Showing posts with label Seputar MPASI. Show all posts
Showing posts with label Seputar MPASI. Show all posts

9.13.2012

MAKANAN NARES KALO IBU PERGI

Sebenernya udah lama pengen sharing gimana saya nyiapin makanan Nares kalo saya harus ninggalin dirinya untuk keluar kota. Kemaren ini bukan pertama kalinya saya ninggalin Nares untuk bepergian yang cukup jauh. Cuma yang kemaren-kemaren itu belum sempat di record. Nah, kali ini sudah ada gambarnya, tinggal ceritanya aja....


Jadi begini persiapannya...

First...

Notes buat si mba'
Bikin catatan buat si mba, apa-apa aja yang dikasih ke Nares selama ditinggal pergi sama ibu. Taroh di kulkas, biar gampang mbacanya. Hal-hal yang ditulis apa aja? Yang aku catet di situ sih: 
(1) Jadwal kegiatannya Nares
(2) Menu makan buahnya Nares
(3) Jadwal minum susu (ASIP dan UHT)nya Nares
(4) Cara bikin bubur nasinya Nares.

Oia, saya emang harus nempel jadwal kegiatannya Nares soalnya si mba'nya masih baru beberapa hari masuk. Biasa degh, namanya juga abis lebaran. Si mba' yang sebelumnya ternyata nggak balik. Penyakit degh, kalo abis lebaran ya begitu itu. Pada nggak balik. Nyebelin banget. Untung aja si yayasan ngasih gantinya cepet. Masih bersyukurlah saya.

Second...

Siapin makanannya Nares. Masak gitu loh maksudnya. Kalo saya sendiri, nyiapinnya dalam 1 hari itu ada 1 menu untuk sarapan dan 1 menu untuk makan siang dan sore. Nah, berhubung kemaren Nares ditinggal 3 hari, jadi saya masak 3 menu untuk sarapan dan 3 menu untuk makan siang dan sore. Jadi, misalnya gini :

Kamis - sarapan : cream soup jagung kaldu sapi
Kamis - makan siang/sore : gravy daging sapi dan sayur-sayuran
Jumat - sarapan : cream soup kentang kaldu ayam
Jumat - makan siang/sore : gravy daging ayam dan sayur-sayuran
Sabtu - sarapan : cream soup ubi parutan telur puyuh
Sabtu - makan siang/sore : gravy ikan kembung dan sayur-sayuran

Third...

Gravy-gravynya
Kalo semuanya udah ready, tinggal masuk-masukin ke food containernya ya. Masukin per sekali makan. Jadi nanti si mba'nya tinggal ngambil per sekali makan. Yang terjadi seperti ini kira-kira : Kamis pagi 1 container, Kamis siang 1 container dan Kamis sore 1 container.
(begitu seterusnya sampai dengan hari Sabtu).

Fourth...

Udah di labelin tuh

Labelin containernya kalau udah. Mana yang buat Kamis pagi, Kamis siang, dan Kamis sore dan lain-lainnya. 
Untuk sarapan

Selesai. Gitu doang kok bikinnya ala ibu Nares. Yang penting anak masih makan masakan ibunya. Bukan apa-apa sih, saya pribadi masih menjaga asupan gizi Nares di umurnya 19 bulan ini (hari ini tepat 19 bulan doi). Jadi, saya masih keukeh untuk masakin Nares. Jadi ya, kalo keluar kota kudu nyiapin makanannya dulu.

Oia, saya nggak masukin makanan ini ke freezer, soalnya cuma untuk 3 hari. Masih aman untuk simpen di chiller. Kalo mungkin nanti perginya lebih dari 5 hari, better masukin freezer kali ya...?

2.22.2012

GIZI SEIMBANG BUAT PERTUMBUHAN BABY


Minggu tanggal 19 Feb 2012 saya berkesempatan ikutan kelasnya milis Mamaku Koki Handal yang mengupas tentang gizi anak di 1000 hari pertama. Aseli degh, pengen banget ikutan kelas singkat ini. Kenapa? Soalnya pengen tau, bagaimana mengatur gizi yang baik buat Nares. Apakah selama ini makannya Nares udah bener atau masih perlu perbaikan? Nah, daftar deh saya, melalui milis mpasiumahan yang di moderator-in sama mba Dian Prima as known as mba Depe. Udah daftar, trus konfirmasi dan bayar deh. Alhamdulillaaah, si bapak keceh bayarin saya ikutan kelas ini.

Okey, di sini saya mau share beberapa ilmu yang baru saya ketahuin lho, dari Ibu Maria Phan, sang pemateri di kelas ini. Bu Maria bekerja pada badan pangan dunia dan sudah keliling belahan dunia mana saja untuk melihat gizi bayi dan anak di seluruh penjuru dunia. Yang namanya negara entah berantah pun sudah dijajaki sama bu Maria lho. Pernah kok, cerita beliau, dirinya melakukan research ke tempat yang benar-benar sulit untuk dijangkau. Pokoknya akses itu benar-benar tertutup. Sampai-sampai, listrik pun belum masuk. Nah, dengan kondisi yang sulit begitu, makanya distribusi makanan juga susah. Penduduk setempat hanya bisa mengandalkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya yang pastinya amat sangat terbatas. Nah, makanya dari itu banyak bayi-bayi yang kekurangan gizi *mulai mewek Makanya, buat kita yang hidup di kota dengan segala ada bahan makanan ada, harus memanfaatkan semaksimal mungkin itu bahan-bahan makanan. Mumpung mudah didapat, ada rejeki, makanya maksimalkan lagh gizi anak kita!

Yuks, lanjut di bawah ini ya share-nya...


Poin 1 – Kapan masa penting pemberian nutrisi kepada anak?

Pada tau nggak, kalo ternyata pemberian nutrisi pada anak itu sebenernya harus sudah dimulai pada masa awal-awal kehamilan lho. Bukan pada saat lahir ternyata, apalagi dari pas mulai MPASI. Got the point kan?  Yups, hamil berarti harus makan bergizi seimbang. Jadi, begitu terjadinya pembuahan di sel telur, itu adalah awal pemberian nutrisi kepada anak. Nah, jangan salah, ternyata di masa hamil ini, nutrisi yang masuk ke baby itu yang menentukan nanti baby-nya bakalah cukup gizi atau nggak pas si baby lahir. Makanya, si ibu pas hamil itu harus makan yang bergizi tinggi. Kalo mual gimana? Trus sampe muntah-muntah? “Ya harus dimasukin lagi setelah muntah. Jenis makanan kan banyak. Coba cari yang ngga bikin mual”, begitu kira-kira penjelasan dari bu Maria. So ladies calon emak atau yang mau hamdun lagi, ayo masupin makanannya yang bergizi tinggi yah, buat si baby kita, bukan buat kita. Jadi, kalo kita nggak makan, yang dipikirin adalah, “baby kita makan apa, kalo kita nggak makan?”.

BBLR (berat badan lahir rendah) pada bayi, sebisa mungkin harus dihindari. Nah, makanya disini penting sekali peranan ibu untuk memberikan gizi yang terbaik buat si baby. Ya karena ternyata memang anak kita butuh asupan gizi dari apa yang kita makan. Jadiii, buat bumil ayo makan yang banyak dan bergizi ya! Buat yang mau hamil pun, ternyata harus makan makanan yang bergizi juga lho.


Poin 2 – Berat dan Tinggi badan anak

Sepertinya sudah barang yang tidak langka lagi, ketika kesehatan anak diukur dari timbangan badannya saja. Baru tau banget ketika ikutan kelas kece ini, ternyata untuk mengukur pertumbuhan si anak, nggak hanya dilihat dari berat badannya saja lho. Tapi juga dari tinggi badan anak. Sempet bingung juga sih tentang tinggi badan ini, secara di benak saya itu kalo masalah tinggi badan ya banyaknya dipengaruhi sama faktor keturunan (genetik). Kalo ibunya bapaknya pendek, ya anaknya cenderung pendek juga. Ternyata paradigma itu ya sama sekali nggak bisa diterima mentah-mentah. Bu Maria menjelaskan, bahwa tinggi anak itu sangat tergantung ya dari gizi dan makanan yang dimakannya. Faktor genetik memang mempengaruhi, tapi ternyata itu sangat sedikit. Nah, ada mama kece di kelas ini yang share pengalaman pribadinya, katanya ada temennya dimana orang tuanya pendek, tapi anaknya bisa tinggi. Hal itu ternyata karena si orang tua selalu memberikan makanan yang bergizi tinggi buat anaknya. Waaah, begitu toh! Hmmm, ya ya ya, pantesan aja mas-mas saya tingginya diatas 175cm semua, soalnya waktu kecil mungkin makanannya bergizi seimbang semua yah...

Kalo saya sendiri berfikir, dengan tinggi badan 166cm ini ya memang karena bapak saya agak tinggi. Nah, kakek dari pihak ibu saya, itu tinggi juga. Eyang putri pun terhitung tinggi untuk seukuran perempuan di desanya. Jadi saya ngga pernah berfikir kalau ternyata tinggi itu berpengaruh banyak dari makanan yang masuk ke badan kita. Lah wong saya sebelum masa pubertas itu tingginya nggak seberapa kok, bila dibandingkan dengan teman-teman perempuan yang lain. Nah, begitu masuk masa puber, makan menggila (udah kaya’ buto jowo yang segala macam dimakan, sampe-sampe kalo makan instant noodle aja harus 2 pak #kebanyakan MSG, wkwkwk...). Akhirnya bener yah, tinggi badan saya kaya ditiup angin. Bet bet bet... ngacir! Ooo, begitu tho. Ternyata kalo makan yang bergizi tinggi, badan kita bertambah tingginya.

Bu Maria melanjutkan materi yang sudah ada di slide show. Beliau bercerita kalau ternyata, menaikkan tinggi badan itu tidak semudah menambah berat badan lho. Banyak yang berhasil untuk naikin berat badan baby-nya, tapi untuk meninggikan badannya, masih belum banyak yang berhasil. Makanya dari itu, kita perlu usaha ekstra untuk meninggikan berat badan anak kita. Nah, gimana biar tinggi badan anak kita bisa menyesuaikan dengan standard tinggi badan WHO? Ya ternyata harus makan yang bergizi seimbang.


Poin 3 – Makanan Bergizi Seimbang

Ternyata 4 sehat 5 sempurna itu udah nggak dipake lagi yah? Setelah melakukan research dan pengembangan-pengembangan ilmu dari mana-mana, sekarang yang dibutuhkan itu adalah Gizi Seimbang. Pake piramida makanan itu lho. Jadi, diawali dengan karbohidrat, sayur mayur, protein hewani dan protein nabati, buah dan produk susu. Nah, ini yang dipake sekarang buat memperbaiki gizi anak-anak. Ya, secara konsep sih sepertinya material makanan yang dipake ya sama. Hanya di piramida gizi seimbang ini ternyata ada air putih 8 gelas.

Di piramida makanan gizi seimbang ini juga, ternyata masing-masing golongan makanan memiliki tugas masing-masing di dalam tubuh kita. Karbohidrat adalah sebagai zat tenaga. Sayur dan buah adalah zat pembangun. Protein hewani sebagai zat pengatur. Nah, komposisi makanan itu lah yang digunakan untuk menunjang nutrisi pertumbuhan anak. Makanya, harus seimbang tuh semua komposisi, biar mereka menjadi satu kesatuan yang kuat. Nggak bisa hanya mengandalkan salah satu zat dari mereka. Misalnya, hanya banyak makan buah atau sayur. Okey mungkin kalo buat orang dewasa, buat yang diet karbohidrat. Tapi untuk bayi, abaikan peraturan tersebut. Karena masa-masa bayi itu membutuhkan nutrisi yang sangat tepat.

Apa saja sih makanan yang ada di piramida gizi seimbang ini?


Piramida gizi seimbang (doc. medicastore)
a. Karbohidrat :
(nasi, ubi, kentang, gandum),
b. Sayur mayur 
(segala jenis sayur),
c. Protein hewani dan nabati 
(daging, ikan, ayam, kedelai, kacang hijau, kacang-kacangan),
d. Minyak-minyak
(evoo, eloo, canola oil)
e. Air putih


Di Amerika sendiri, sekarang mereka menerapkan "my plate" ini untuk acuan makanan gizi seimbang. Jadi, di piringnya mereka itu harus ada serealia, protein, buah, sayur, dan susu di gelas. Tuh liat, komposisinya juga jelas kan? Serealia dan sayurannya besarnya sama. Sementara protein dan buah besarannya juga sama.

Komposisi Gizi Seimbang "My Plate" (doc.  nouurishactive)

Nah, bu Maria juga menjelaskan dengan contoh bagaimana mengatur komposisi gizi seimbang buat nutrisi bayi kita. Ternyata, di dalam sehari makan itu ada harus terdiri dari beberapa macam komponen yang ada di piramida gizi seimbang. Ya nasi, kacang-kacangan, sayuran, telur, daging, buah, minyak. Wah, seru banget! Ini ilmu yang baru saya dapatkan, ternyata dalam sehari daging yang dibutuhkan itu kira-kira sebesar kotak korek api. Pantesan, Nares agak susah naek berat badannya. Soalnya protein hewani yang saya kasih ternyata kurang banyak. Haish, payah beud dah emanknya Nares! Trus minyak-minyak juga kurang. Emang sih, Nares tiap pagi saya kasih EVOO (Extra Virgin Olive Oil), tapi ternyata ya masih kurang. Baiklah, akan diaplikasikan  sepulangnya dari short course ini!

Yang nggak kalah pentingnya itu ternyata karbohidrat! So that's why better perdana MPASI itu dimulai dengan serealia, which is serealia itu mengandung banyak zat tenaga! Iya donk, baby itu butuh tenaga yang banyak, buat maen, buat mikir, buat bikin hati emak bapaknya senang! Hohohooo, bersyukurlah, Nares kena MPASI perdananya pake tepung beras. 

  
Poin 4 – Mengukur pertumbuhan anak dengan aplikasi Athro dari WHO

Ternyata WHO sudah membuat aplikasi khusus untuk mengukur pertumbuhan anak bayi lho. Namanya WHO Anthro. Tinggal masukin data-data anak kita, nanti software itu langsung mengitung pertumbuhan anak kita, apakah sesuai standard WHO atau lebih atau bisa juga kurang. Udah pernah sih, download dari link yang pernah dikasih di milis AFB, tapi nggak ngerti cara bacanya. Walaupun udah ada panduannya, tapi kok ya masih oon sayah. Untung aja pas di kelas ini, Bu Maria menjelaskan bagaimana cara membaca aplikasi ini.

Tampilan awal software WHO Anthro

Sampai di rumah, langsung degh, intip catatan penambahan berat badannya Nares dan tinggi badannya juga. Yah, bersyukur banget. Ternyata pertumbuhan dek Nares masih dalam “lampu hijau semua”. Walaupun nggak banyak, tapi yang penting hijau yah. Ada yang kurang-kurang sedikit, angkanya “-0.xx” Tak apalah, nanti dikejar lagi dengan makanannya. Makan sehat gizi seimbang dan pastinya buatan sendiri dari rumah! Yeaaa... Saya pun menyempatkan email sama bu Maria mengenai perkembangan Nares. Kata bu Maria, sudah bagus sih kalau “hijau” semua, kekurangannya (biar nggak “-0.xx”), masih bisa dikejar. Baiklah, kejar ya nak... brooom tot tooottt...

Nah, buat yang mau download software WHO Anthro, bisa dari sini ya. Mudah-mudahan bisa terpakai untuk memantau pertumbuhan fisik anak. Apalagi buat yang concern sama berat badan anak. Yah, seperti saya ini lah contohnya. Selalu khawatir berat badan anak kurang. Ya emang iye sih, berat badan Nares itu termasuk yang amat sangat standard. Nggak kurang, tapi ya standard! Makanya, harus kerja keras nih emaknya, biar berat badan Nares naek! At least saya berbuat yang terbaik buat anak saya, betol tidak pemirsah?


Nah, ternyata bener lho, setelah praktek, saya banyakin protein hewani untuk makanan Nares, berat badan Nares ya langsung naek! Before praktek 8.7kg dan after praktek 9.2kg. Hanya dalam jangka waktu 4 hari! Amazed! Tapi ya nggak mungkin juga mau naek banyak-banyak banget kali ya? Asal nggak minus, itu udah satu point tambah buat eikeh....

Ukuran WHO Anthro Nares, sebelum nambah protein hewani (liat kotak hjau yang deret kiri)
Ukuran WHO Anthro Nares, setelah nambah protein hewani (liat kotak hjau yang deret kiri) 


Poin 5 – Pertumbuhan Kualitas Anak

Abis digempur abis-abisan masalah pergizian anak, bu Maria juga inform ke kita peserta kelas, bahwa pertumbuhan anak itu nggak serta merta dari makanan yang bergizi seimbang saja, tapi kita orang tuany harus memperhatikan kualitas pertumbuhan anak. Misalnya, anak harus sering diajak ngobrol, ditatap matanya, diajakin baca doa bersama, diajarin baca buku, pokoknya quality time with kiddos lah. Jangan dipikir karena anaknya masih belum genap setahun maka mereka nggak ngerti apa yang disampaikan ortu yah. Hmmm, ternyata baby ngerti lho, apa yang orang tuanya mauin dan maksudkan. Yah, emang sih kadang nggak habis pikir liat pertumbuhan baby. Masih mungil gitu kok bisa makan, kok ngerti handphone itu bunyi, kok tau bapak ibunya datang, kok paham orang yang nggak dia sukain. Nah, makanya itu, kita sebagai orang tua harus ngajarin yang bener-bener buat baby kita.

So parents and parents to be, jagalah asupan nutrisi anak kita. Karena, nutrisi itu menentukan kesehatan anak kita. Senangnya berbagi... :-) 

1.30.2012

JADWAL MPASI NARES DIMODIFIKASI


Mau posting lagi tentang jadwal MPASInya Nareswari nih... Ada beberapa perkembangan yang perlu ditinggalkan jejak. Mudah-mudahan jadi pelajaran buat para readers khususnya emak-emak. 

2 minggu lalu Nares sempat demam, kena pilek. Memang sepertinya sih lagi musim pancaroba begini, ya banyak yang kena deh itu batuk, pilek, demam. Sementara bapaknya Nares kena, si mba’nya juga kena. Jadilah neng Nares ikut-ikutan kena pilek. Kasihan banget, soalnya meler gitu. Pas demam pun jadi rewel. Makan salah, nggak makan salah. Main salah, nggak maen salah. Sampe-sampe, gendong juga bisa salah. Yah, gitu lah kalo bayi lagi nggak enak badan. Jadinya ya serba salah. Di situ degh, dituntut peranan kita sebagai seorang ibu, untuk menjadi lebih sabar dan sabar lagi.

Nah, semenjak sakit itu, nafsu makan Nares amat jauh menurun. Makan susah. Mulut mingkem, tangan kita ditepis, kalo dipaksa ya nangis ngamuk-ngamuk gitu. Gaswat! Bahkan biasanya yang minum ASIP dengan mudahnya, menjadi susahnya. Minum ASIP juga nggak mau pake dot. Maunya disendokin, pake gelas. Hahaha, Nares... pinter bener yah! Gaya degh, udah gak mau pake dot. Makan susah, ASIP susah, emak pun resah! Huhuuu, stress tingkat tinggi degh kalo udah begini. Bukan apa yah, kasiyan gitu lho. Udah badannya nggak enak, nggak mau makan, ASIP susah. Mana emaknya di kantor pulak kalo hari kerja. Lah kalo emaknya di rumah, bisa netein mulu. Lha kalo di kantor? Gimana ceritanya?

Akhirnya, dengan bismillah, saya pun merubah jadwal makan Nares. Kalo menurut yang saya baca-baca di website berkat tanya sana sini sama om Google, kalo anaknya susah makan, kan mereka cuma makan sedikit-sedikit... Jadi, tips mensiasatinya adalah, dengan mempersering jam makan si anak. Jadi, biar dikit-dikit, tapi masuk. Baiklah... Saya coba! Nggak berubah banyak sih pada dasarnya. Cuma ngurangi sedikit jatah ASI Nares kok. Monggo dilihat ya, jadwalnya di tabel bawah ini.

Jadwal Makan Nares versi 2 - (merah : makan berat, hijau : buah/cemilan)

Pemirsah, jadi demikianlah, jadwal makan Nares yang baru. Nambahin cemilan di jam 9.30 pagi. Jadi, sehari itu, Nares makan besar 3 kali, dan 2 kali cemilan. Sudah mirip sama jadwal makan orang dewasa kan? (Kecuali jam makan ibunya yang suka sekali dengan cemal cemil).

Oia, baca sana sini dari berbagai macam referensi, ternyata di usia anak sekitar 1 tahun-an itu memang masa-masanya sulit makan lho. Katanya sih, bayi itu sudah mulai bosen dengan makanannya yang itu-itu aja. Logika saya yah, berarti kalo anaknya udah mulai susah makan, bisa juga ya, itu jadwal makan dirubah atau dimodif sedikit. Heheee, kali-kali aja berhasil gitu lho! Namanya juga usaha, kan? Bisa berhasil dan bisa kurang berhasil (saya nggak bilang nggak berhasil lho yah...)

Demikianlah yang bisa dapat saya ceritakan mengenai perubahan jadwal MPASI Nares. Nah, 2 minggu lagi mari kita lihat yah, soalnya Nares sebentar lagi akan berulang tahun. Which is, menurut ilmu perguruan Google yang telah saya baca, katanya kalo baby umur 1 tahun itu sudah bukan yang utamanya itu ASI, tapi makanannya. Yah, diobservasi sajalah kalau demikian. 

1.12.2012

JADWAL MPASI/ASI NARESWARI


Yes, back to MPASI!

Ini nih, yang suka dipertanyakan sama emak-emak di group mpasi (either yang di milis mpasirumahan atau group HHBF di FB), “Jadwal Makan Baby”.  Nah, kali ini saya akan share-kan jadwal makan dan minum ASIP/ASI-nya dek Nares (#kok tiba-tiba kangen sama si unyil satu itu yagh). Kali-kali aja dengan berbagi pengalaman di blog saya ini, emak-emak jadi nggak bingung lagi. Yaaa setidaknya ada pencerahan gitu lho. Punya banyak contekan untuk ngasih makan anaknya di jam berapa aja. Tapi dengan contekan ini berharap supaya newbie mommies bukannya tambah bingung lho, tapi harus tambah pinter.  Oia, newbie mommies kalo kebanyakan contekan jangan suka bingung akh. Ambil aja yang menurut mommies paling cocok untuk diaplikasikan di baby-nya. Kan yang paling mengerti tentang baby kita itu ya emaknya sendiri. Bukan emaknya baby lain kan?

Waktu mau siap-siap MPASI Nares, saya sendiri pun tak luput dari contekan sana sini emak-emak lain yang udah lebih jago. Nih ya, korban pertanyaan saya lontarkan ke sepupu saya, ke temen saya, trus udah gitu saya juga nyontek ke blog emak-emak kece (monggo browsing). Pastinya lagi, liat lah di dokumen group. Pasti ada kok. Cuma emang banyak orang, jadinya banyak versi. Balik lagi deh, kita sebagai emaknya, yang menentukan baby kita makan dan minum ASIP/ASI di jam berapa aja. Whokeh? So newbie mommies, let’s start the experiment with your baby and you’ll get the point!

Nih, jadwal makannya dek Nares mulai dari 6 bulan:

Jadwal MPASI dan minum ASIP/ASI Nares


Review-annya nih...


6 bulan : 1 kali makan di pagi hari

Kenapa dikasih makannya di pagi hari? Soalnya kan masih belajar makan atau pengenalan, masih nyobain ini itu. Takut-takut kalo nggak ada yang cocok alias alergi, siang harinya udah ketauan efek makanan di pagi hari. So, let’s start in the morning aja sih kalo saya mah... Selain itu, juga bisa nungguin dek Nares makan gitu lho. Kalo makannya siang, saya pun di kantor tak bisa melihatnya. Huhuuu, kan pengen banget liat dek Nares makan!


6 bulan 2 minggu : 1 kali makan di pagi hari (karbo/sayur) dan 1 kali makan (buah) di siang hari

Kenapa jadwalnya begitu? Alasan dikasih dua kali sih sebenernya biar Nares cepet adaptasi sama makanan aja. Nah, secara juga ada beberapa contekan yang ngasih kabar, kalo mulai umur 6 bulan 2 minggu udah bisa 2 kali makan. Jadilah saya ngasih makan Nares 2 kali sehari. Tapi sekali pagi yang karbo dan sekali yang buah.


7 bulan : 1 kali makan di pagi hari (karbo/sayur) dan 1 kali makan (buah) di siang hari

Masih nyamain jadwal dengan jadwal makannya dek Nares di umur 6 bulan 2 minggu. Biar dek Nares adaptasi dulu sama perutnya. Ada juga sih, beberapa emak yang udah mulai kasih 3 kali (yang sekali camilan). Tapi buat Nares, tetep aja 2 kali. Camilan, nanti saja yah. Emaknya aja yang camal camil. Hihihi, dasar emak gegares...


8 bulan : 2 kali makan (karbo) pagi dan siang beserta 1 kali makan (buah) sore hari

Yups, udah mulai bulan ke-2 MPASI, pelan-pelan mulai naik juga kuantitas makanannya dek Nares. 2 kali karbo dan campuran daging dan sayur yang udah lolos test alergi beserta buah, tampaknya sudah cukup. Nah, seiring kuantitas makan dek Nares yang bertambah, maka minum ASIP pun mulai berkurang. Heheee, pastinya pendapatan ASIP pun semakin turun. (eh kok malah curcol di marih ya?)


9 bulan : 3 kali makan (karbo) pagi, siang, sore beserta 1 kali makan (buah) sebelum maghrib

Nah, di umur 9 bulan ini, Nares udah mulai makan 3 kali untuk karbo-nya ditambah 1 kali makan buahnya. Kenapa makannya mulai ditambah? Secara Nares udah banyak gerak, banyak maen, jadinya perlu banyak energi donk ya. Makanya makanannya ditambah. Nah, untuk pemilihan jam makannya emang sengaja saya taro buahnya itu menjelang magrib, soalnya kan menurut referensi yang saya baca, kalo udah malem, jangan yang berat-berat. Nah, ini makanya, saya taro saja buah di sebelum maghrib. Biar nggak terlalu berat mencerna-nya si lambung sebelum Nares bobo.

Pas masa transisi (dari 2 kali makan karbo ke 3 kali makan karbo) ini pun, makan yang jam 3 sore pada awalnya saya kasih sedikit saja. Hanya separo porsi makan siangnya Nares. Jadi perutnya Nares biar nggak kaget juga. Kira-kira selama 2 minggu, Nares makan karbo yang jam 3 itu porsi separo ajah.


10 bulan : jumlah makan sama dengan bulan sebelumnya, hanya beda waktu

Di umur Nares 10 bulan, jam makan karbo yang terakhir saya tukar dengan jadwal makan buahnya. Jadi, makan buahnya sekarang pukul 15.00 dan makan karbo yang terakhir pukul. 17.30. Kenapa di tuker? Soalnya Nares semakin besar, kan pelan-pelan mulai balajar dengan jadwalnya orang dewasa. Walaupun nggak juga bakal makan malam yang diatas pukul 18.00 lho ya. Sepertinya, jadwal ini pun nantinya bakal dipake sampe Nares agak besar.

  
11 bulan  dan seterusnya : bakalan ngasih jadwal makanan yang sama dengan bulan ke-10


Okey mommies, udah baca kan, jadwalnya Nares makan dan minum ASIP/ASI? Silahkan dipilih jadwal yang cocok buat baby mommies and daddy ya. Jadwalnya Nares sih cocok sama Nares dan pemikiran emaknya Nares. Makanya, kita harus tau jadwal anak kita sendiri, seperti apa.  Yang penting prinsip-prinsip ngasih makan harus tetap dipegang. Misalnya:

  1. Kalo ngasih makan jangan berdekatan waktu setelah menyusui, karena baby pasti udah kenyang duluan dan jadi nggak mau makan.
  2. Kalo ngasih makan nggak lewat dari pukul 18.00, soalnya itu udah berdekatan dengan malam, which is kasiyan kalo usus dan lambung baby disuruh kerja berat, padahal jatahnya istirahat itu si organ tubuh.
  3. Kalo ngasih makan, jam-nya jangan sering berubah-rubah. Usahakan stabil di jam tersebut.


So, kalo kedua prinsip diatas udah terpenuhi, ya lanjut degh... Nggak usah bingung nggak usah parno untuk nentuin jadwal makan anak kita. Yang penting prinsip-prinsip ngasih makan buat anak, sudah lolos... Kalo yang nggak prinsip mah, ya nggak apa-apa kali yeee....

Selamat makaaaan ;)

12.13.2011

RESEP HANDAL MPASI

This is it..., postingan tentang apa yang saya pikirkan. Topiknya seputaran MPASI si unyil mungil. Yups, masak memasak gitu loh, bu.

yuk makan yuuuk....

Sebagaimana di postingan saya sebelumnya, sudah jelas lah ya, kalo untuk makanan baby Nares, pasti saya bikin sendiri. Artinya, Nares itu ya makan yang tidak instant dan tidak beli (katanya sekarang ada yang jual bubur bayi sehat, lho). Semuanya dimasak sama ibunya, alias saya #nyengir. Dari mulai belanja, sampe buang-nuangin ke wadah makannya (food container). Jadi ya si mbak tinggal manasin dan nyuapin saja.

Saya sendiri dari kecil nggak pernah masak. Udah gede, paling banter masak mie instant, nasi goreng, telor ceplok, spaghetti (udah tob banget itu), dan masak nasi (pake rice cooker). Secaraaa, saya selalu dimanjakan sama ibu saya. Semua ibu yang masak. Palingan ya kalo mau, saya bantu-bantu nyiapin bahan aja di dapur. Yah, begitulah kisah saya yang tidak bisa memasak.

Begitu menikah, mau nggak mau masak buat suami. Beruntung, saya punya suami yang nggak cerewet. Makannya mudah, nggak pilah pilih (pokoknya asal jangan batang-batang sayur), trus yang paling kece adalah dirinya selalu menghargai masakan saya (yang mungkin jauh dari rasa enak). Makasih ya darling, dirimu selalu appreciate dengan hasil karyaku.

Cerita berawal dari sini nih, pemirsaaa... Ketika masa ASI Exclusive baby Nares selesai, berarti kan harus masuk ke masa MPASI (Makanan Pendamping ASI). Jeng jeng jeng dung pak pak dung! Makan makaaan. Dek Nares  harus makan lho. Heheee. Belajar sana sini di oprek di dunia maya alias browsing. Gabung sama group mpasirumahan di yahoogroup dan homemade healthy baby food di facebook. Hasilnya adalah, masak makanan bayi itu mudah ya. Weeheeeee, katanya mba Depe di mpasirumahan (sorry ya mba, nyatut namamu), masak makanan bayi itu gampang. Masih susahan bikin rendang Padang, katanya. Ini juga yang menguatkan saya untuk memasak makanannya Nares. Oia, saya juga sempet cerita-cerita sama ibuku, gimana caranya masak makanan bayi. Eh, malah kata ibuku, “Masak makanan bayi itu kaya’ maen masak-masakan kok, gampang banget. Ambil dikit-dikit bahannya, kan kukus-kukus doang. Ancurin. Udah”

Nah, makin semangat lah saya untuk masak-masak makanan Nares. Soalnya kalo dipikir-pikir makanan baby itu kan yang penting bersih, sehat, nggak pake pengawet. Nah, setelah belajar sana sini, baca ini itu, baru degh saya pahami, kalo makanan bayi itu nggak perlu gula, garam, dan bumbu penyedap. Hohooo, manteb lagh kalo begitu. Berarti hanya mengandalkan rasa asli dari bahan makanan tersebut. Gampang, berarti, nggak perlu nakar gula dan garam! Dan saya pun agak semakin lega mendengarnya. Saya sih bukan apa ya bu, cuma takut makanan nggak ada rasa, trus anaknya malah jadi nggak mau makan. Huaaa, sedih banget pastinya kan. *ketok ketok meja sambil bilang amit-amit.

Di kesempatan kali ini, saya mau cerita, betapa mudahnya bikin makanan bayi. Bukan cara bikin makanan bayi ya, tapi kali ini lebih kepada konsep makanan bayi. Makanya, kalo ada yang suka tanya, resep makanan bayi umur 7 bulan sampai 9 bulan, saya suka bingung. Soalnya, saya nggak pernah pusing sama pertanyaan, “Mau masak apa, ya?” Saya itu lebih pusing dengan pertanyaan, “Mau belanja apa ya?” Kenapa? Soalnya pengen banget ngasih Nares jenis-jenis makanan yang baru yang belum dicoba sama Nares. Trus takut salah-salah ngasih jenis makanan. Iye, salah-salah kan bisa keracunan atau alergi. Tapi, kalo salah dengan resep makanan, mudah-mudahan si baby nggak kenapa-kenapa, paling banter ya nggak mau buka mulut.


Baby food umur 6 bulan.

Makanan apa sih yang cocok? Buah, sayur, apa beras-berasan?
Apaan aja boleh kok. Sayur bisa, buah boleh, beras-berasan juga gak masalah. Suka-suka emaknya aje dah yang mau ngasih. Dulu sih Nares dikasih beras-berasan saja. Itu lho, pake tepung Gasol. Tepung beras yang tinggal dimasak. Dimasak yah, bukan diseduh air panas. Kira-kira selama sebulan, Nares makan tepung Gasol. Katanya kalo ngenalin beras duluan, takut makan sayur dan buahnya susah. Nggak juga tuh! Nares dikasih beras-berasan di awal MPASInya, tapi sempet gak mau makan nasi pas diumur 8 bulan. Jadi, slogan itu sih kayanya nggak ngaruh. Lha kalo buah, apaan juga dihajaaar! Sikaaat, bleh!

Makanan Nares di umur 6 bulan ini masih yang halus banget. Bubur tepung Gasol yang udah dimasak aja harus disaring lagi, biar lembut banget.  Buah juga abis diblender, disaring lagi. Eh tapi kalo kaya pepaya dan alpukat, sih ya nggak usah diblender. Saring saja sudah cukup.

Lolos di umur 6 bulan ini untuk Nares adalah : alpukat, apel (bikin susah pup), pear, pepaya, jeruk, kabocha, zukini, buncis, dan oatmeal.


Baby food umur 7 bulan.

Semakin lama, semakin banyak yang boleh dikenalin ke Nares. Conteknya dimana? Pastinya di group mpasirumahan yawh! Banyak diberikan kemudahan untuk dipelajari. Untung aja udah jamannya internet dan bisa browsing. Makanan Nares di umur 7 bulan, nggak jauh juga cara masaknya kaya makanan Nares umur 6 bulan. Ya palingan kukus dan blender. Udah degh, taraaa, jadi! Cumaaa, di umur 7 bulan ini, jenis makanannya udah bertambah jenisnya.

Lolos di umur 7 bulan ini untuk Nares adalah : tahu, bunga kol, kentang, tempe.


Baby food umur 8 bulan.

Yeheee, semakin naik lagi  dan banyak lagi yang boleh dimakan sama Nares. Kali ini Nares udah boleh makan bubur nasi, makan daging, makan sayuran yang beraneka ragam macam. Yehaaa, emaknya semakin doyan belanja ke pasar. Dan jujur aja, pas masa 8 bulan ini saya excited sama jenis makanan yang boleh dikasih ke Nares. Setelah 2 bulan bosan sama menu yang itu-itu aja, akhirnya naek tingkat lagi dan lagi. Apalagi nih, umur 8 bulan ini udah bisa dikasih bumbu dapur yang versi ringan. Jadilah bawang merah, bawang putih, bawang bombay, daun bawang, daun seledri dikasih buat makanan Nares.

Cara masaknya gimana? Ya udah, still the same with the previous one kok. Cuma kukus, trus blender. Atau nggak, rebus, blender. Resep? Jangan tanya resep dah. Nggak pake resep-resepan kalo emaknya Nares masak makanannya Nares. Secara kalo kaldu juga cuma ditambah bumbu dapur yang diatas yang udah disebut tadi. Jadinya ya masak kaldu, ditambah bawang bombay, daun bawang seledri, jahe. Udah degh! Yah, secara kalo nyontek di group juga cuma begitu-gitu doang bumbunya. 

Lolos di umur 8 bulan ini untuk Nares adalah : kangkung, ubi, wortel, jambu biji, melon, lobak, sawi, brokoli (sempet merah-merah dikit badannya), kacang merah, kacang hijau, terung, asparagus, daging sapi, daging ayam, daging ikan, ati ayam, keju, bayam, jagung, tomat.


Baby food umur 9 bulan.

Yeeeaaah, 9 bulan makanannya makin banyak lagi. Urusan tekstur, udah pernah dibahas di postingan sebelumnya. Coba intip yah, kalo mau tingak tinguk. Nah, mulai 9 bulan, masak makanan Nares gimana? Ya masih sama aja tuh. Cuma kukus atau rebus dan kemudian blender. Gampang kan? Sooo, apa yang mau di-resep-in? Nggak perlu kan? Hihihi, tinggal nyontek bahan-bahan, masak-masak, jadi degh! This is it, makanan baby Nares! Hahaha, gampaaang! #sombong

Lolos di umur 9 bulan ini untuk Nares adalah : kuning telur, kiwi, kacang polong (harusnya udah kacang polong udah bisa dari 8 bulan).

Nah, ceritanya baru sampe umur baby Nares 9 bulan aja yah, soalnya di pas bikin postingan ini, Nares baru umur 10 bulan. Belum punya pengalaman nih emaknya...

Pemirsah, jadi masih perlu resep? Masih suka ada pertanyaan, “Bundaaa, aku punya ini itu anu dan ono, enaknya dibikin apa ya? Minta resep dooonk, baby-ku umur 7 bulan neh” atau mungkin "Emaaak, minta resep donk, gimana bikin kacang ijo buat baby umur 8 bulan?" Ngoook, kayanya nggak segitu-gitu butuh resep degh kalo masih umur segitu. Ayo coba tingkatkan kreativitas diri untuk si unyil tercinta. Baby nggak perlu makanan enak, yang penting ada rasa dan sehat bergizi. Enak menurut baby itu belum tentu enak menurut kita lho. 

Resep handal buat masakan baby kita tuh sebenernya adalah cuma 3 dibawah ini kok. Itu pun yang nomor 3 masih bisa toleransi untuk nggak punya. Yang penting itu yang nomor 1 dan nomor 2 saja.
  1. Niat yang kuat.
  2. Kreativitas yang tinggi.
  3. Kesabaran yang tiada batas untuk belajar seluk beluk MPASI.
Selamat masak! Baby sehat, ibu senang, bapak bahagia!

12.09.2011

BELAJAR MAKAN


Bismillah...

Kali ini mau cerita, ninggalin jejak dek Nares belajar ngunyah di blog. Gini lho ceritanya, di umur Nares yang mau ke 10 bulan, Nares masih agak susah kunyah-kunyahnya. Saya sudah agak parno ketika baca di milis mpasi rumahan, banyak baby lain yang umur 10 bulan udah makan nasi lembek. Waaad? Yah, Nares boro-boro nasi lembek. Diumurnya hampir 9 bulan, Nares masih makan bubur saring ya bu... Habis gimana dong, orang kalo dikasih yang agak kasar suka howak howek. Ya sudah lah, mari kita beri kelonggaran. Why? It’s because I know how my baby, not others. Nggak apa-apa ya, dek, namanya juga belajar, pelan-pelan juga nggak apa-apa. Tapi janji ya, dek Nares harus belajar. Nanti sama ibu belajarnya...

Pas waktu umur 8 bulan udah dicoba kasih yang agak kasar, tapi belum mau. Pas disuapin, Nares howek howek dan howek. Kasiyan banget ngeliatnya. Nggak tega. Jadilah dikembalikan ke tekstur yang lebih ringan alias di blender dan saring. Nah, semenjak blender dan saring, Nares jadi cepet banget makannya. Sekitar 10 menit pasti itu mangkok makanannya udah bersih. Ludes ya ciyn... *jempol buat Nareswari. Anak inu makannya lahap ya, sama kaya ibu! Eh, bapak juga ding...

Masuk 9 bulan, mulai ngajarin Nares dengan tekstur yang lebih kasar. Masih di blender, tapi nggak saring lagi. Yah, namanya juga belajar, mau nggak mau harus dicoba. Jadi di umur 9 bulan ini makanannya udah nggak saring lagi. Tapi cukup sampe tahapan blender saja. Oia, sebelum di blender, tetep ya, itu makanan di grinder dulu pake Munchkin grinder. Soalnya kalo cuma dipotong kecil-kecil, kadang nggak ancur di blender  dan masih suka ada itu potongan-potongan kecilnya. Daripada susah-susah nanti milihinnya lagi, akhirnya sebelum masuk blender-an, digrinder dulu degh bahannya. Oiya, kalo lagi males pake grinder, biasanya aku pake parutan tuh. Kece juga noh parutan!

Alhamdulillah, Nares bisa terima ya, makanan yang nggak disaring. Mau juga ya booo, deske. Awal-awal pemberian siyh emang agak pelan makannya, sekitar 20 menit. Tapi udah kesini-sini lumayan cepet kok. Pernah waktu itu sekali di hari Minggu, Nares makannya lebih cepet ketimbang aku yang makan nasi uduk. Huahahaha... kalah saing nih emaknya! Hebat deh Nares, ibu seneng!

Masuk di 9 bulan dan 2 minggu, mulai naek tekstur lagi ya, nak... Ibu mau ngajarin lepas blender nih dek. Tapi tetep digrinder kok, dek. Tenang aja. Nah, masuk di 9 bulan 2 minggu, ibu ngasihnya pun bertahap. Awalnya, makan pagi doang yang di grinder, yang makan siang dan makan sore masih blender. Trus 3 hari kemudian, makan pagi dan siang grinder, tinggal makan sore yang blender. Sampe akhirnya, jreng jreng jreng... lepas lah itu blender. Bye bye blender. Sampai jumpa lagi yah... Nares udah nggak blender-an nih makanannya. Sekarang jadilah mengandalkan sang grinder. Udah lega deh, soalnya pas ngingep di rumah pakdhe dan budhe-nya Nares di Cibinong, Nares udah bisa makan yang nggak di blender lagi. Yippie beud yak!

Kalo di rangkum, ini tahapan tekstur makanannya Nares:
















Eh, tapi pas mau lepas itu blender, Nares diajarin kunyah-kunyah lho sama ibu. Caranya? Hehehe, finger food pake safety feeder. Ini beli-nya satu paketan sama grinder. Biasa degh, online shop gitu! Nah, ngasihnya pas malem. Barengan sama makan malem bapak ibu (secara kalo pagi sampe sore, bapak ibu nggak bisa nemenin adek makan). Jadinya, bapak ibu makan dan dek Nares bisa ngemil sambil belajar kunyah pake safety feeder. Ya, itung-itung cemilan lah. Nggak makan kok, Cuma nyemil sambil belajar kunyah. Yuk mare liat penampakannya...

Liat nih, dek Nares lagi belajar kunyah-kunyah. Ini masih dipegangin sama bapak. Abisnya belum mau pegang sendiri.



Nah, yang ini dipegangin sama ibu, safety feedernya. Belum mau pegang juga nih... Ayo donk, dek... pegang sendiri feedernya...



Masih nggak ngerti juga kali ya, cara pegang feeder, walaupun dah diajarin. Hahaha... unyu banget neh, akhirnya feeder digeletakin di tray high chair. wkwkwk... unyu bangeeet!



Horeee, akhirnya bisa pegang feeder sendiri! Berhasil berhasil dan berhasiiil.... Yippie... dek Nares pegang feeder sendiri! Cakeup banget lah kamu dek... Keceh abeeesh! 


Nah bu ibu pak bapak tak iye..., semoga di kedepannya Nares makin pinter ya, makannya. Semoga Nares mirip bapak ibunya kalo udah urusan makan. Yang semuanya disantap yang semuanya dimakan. Kalo batu bisa dimakan, mungkin udah dimakan juga. Wkwkwk... 

11.03.2011

NARES' MOM IS ON DA KITCHEN...

Yuhuuu... yu’ lah mari berbagi cerita bagaimana saya bertunggang langgang menyiapkan makanan Nares di setiap harinya. It’s a bit of horror for some mommy, but it’s fun for me... Witiwiwww, kenapa fun? Soalnya saya sendiri jarang masak untuk makanan orang dewasa. Untuk makan orang dewasa saya pilih catering-an sajah.

Yak, saya emang milih catering-an daripada masak sendiri. Alesannya adalah sebagai berikut : (1) Nggak repot dan pusing mau masak apa hari ini. (2) Nggak perlu belanja tiap hari ke tukang sayur, which is kadang suka belanja lebih yang ada malah kebuang-buang itu bahan mentah. (3) Siapa yang mau masak? Saya sendiri nggak bisa masak. Mau ngandelin mba’nya, nggak degh. Kan tugas dia yang utama itu menjaga Nares. Kalo udah masak, takutnya Nares malah nggak kepegang. So that’s why saya pilih catering sajah untuk makan orang dewasa.

Untuk Nares, saya bersedia masak! Why? Karenaaa : (1) Saya memutuskan untuk Nares makanan yang non-instant, walaupun DSA mungkin bilang boleh kasih makanan instant. (2) Siapa yang mau masak makanan Nares kalo bukan saya? Sementara yang tau ilmu makanan bayi itu kan ibunya sendiri, bukan orang lain. (3) Kalo pake catering bayi, mahal ya ciyn... Catering bayi nggak semurah catering orang dewasa lho! Okey, dengan pertimbangan alasan di atas, jadilah saya harus masak buat Nares. Repot? Ya... mungkin diawalnya iya. Tapi daripada kena makanan instant? No lah ya. Biar kata nggak pake pengawet, atau pengawet makanan, tetep aja ada pengawetnya. Nehi yawh...

Dulu waktu awal Nares MPASI, saya pernah nyobain bikin makanan Nares untuk 3 hari sekaligus. Jadi saya punya waktu 2 hari kosong untuk leyeh-leyeh dan ongkang-ongkang kaki. Tapi itu dulu, waktu Nares makan 1kali sehari. Sekarang, Nares udah makan 3kali karbo dan 1kali buah. Kalo mau bikin per 3 hari sekali, kaya’nya kok nggak fresh ya? Secara yang dimakan Nares itu udah bubur nasi, lauk sayur dan kaldu-kaldu ikan/daging/ayam. Nah, kalo disimpen kelamaan, kok takut berasa aneh nantinya. Jadinyaaah, saya memilih untuk memasak setiap hari untuk makanan Nares.

Repot? Hahahaaa, ternyata enggak sama sekali! Cuma memang butuh strategi biar bisa masak tiap hari dan nggak repot.


So... Begini ceritanya kalo berhubungan sama masak makanannya Nares!

1.     Versi Belanja
Belanja bahan makanan Nares sih dari berbagai sumber. Kadang di pasar tradisional, kadang pasar modern (supermarket dan toko buah), kadang juga di tukang sayur. Mau tau kelebihan dan kekurangannya?

Positive-nya : 
Pasar Tradisional : lengkap, murah, jenisnya banyak, masih seger
Pasar Modern : pasarnya bersih, bisa tau harganya dulu (kalo mahal ga jadi beli #emak hemat).
Tukang Sayur : enak buat emak yang males pergi-pergi (hahaaa, ini (+) apa (-) yak?)

Negative:
Pasar Tradisional : belanjanya nggak bisa tiap hari karena jauh dari rumah, becek, nggak tau harga
Pasar Modern : belinya harus banyak (kadang soalnya udah di pak-pak gitu), ga bisa milih-milih kalo udah di pak-pak-in, harganya agak mahal, barangnya kadang udah nggak segar
Tukang sayur : suka kelewatan kalo di rumah, kadang bawaannya juga nggak lengkap (jadi nggak bisa match sama jadwal yang mau dibikin).

Nah, makanya kalo saya itu belanjanya kadang di pasar tradisional, kadang di supermarket, kadang juga di tukang sayur.  Eh, tapi kalo kaya ikan tuna, salmond gitu, saya belanja di supermarket. Soalnya di pasar tradisional suka nggak ada. Kalo buah-buahan, lebih sering beli di supermarket dan toko buah. Soalnya di pasar tradisional, buahnya nggak kece! Alias suka berkeriput alias nggak tau harganya. Udah gitu, standard buah pasar adalah pepaya, pisang, jeruk, anggur, mangga. 

Oia, saya lebih seneng belanja dalam jumlah barang yang sedikit-sedikit tapi macam sayuran dan buahnya banyak. Jadi bisa lebih variasi untuk menu-nya. Makanya itu, kalo sayuran, saya suka belanja di pasar tradisional. Karena bisa beli sesuka hati. Ini contohnya, Sabtu kemarin saya belanja: 2 buah wortel, 6 tangkai buncis, 4 buah labu siam, 1 ikat sawi, 2 buah tomat, daun bawang selederi seikat kecil, 1 buah tahu, 1 bonggol daun salada air. Nah, susah kan kalo belanja di supermarket? Tapi kadang ada juga sih yang bisa beli dikit-dikit gitu.

penampakan jualan sayur di pasar tradisional, gemeeessshhh

2.     Versi perlengkapan
Pernah dibahas sih, di sini tentang peralatan MPASI. Cuma mungkin karena Nares udah 8 bulan, makannya udah 3kali berat dan 1kali buah, jadinya udah nambah blender. Kemaren kan lebih sering saringan. Oia, nambah lagi alatnya. Itu si grinder merk Munchkin udah dipake. Buat giling-giling makanan sebelum diblender. Soalnya kalo langsung blender, kadang suka nggak ancur. Makanya digiling dulu, baru blender. Peralatan lain yang nggak kalah pentingnya itu ya food container yang ukuran kecil-kecil, buat nempatin makanan setengah jadinya.

ini sebagian peralatan masak-masakan dek Nares




ini gambar meja makan kalo lagi bikin makanannya Nares. #berantakan 

3.    Versi persiapan bahan makanan
Naaah, ini dia yang seru, waktu nyiap-nyiapin bahan makanan Nares. Saat ngebersihin makanan Nares, biasanya saya lakukan di malam hari, setelah saya pulang kerja. Sekitar pukul 19.30-an saya mulai buka lemari es, cari-cari apa yang bisa dimasak buat Nares untuk besok. Yang pasti yang disimpen di kulkas bagian bawah itu yang jenisnya sayur dan tahu/tempe. Untuk kulkas bagian atas alias freezer, buat nyimpen kaldu dan daging-dagingan. Eh, tapi itu freezernya beda sama freezer buat tempat nyimpen ASIP yah. Freezer ASIP khusus buat nyimpen ASIP.

So, pilah pilih degh, sayur yang mau dimasak besok. Kalo saya sendiri, prinsipnya gini kalo nyusun menu makanan Nares dalam sehari, harus ada karbohidrat-nya, ada sayur, ada protein nabati (kacang-kacangan, tahu, tempe). Daaan, saya itu selalu nyusun menu makanan Nares untuk pagi, siang dan sore itu berbeda. Secara Nares suka susah makan, makanya aku rela bikin menu yang beda. Eh, tapi yang sama hanya bubur nasi dan kaldunya yang sama. Untuk sayurnya, saya bedain. Jadi, pilih 6 macam sayur yang ada kulkas untuk disiangin (dibersihin). 2 macam sayur untuk pagi, 2 macam sayur untuk siang, dan 2 macam sayur untuk sore. Banyak yah? Kalo dari jenis emang banyak, tapi kalo dari kuantitas, jadinya ya dikit degh. Seimprit-imprit gitu yang diambil. Tapi kalo 1 menu 1 sayur juga ga apa-apa sih, sah aja kok. 

·       Next step, setelah pilih 6 macam sayuran, ambil degh sesuai dengan kebutuhan buat makan Nares. Biasanya sih ya dikit-dikit juga kok. Kan masih campur bubur nasi dan kaldu juga gitu lho.
·       Udah diambil, dicuci degh itu bahan-bahan. Udah dicuci, trus dibersihin yah. Kalo kentang dikupas, labu siam dikupas kulitnya, brokoli, dipotongin dan buang batang (bayem dan kangkung juga neh), kalo buncis dan kapri dipotong ujung-ujungnya.
·       Lanjut, potong kecil-kecil itu sayur mayur biar masuk ke grinder, bisa digiling. Saya nggak berani masukin ke blender dalam potongan besar, karena pernah nyobain motong besar-besar, tapi nggak ancur itu sayuran potongnya. Oia, kalo nggak di potong kecil bisa juga diparut pake parutan keju.
·       Sayuran yang udah dipotong gitu, trus masukin ke food container kecil-kecil ya. Jadi, 1 food container kecil itu untuk 1 kali makan. Disitu udah ada 2 jenis sayuran untuk 1 kali makan.


siap sebelum di blender...  Cantik ya warnanya?


4.     Versi Masak Memasak
Udah beres sama bagi-bagi porsi makanan? Lanjut lagi ke versi pengukusannya, begini yang saya lakukan...

Shift 1 (malam ini) 
·       Siapkan pengukusan alias dandang, didihkan air dengan api sedang
·       Kalo airnya sudah mendidih, baru masukin deh tuh yang udah dipotong-potong tadi di food container tadi. Oia, usahakan kalo mengukus atau merebus bahan makanan, didihkan dulu airnya. Kata ibu saya, biar nggak lama-lama ngerebusnya atau ngukusnya. Nah, kalo mau rebus yang daging-dagingan juga gitu, didihkan dulu airnya. Jadi kalo ada darah-darah gitu, dia langsung beku, nggak ngotorin airnya.
·       Kukus selama 20menit. Kenapa 20 menit. Ini siyh berdasarkan pengalaman saya ya, kalo 15 menit itu masih kurang empuk itu sayurannya. Lah kalo 30 menit suka benyek jadinya. Makanya saya ngukusnya 20 menit. Saya biasanya pasang timer di hape saya, jadi biar nggak kelupaan.
·       Kalo udah timer bunyi di menit ke 20, silahkan matikan kompor dan tunggu sampai dia dingin.
·       Beress degh! Kalo udah dingin, boleh masukin lemari es yah. Jangan lupa, tutup itu food containernya.

Udah disimpen di lemari, kita tinggal tidur deeh... hehehe, besok pagi shift 2 masak dilanjut lagi ya bu...


Shift 2 (besok paginya)
Bangun tidur, ku terus mompaaa... hahaha... iya donk, tetep mompa sayah, karena Nares masih ASI di usianya yang 8 bulan 3 minggu ini. Nah, bangun tidur subuh, sebelum mompa, saya langsung masak buburnya Nares. Manual nih masaknya.

·       Cuci beras, sekali aja (katanya kalo kebanyakan, takut vitaminya ilang)
·       Abis dicuci, baru dimasak deh...
·       Kira-kira udah setengah mateng, cemplungin daun bawang seledri dan daun salam. Duuh, wangi dan gurih! Nah, selagi dimaska ini, jangan lupa aduk-aduk itu si bubur ya, biar nggak lengket di panci (walaupun teplon punya)
·       Tunggu kira-kira 1 jam, baru degh, tanak dan matikan kompornya.

Masak kaldunya gimana? Ini nih...
·       Daging yang udah dipotong kecil-kecil, masukin ke air yang udah mendidih
·       Tunggu 5 menit, masukin deh potongan bawang bombay atau bawang merah putih.
·       Udah tinggal separo airnya, matiin deh kompornya.


Nah, udah rapihkan semuanya? Bubur udah, kaldu udah, sayuran potong udah? Sooo, tinggal masukin degh tuh, si bubur, si kaldu, dan si sayuran potong ke dalam blender. Blender kira-kira 1 menit. Daaan, selesailah sudah bubur makanannya Nares. Kalo mau disaring, ya tinggal saring deh. Nggak juga nggak apa-apa. Untuk menu yang pagi, saya tambahin extra virgin olive oil, yang katanya bisa b uat nambahin berat badannya anak. Hehehe... ya, Nares sih emang nggak gendut-gendut banget, makanya pengen nge-boost berat badannya. Semoga berhasil (namanya juga usaha, yak!)
ini makanan Nares waktu masih 2 kali makan #lupa menunya

(Ki): bubur daging pokcay kacang merah, (Te): bubur daging wortel timun, (Ka): Kentang Tomat Pepino + keju

Gampang kan, masaknya? Nggak repot? Cuma buat waktu 30menit di malam hari dan 1jam di pagi hari. Biasanya sih saya suka ajak Nares duduk di high chairnya waktu saya bersih-bersihin makanannya yang malem. Jadi Nares tetap main sama saya, sambil saya ngerjain tugas saya. Tapi kalo pas mau ke deket api, ya jangan dibawa deket-deket ya. Kalo pagi-paginya, kadang Nares udah bangun kadang juga belom. Kalo belum siyh ya aman, kalo udah bangun ya palingan dibawa ke dapur juga. Huhuuu, untung dapur dan ruang makan nyambung jadi satu, makanya lega. 

MPASI rumahan dan no-instant, kenapa nggak?

Referensi yang biasa saya contek tuh dari : http://mamakukokihandal.com/, kadang juga dari group Homemade Healthy Baby Food, dan dari mana-mana lainnya...

KURIKULUM SD KINI... JAHARA DEH...

Buat ibu-ibu yang selalu mendampingi anak-anaknya belajar, pasti paham banget kalau materi pelajaran sekarang ini berat sekali. Ehm, apa ja...

Popular Post