalau kita pergi halan-halan yang nggak nginep. Pergi ke Bogor kali ini dadakan, tanpa perencanaan yang lama dan matang. Toh juga sebenernya pengen jalan-jalan menghibur diri aja kok, setelah waktu itu padat merayap urusan ina inu anu. Jadilah saya juga pergi cuma berdua sama bapake anak-anak. Jumat tanggal merah dan cuma sekejap saja.

Berangkat dari Palmerah, menuju Bogor, menggunakan KRL. 2 kali singgah, di Stasiun Tanah Abang dan Manggarai. Tiket KRL seharga Rp 6.000 untuk sekali jalan. Perjalanan memakan waktu 2 jam saja. Cukup ramai kondisi KRL, karena tanggal merah dan long weekend. Sampai di Stasiun Bogor, kita jalan kaki. Tujuan kita kali ini emang cuma ke Jl. Suryakencana. Menurut wangsit yang sudah kita baca, di kawasan ini banyak sekali kuliner yang bisa dicoba.

Jalan kaki dari Stasiun ke Jl. Suryakencana ini, santai menghabiskan waktu sekitar 25 menit saja. Enak kok, bisa jalan melipir Kebun Raya Bogor. Udara nggak terlalu panas, karena kita jalan dibawah pohon rindang. Yang perlu diperhatikan adalah,  pakai sepatu yang enak buat dipake berjalan yaaa. Kemarin saya pakai sepatu keds dan emang nggak salah pilihannya. Nah, plus baju yang serap keringat. Bogor nggak dingin, tapi nggak panas juga.

Jalan santai saja melipir Kebun Raya Bogor


Selamat datang di kawasan Pecinan

Soto Mie Kesatuan
Pertama kali mendarat di Jl. Suryakencana, kita menuju Soto Mie Kesatuan. Makan siang disini, dengan memesan soto mie tanpa nasi, 2 porsi. Enak! Rekomen! Mie-nya aja udah enak banget, beda sama mie yang biasa dipakai buat bikin soto mie. Kuahnya juga berasa. Risolnya enak. Semuanya enak! Tempat makannya sih warung biasa aja kok, tapi bersih! Gerobak si abang juga bersih. Mau makan nggak khawatir. Semangkok, Rp 15.000 saja pemirsa!

Soto Mie Kesatuan - enak!


Bir Kotjok
Ini kuliner kita yang kedua. Namanya sih bir yak, tapi mah jangan bayangin bir yang beralkohol gitu. Ini bir ala-ala kok. Dibuatnya dari rempah-rempah saja. Kalau di Betawi, namanya bir pletok. Overall emang seger minum ini. Tapi ya menurut saya sendiri, saya lebih suka bir pletok Betawi, karena rasanya lebih nampol di tenggorokan. Mungkin rempahnya lebih banyak kali ya? Ehm, segelas bir kotjok ini dijual dengan harga Rp 5.000 saja.

Bir Kotjok - enak, tapi kurang nampol!


Talas kukus parut kelapa
Ini jajanan kita yang selanjutnya. Secara Bogor kota talas, emang paling bener makan talas disini. Banyak sih yang jualan talas kukus ini. Kita nggak tau yang mana yang paling enak. Secara mikirnya simple. Nggak pake bumbu kan? Jadilah kita beli yang kita lewatin aja. Seporsi bisa untuk berdua kok, harganya cuma Rp 10.000. Nikmat lho, kalau minumnya pakai teh tawar makin sedap lagi! Hahahaha... makanan mana ada yang nggak nikmat lah...

Talas Bogor - yahude!

Lumpia Basah
Nah, ada beberapa juga yang jajan lumpia basah di sepanjang jalan ini. Kita beli yang pembelinya gak terlalu ramai tapi nggak juga sepi. Lumpia Bogor sama Lumpia Semarang ini beda diisinya ternyata. Kalau lumpia Bogor, isinya pakai bengkuang. Sementara Lumpia Semarang, isinya pakai rebung. Saya suka semua. Enak semua. Harga seporsi lumpia basah ini Rp 12.000. Makan di tempat nggak ada kursinya. Jadi mending bungkus, makan di lain tempat.

Lumpia Basah - sedap!


Jajanan kita emang cuma itu. Soalnya perutnya udah nggak muat lagi mau nampung makanan lain. Tapi..., wisata kita di Jalan Suryakencana kemarin nggak terbatas pada wisata kuliner, lho. Ada hal lain yang bisa kita amati di sepanjang jalan ini. Bangunan! Iya, di sepanjang jalan ini bangunan-bangunan kuno alias tua yang enak untuk dinikmati. Buat saya sendiri, pastinya untuk foto-foto dan muat di Instagram. Hahaha, bencong IG banget!

Satu lagi yang perlu diketahui di Jalan Suryakencana ini. Banyak juga makanan yang non halal. Setelah saya pelajari, ternyata kawasan ini memang kawasan Pecinan, no wonder emang banyak makanan non halan yang dijual di sepanjang jalan. Baca dari review para blogger, makanan non-halal disini katanya emang rekomen. Kemarin emang sempat liat, di warung-warung itu banyak sekali pengunjungnya.

Kita sendiri masih banyak skip nyobain kuliner yang halal; soto kuning pak Yusup (bersertifikat halal MUI lho), toge goreng, martabak panjang umur (yang antrinya bikin sakit perut). Mungkin bisa buat next trip ya...


Martabak manis Panjang Umur - antriannya juara!
Peninggalan jaman dulu
Rumah siapa ini?
Pengen liat jaman dulunya kayak apa?

Cukup puas sama jalan iseng kemarin ke Bogor. Yang pasti adalah murah, meriah dan bahagia!

KURIKULUM SD KINI... JAHARA DEH...

Buat ibu-ibu yang selalu mendampingi anak-anaknya belajar, pasti paham banget kalau materi pelajaran sekarang ini berat sekali. Ehm, apa ja...

Popular Post