3.09.2017

TENTANG PERNIKAHAN

Alhamdulillaaah, sudah mau masuk 7 tahun pernikahan antara saya dan pak suami. Waktu yang masih sangat muda belia dalam usia pernikahan. Masih nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan usia pernikahan pasangan lainnya. Ya, setidaknya bapak dan ibu saya yang sudah menikah dari tahun 1972. Berarti sudah memasuki 45 tahun di November 2017 ini. Huwooow lah, sesuatu banget. Maklum aja, mempertahankan pernikahan emang nggak gampang. Mau nikah mah gampang, ngejalaninnya itu yang berat. Harus mengurangi ego masing-masing pihak. Eh but no no no, kali ini saya bukan mau bahas tentang kehidupan di pernikahan. Tapi saya mau bahas vendor waktu resespsi saya. 

Tetiba aja gitu mau bahas vendor pernikahan? Tidak lain dan tidak bukan karena adik ipar saya sendiri baru nikah di awal Februari ini. Lalu saya berfikir kalau saya belum tinggalkan jejak tentang vendor pernikahan saya waktu itu (tahun 2010). Ciyeee, ada yang kangen sama masa lalu, masa-masa ngurusin nikahan. Masa-masa ribet sama vendor. Saya bukan type vendor yang cerewet sih, tapi kalau vendor lelet atau nggak bener ya pasti nyap-nyap juga. Nih ya, mau share vendor-vendor kita pas ngadain resepsi nikahan...

Foto Ramean pas Resepsi
Pas banget abis Akad Nikah


Gedung Padepokan Pencak Silat

Agak lucu sebenernya ngadain resepsi di Padepokan Pencak Silat Taman Mini ini. Kenapa? Soalnya suami dan saya kan tinggalnya di Jakarta Barat semua, tapi kok ambil gedung resepsi di wilayah Jakarta Timur? Banyak pertimbangan soalnya. Yang pertama, ya faktor harga yang masuk budget (tahun 2010, charge gedung adalah Rp 6,600,000 per 1/2 hari - sekarang 2017 udah Rp 11,000,000). Terus, aksesnya gampang banget, keluar toll Taman Mini, nggak jauh udah langsung sampai. Terjangkau juga sama kendaraan umum. Aulanya cukup besar, plafonnya tinggi jadi nggak panas. Parkirannya luas. Padepokan PS juga punya penginapan gitu, jadinya kemarin keluarga yang datang dari daerah banyak yang nginep di penginapan sini. Penginapannya juga nggak mahal kok.


Catering dan Dekorasi

Ini yang cukup menyedot dana besar dari biaya resepsi pernikahan di gedung. Biaya makan. Namanya juga ngundang orang makan, maka jadilah biaya makan ini merupakan komponen yang paling besar dibanding biaya lainnya (rias, dekor, foto, souvenir, undangan, dll). Kita pakai vendor Puspita Sawargi punya ibu Lynda. Kenal dari mana sih, Puspita Sawargi? Nyobain juga lah pas ada yang kawinan. So far seneng sama masakannya. Minta price list dan ternyata masuk di budget. Team marketing sangat helpful. Jadilah kita pakai catering Puspita Sawargi. Ternyata bu Lynda nawarin paket. Jadi nggak cuma makanan, tapi juga dekorasi pelaminan, fotografer, rias pengantin, MC, dan lain-lain. Kecuali souvenir dan undangan.

Dipikir-pikir, kayaknya enak juga ambil yang paket. Kenapa? Kita jadi nggak repot ngurusin perintilan sana sini sono. Biar aja di-handle sama 1 vendor. Wedding Organizer donk? Ya semacam itulah. Tapi nggak full WO. Ndak apa, kita ambil paket aja. Tapi ada beberapa items yang masuk di paket, suami dan saya nggak mau pakai. Misalnya, kayak live music alias organ tunggal atau mini orchestra. Kita nggak suka yang hingar bingar, makanya coret dari list deh live music. Trus juga penari pengiring pengantin, alias cucuk lampah, itu juga kita coret. Boleh emangnya? Boleh banget dari Puspita Sawargi. Trus diganti ke yang lain? Iya. Kita alihkan ke makanan semua. Makanya kita berdua sangat puas dengan pelayanan team Puspita Sawargi. Sekarang Puspita Sawargi semakin besar lho (main deh ke IGnya @puspitasawargi. Good banget.


Fotografer

Ini juga ambil paket dari Puspita Sawargi. Kita sebenernya boleh milih beberapa vendor fotografer waktu itu. Ada beberapa hasil dokumentasi yang waktu itu diliatin ke kita dan semuanya bagus-bagus. Alamakjang kan kalo begini, bingung mau milih yang mana. Pilih lobang kancing aja dah akhirnya. Wkwkwkwk. Karena belum paham siapa vendor yang udah bagus banget dan harga murah banget (hahahaha - medit), akhirnya kita minta saran aja dari team Puspita Sawargi, siapa yang direkomendasikan. Terpilih deh Graha Kencana Foto Studio. Hasil foto dikirim 3 minggu setelah acara dan hasil foto dan video bagus hasilnya. Kita nggak bawel sih ya, jadinya fotonya dikirim cepat aja tuh sama vendor-nya. Ahahahaha....


Undangan

Waktu mau bikin undangan, kita coba survey ke beberapa tempat. Diantaranya ada Pasar Tebet yang udah terkenal tempat bikin undangan. Hahaha, nggak masuk budget kita sayangnya. Secara kita punya prinsip, bikin undangan nggak mau yang bagus-bagus amat, tapi nggak jelek-jelek amat. Kenapa? Soalnya kalau undangan biasanya abis dibaca ya dibuang gitu aja. Selesai. Jadi kalau undangannya mahal, rasanya kok sayang. What we did? Suami saya design sendiri undangan dan kita bawa ke percetakan. Mana jumlahnya juga cuma 300 undangan, nggak banyak. Alhamdulillah, H-21 selesai juga tuh undangan. Harganya ya jauh banget sama percetakan-percetakan undangan kawinan. Mau coba? Kalau mau ribet mah bolehlah... ahahahahh... Percetakan mana? Ada tuh di Meruya.


Perias

Dari beberapa vendor yang ditawarin sama Puspita Sawargi (sanggar Liza, Miarosa, Putri Nawangsari, ada apa lagi ya lupa), akhirnya kita milih Putri Nawangsari milik bu Naning. Kenapa milih Putri Nawangsari? Karena lokasinya paling deket sama Padepokan PS. Hahaha, takut perias datang telat kalau jauh lokasinya, makanya ambil perias yang paling dekat sama gedung. Hasil? Sangat puas. Paes Jawa Solo-nya yahud lah pokoknya. Aseli digambar sama bu Naning. What I want to say about bu Naning adalah, professional. Sampe saya pun terperangah pas rambut dikerik sedikit buat paes-nya. Ya tapi emang begitu. Bu Naning ini juga gak cuma ngerias, tapi terus megangin manten apa yang harus dilakukan gitu. Ngajarin cara jalan, nuntun acara. Best lah...


Nah... coba deh mungkin bagi yang mau ngadain respesi nikahan, mungkin tulisan saya ini bisa sedikit membantu ya. Selamat hunting vendor dan semoga prosesnya lancar ya...

1.27.2017

REVIEW CLODI ECOBUM PANT - CLODI LANJUTAN

Udah sekian lama bye-bye beli diapers sekali pakai alias pospak. Lumayan banget menghemat dan nggak lagi berburu diapers murah tiap promo di supermarket. Udah nggak grasak grusuk lagi sama yang namanya promo diapers. Skip dan bhaaay pokoknya. Sukses dengan cloth diapering (clodi) sessi 1, mari lanjut dengan cloth diapers sessi 2. Sessi 1 nya itu adalah cloth diapers dengan model yang selama ini Narfa pakai, dan sessi 2 dilanjut dengan model pants. Kurang lebihnya mirip pospak dengan perekat dan pospak celana (baby awal dengan tape dan lanjut dengan pant).

Belajar dari sana sini situ di dunia maya, emang kan jenis dan type clodi Ecobum - popok kain modern - itu berbagai macam. Dari segi materialnya, ada yang dari bludru disebut Minky dan ada yang PUL. Nah PUL ini yang menjadi pilihan saya. Saya emang nggak terlalu telaten untuk pelihara material bludru, makanya pilih yang PUL. Tapi jangan salah, yang type Minky ini motif-nya lucu-lucu banget. Jadi iri gimana gitu sama motifnya minky. Walaupun yang material PUL ini ya lucu-lucu juga motifnya. Ada yang motif tema perempuan, laki-laki dan ada juga yang universal.

Dari segi type perekat atau kancing-nya, nah yang clodi pertama ini seperti yang saya udah bilang diatas tadi, seperti pospak perekat (disebutnya type snap). Ini buat anak bayi yang masih belum banyak gerak aktif sana sini sono. Masih mudah sekali memakaikannya. Giliran si anak udah mulai membesar, udah mulai menendang-nedang, jungkir balik jumpalitan, tipe yang snap itu udah mulai agak susah memakaikannya lho. Seperti sekarang ini baby Narfa yang udah mau 8 bulan dan semakin lincah. Saya rasa ini saatnya saya memakaikan clodi Ecobum pants.

Taraaa... bukan sulap bukan sihir... ayo kita coba clodi lanjutan baby Narfa : Ecobum Pants - clodi pull up pant. Kenapa Ecobum, ya pasti karena clodi pertama-nya yang tipe snap, udah cocok banget sama Narfa. Kebayang kan, clodi lokal tapi citarasa clodi import. Kalau soal harga, udah pasti emang termasuk clodi murah dan dapat clodi bagus. Dengan harga segitu dan kualitas clodi premium, cihuy banget lho. Sekarang mau coba review Ecobum Pants ini, ya...


Material

Ecobum Pants, setelah dijelajahi di dunia maya, ternyaata ada yang mingky dan ada yang PUL. Ini dari segi material yang luarnya ya... Saya tetap pilih yang PUL. Sekali lagi, saya bukan type yang pinter merawat type minky alias seperti bludru itu. Jadilah saya pilih PUL kembali untuk Ecobum Pants ini. Kalau ibu-ibu yang pinter ngerawat bahan minky, saya mempersilahkan dengan sangat, pilih Ecobum minky ya. Abis motifnya lucu-lucu banget. Menurut para suhu perclodian, yang minky itu lebut banget bludru-nya. Cakep lah pokoknya...

Nah, kalau material bagian dalamnya, Ecobum Pants ini menggunakan material suede. Suede ini, kering banget lho. Saya juga bingung, kok bisa ya, suede-nya kering gitu, padahal insert-nya clodi udah cukup basah. Beruntung banget emang pakai inner suede ini, karena kulit bayi adik Narfa yang cukup sensitif, jadi nggak merah-merah karena lecet. Kemarin sempet dag dig dug ser ser ser, waktu kelamaan pakai pospak (belum kenalan sama clodi), itu merah-merah semua bagian dalam si bayi. Tanda-tanda kulit sensitif kan muncul banget. Alhamdulillah, pakai clodi nggak lecet.


Motif

Clodi Ecobum bagus ini, mau yang minky atau yang PUL semuanya bermotif bagus-bagus lho. Motifnya ada motif yang untuk perempuan dan motif untuk laki-laki. Tinggal pilih aja sesuai selera. Kalau mau aman, silahkan pilih yang motif-nya universal. Mungkin buat nanti dipakai sama adiknya lagi (ini berlaku bagi yang masih mau punya adik, ya... ahahahaaa - kalau saya skip dulu aja). Motif apapun yang dikeluarkan sama Ecobum, ciamik punya lho bu ibu. Lucu-lucu. Saya tetap memilih warna yang tahan kotor, maklum sangat ya, nggak berani jorok-jorokan kalau saya.

Lucu banget ini motif scooter. Sukak!


Ukuran

Karena Narfa yang sekarang ini umur 7 bulan 20 hari dengan berat 8.5 kg, jadinya pakai clodi PUL Pants udah paling tepat. Ecobum pants ini punya satu ukuran, tapi bisa disesuaikan dengan ukuran bayi kita kok. Soalnya Ecobum pants punya beberapa kancing yang bisa dipaskan dengan ukuran berat badan anak kita. Namanya juga anak bayi, beda pabrik bisa beda cetakan. Jadi saya nggak khawatir beli Ecobum Pants snap ini nggak cukup buat anak saya. Kancing-nya bisa di-adjust kok. Waktu kemarin masih umur 2 bulan pakai, set kancing yang paling kecil. sekarang bisa udah yang medium.

Dikecilin, kancing 1 baris ya...

Dibesarin, lepas semua kancing-nya
Silahkan atur sesuai besar badan anak kita ya...

Double Leg Gusset

Ini emang handalan saya, yaitu clodi yang pakai double leg gusset. Double leg gusset ini manfaatnya adalah seperti pelindung anti bocor sisi samping clodi. So far selama memakai clodi yang PUL snap selama 6 bulan ini, itu pup nggak pernah bocor. Aman terkendali. Jadi double leg gusset Ecobum ini bekerja dengan sangat baiknya. Nggak salah deh ya, milih Ecobum clodi anti bocor ini, soalnya jadi bersih selalu. Saya paling nggak bisa deh tuh poop anak-anak berantakan. Antara malas bersihkan poop dan jijik sih emang rada tipis, kan ya? *wink


Insert Clodi

Kemarin waktu baby Narfa mulai pakai clodi di umur 2 bulan, saya memilih insert yang microfiber. Semuanya microfiber saya pilih. Kenapa nggak pakai bamboo atau hemp yang menyerap cairan lebih banyak dibanding microfiber? Jawabannya adalah karena saya baru nyoba waktu itu. Hahaha. Sekarang, buat clodi Ecobum Pants ini, saya coba yang hemp-nya. Ternyata emang bener jauh lebih banyak menampung cairan dibanding yang microfiber. Tau gitu dari awal dulu beli yang hemp ya, pemirsa. Yah, telat banget nggak sih? Weheee, tapi better late than never.

Insert Clodi Ecobum yang canggih
Paling kusuka, type pocket gini. Rapih. 


Nyuci Clodi

Belajar dari pengalaman dari cara mencuci clodi Ecobum PUL Snap kemarin yang hampir tiada kendala, kali ini dengan Ecobum pull up pants juga tanpa kendala. Nyuci clodi mudah sangat, tidak sesulit yang dibayangkan oleh orang-orang lho. Emang bener banget, tak kenal maka tak sayang. Belum nyoba pakai clodi, pasti belum tau mudahnya pakai clodi. Emang paling seneng tuh tapi kalau cuaca cerah. Clodi, clodi basah jemur aja pantengin matahari dan bersih kembali. Saya nggak usah pakai cairan kimia macem-macem demi menjaga kinerja clodi yang maksimal.


Clodi Idaman


Ini emang agak gimana gitu ya, antara senang dan sedih. Senangnya itu karena yang jual clodi Ecobum itu banyak lho. Jadi mudah aja dicari barangnya. Onlineshop paling juara deh. Selama ini bela-beli Ecobum pastinya melalui onlineshop. Cek langsung aja ke ecobum.net kalau nggak percaya. Mau beli di onlineshop yang lain juga bisa kok. Tapi ya gitu ya, kudu cepet-cepet dah belinya. Pengalaman kemarin, begitu restock langsung beli. Eh tapi kemarin baca-baca juga pada banyak yang PO lho. Warbiyasak banget ya, Ecobum...


Alhamdulillah, seneng banget deh baby Narfa udah naik kelas pakai clodi pants. Makin besar, makin pinter, sehat selalu ya baby Narfa. Belajar hemat dan belajar cinta lingkungan sedari kecil, nak. Kelak dirimu akan tau, betapa berharga-nya lingkungan hidup ini (eciyeee... mamaknya lagi bijaksana). 

12.27.2016

LIBURAN SEHARI DI TAMAN MINI INDONESIA INDAH

     Libur tlah tiba...
     Libur tlah tiba...
     Horeee... horeee... horeeeeee...

Alhamdulillah... liburan juga akhirnya. Nggak terlalu pengaruh juga sih sebenernya buat saya. Semenjak udah nggak ngantor, waktu saya lebih banyak di rumah dan buat anak-anak tercinta. Sesekali boleh lah, mamak pergi foya-foya ngabisin duit suami. Bahahahaaa..., walaupun abis itu manyun lagi, kantongnya bokek bin cekak. Yah, namanya juga butuh penghiburan. Nggak apa deh ya, sekali-sekali menghibur diri. "Karena sesungguhnya, emak juga butuh me time". Nah kalo yang ini pasti semua juga pada setuju. 

Akhir tahun ini (dan tepatnya beberapa bulan ke depan), kita sekeluarga nggak punya rencana jalan-jalan yang jauh-jauh. Alasan demi alasan menguatkan kami untuk tidak jalan-jalan. Mulai dari punya bayi kecil, dilanjut smaa punya hajat besar adik kita mau kewong, dan lain-lainnya, maka liburan jalan-jalan jarak jauh untuk sementara distop dulu pemirsa. Emang juga di awal tahun 2016 ini kita udah jalan-jalan jauh ke Semarang sampai Kudus segala. Cukup dulu lah ya, tarik napas dulu. Liburan kali ini skip jauh jalan-jalan luar kota.

Nggak jalan luar kota yang jauh-jauh bukan berarti nggak bisa liburan juga kan ya tapi. Akhirnya kita memutuskan untuk wisata ke seputaran kota Jakarta aja. Beberapa tempat udah masuk ke list, tapinya masih ragu-ragu kemana. List-nya mana aja? Mulai dari Branchsto di Bintaro, Taman Mini Indonesia, berbagai macam waterpark, Duren Warso, dan Bendungan Walahar. Akhirnya kita putuskan ke Taman Mini Indonesia Indah. Kenapa? Jaraknya deket aja dari Slipi. Selain itu, saya juga belum pernah ke sana bawa anak-anak (sama suami juga nggak pernah). 

Kebetulan Jumat itu pak suami ambil cuti dari kantor karena jumlah cuti yang masih banyak. Berangkat pagi, karena kalau udah siangan nanti bisa kepentok Sholat Jumat. Akhirnya, pukul 09.30 pagi udah sampe Taman Mini, karena waktu tempuh dari Slipi cuma 30 menit aja. Sepi dan lengang karena banyak orang udah ambil cuti mau Natalan. Sekolah anak-anak juga dah libur. Tambah lagi kalau pagi, dari Slipi mau ke Cawang melawan arus orang berangkat kantor. Alhamdulillaaah tak terkira, perjalanan wisata lancar sangat. Hahahahaaa...

Masuk ke Taman Mini Indonesia Indah, pada saat itu...
   ~ Rp 15.000 per orang (anak umur diatas 3 tahun sudah dihitung)
   ~ Rp 10.000 per mobil
   ~ Motor nggak tau berapa bayarnya.... hihihihi, kalau jalan kaki ya hitung orangnya aja.

Pertama kali masuk, kita langsung muter-muter aja dulu melihat kondisi TKP yang baru didatangi. Mulai dari lihat anjungan rumah tradisional adat yang ada di Indonesia, lihat danau dengan miniatur pulau, lihat istana anak, lihat bangunan Keong Mas, termasuk beberapa museum yang ada. Dari sini kita sudah mulai menentukan kita mau kunjungi ajungan yang mana saja. Maklum, ada beberapa anjungan yang kalau masuk, kita harus bayar tiket masuknya lagi. Namanya aja liburan ngirit, males jauh dan males keluarin uang banyak. Pelit banget siyk...

Waktu mendekati Sholat Jumat, saya duduk di mobil sama anak-anak dan bapaknya pergi Sholat Jumat. Sembari nunggu bapaknya sholat Jumat, saya sama anak-anak makan. Kita bawa makan dari rumah. Ngirit? Iyaaah... Soalnya emang kalau makan suka resse' banget kita. Kadang cocok menu, nggak cocok harga (baca: mahal). Sementara yang cocok harga, nggak cocok menu. Kalau bawa dari rumah, udah pasti cock menu dan cocok harga. Bukan begitu, bukaaan? Udah banget emang kita bikin kayak piknik lah. 

Selesai makan, bapaknya pas selesai juga Sholat Jumat dan lanjut si bapak makan. Abis itu, kita mulai deh liat-liat ke anjungan. Mari berjalan-jalan...

Yang gratisan kita masuk... ada anjungan rumah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Sebenernya semua anjungan rumah adat masuknya gratis. Kita milih 2 rumah adat ini karena letaknya berdekatan. Selain itu ya karena asal muasal darah kita ya dari 2 propinsi ini sih ya. Anjungan-anjungan ini ternyata pemeliharaannya dilakukan oleh pemerintah daerahnya ya. Jadi kalau pemda-nya care dan pay attention, anjungannya pasti terawat dan bagus. Kemarin sempat ninguk anjungan Sumatera Barat. Iyh, cakep banget dan rameeee... 

Anjungan Rumah Kalimantan Selatan 
Anjungan Rumah Kalimantan Selatan dari luar
Rumah Panjang suku Dayak Kalimantan Barat
Di dalam rumah adat Melayu Kalimantan Barat
Rumah adat Dayak Bidayuh yang tinggi menjulang

Selesai liat yang gratisan, kita mulai ngunjungin yang bayar-bayar. Naik kereta gantung alias cable car. Jalur kereta gantung ini terbagi atas 2 jalur ya. Nah, saran saya, naik lah bukan dari stasiun C. Soalnya nanti pas diatas, nggak bisa melihat miniatur pulau-pulau Indonesia (ngeliatnya terbalik). Nah, saya termasuk yang salah naik terminal cable car. Hahaha, namanya juga barang baru. Berapa bayar cable car? Rp 50.000 per orang, anak diatas 1 tahun juga kena bayar. Ini harga peak season ternyata beda. Agak kemahalan menurut saya. Kita berempat jadi kena Rp 200.000 untuk perjalanan yang sekitar 10 menit ajah... hiks hiks, uang segitu dapet banyak belanja di Supermarket (eeeaa).

Snowbay diliat dari Cable Car
Rumah adat Sumatera Barat dari Cable Car
Rumah adat Kalimantan Timur dari Cable Car
Liat Pulau Miniatur yang kebalik :(

Selesai muter-muter di pakai cable car, kita lanjut ke Istana Anak-anak Indonesia. Untuk masuk ke sini, harga tiket Rp 10.000 per orang (diatas 3 tahun mulai bayar). Ada apa disini? Di dalamnya ada beberapa display wayang anak, kemudian ada tempat berenang yang harus bayar Rp 15.000 per orang, ada wahana permainan lainnya yang harus bayar Rp 10.000 per anak. Masuk ke Istana anak ini, sebenernya sih bagus aja, tapi karena wahana-nya udah tua tua banget jadi rasanya masuk ke sini kayak berada di tahun 1990-an. 

Istana Anak Anak Indonesia (sedang dibersihkan)
Isi di dalam bangunan Istana
Boleh main di playground ini dengan grateis.
Udah muter-muter istana anak, kita pengen main bebek-bebekan itu sebenernya, tapi apa daya, anak-anak udah teler. Masuk mobil kok ya pada tidur. Selesai deh udah acara kita main di Taman Mini. Udah pukul 16.30, sudah lelah juga sebenernya. Saatnya pulang. Walaupun sebenernya masih banyak wahana yang lain yang belum dikunjungi lho... Ada Taman Legenda, ada Keong Mas, ada Museum Penerangan, Museum Transportasi, Kolam Renang Snowbay, dan banyak lagi lainnya. Nggak cukup waktu seharian untuk ngabisin semua anjungan dan wahana. Gempor juga lagian.

Mau liburan murah meriah seputar Jakarta? Boleh mampir deh di Taman Mini Indonesia Indah. Sembari berwisata, sembari nambah-nambah wawasan kebudayaan Indonesia. Monggo lho ya..., intip-intip foto kita kemarin ke TMII di bawah ini...

Satu yang belum disampaikan... kenapa di Komplek TMII ini cuma ada California Fried Chicken ya.... hahahahha... aseli deh, mulai dari depan, sampai belakang komplek... semua CFC.


12.16.2016

PERPANJANG STNK - MOBIL LEASING

Balik lagi ngeblog setelah beberapa lama waktunya nggak nulis-nulis. Alasan utama pasti karena ribet banget ngurusin anak-anak yang mulai membesar. Sementara alasan kedua yang paling tepat adalah karena malas. Iya, entah mengapa kemarin itu malas banget mau nulis blog. Gimana nggak males, kejar setoran sama urusan anak-anak dan rumah. Belum lagi di akhir Oktober kemarin anak sulung sakit dan terpaksa rawat inap. Dan semenjak itu, terus bergantian kita sakitnya. Lengkap.

Nah, kali ini sudahlah saya mari meneruskan tulisan yang tertunda. Sudah nulis judul, masuk ke draft. Ngejogrok udah lama banget. Sekarang saatnya nerusin deh ya... Mudah-mudahan pengalaman saya kali ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Punya mobil, masih leasing alias nyicil di leasing? Mau perpanjang STNK alias pajak mobil? Ngurus sendiri atau via leasing? Boleh dipilih kok mau yang mana. Semuanya sama aja gampangnya. Kira-kira 3 bulan lalu, mobil kita harus bayar pajak. Tahun sebelumnya, ngurus pajak gampang aja. Bahahaha, secara BPKB ada di tangan kita. Urus sendiri di Gerai STNK, cuuusss... sehari langsung jadi. Tahun ini, eciyeee... mobilnya ganti... dan BPKBnya, masih disekolahin. Jadilah harus belajar lagi, gimana ngurus bayar STNK.


Mau bayar STNK via leasing?

Kebetulan, leasing saya ada BCA Finance. Yang saya lakukan pertama kali adalah, nelpon customer service BCA Finance. Nanya langsung, gimana urus perpanjangan STNK. Dikasih tau deh tuh sama CS-nya. Bisa diurus sama pihak leasing. Nah, kalau diurus sama leasing..., caranya begini...
1. Datang ke kantor leasing terdekat. Kalau BCA Finance, boleh datang ke kantor mana aja yang terdekat. Lokasi BCA Finance dimana? Nah buka deh ke web BCA Finance
2. Udah sampe kantor BCA Finance, langsung aja tanya ke pak satpam, gimana mau perpanjang STNK. Nanti pak Satpam nyuruh antri ke CS.
3. Ketemu CS, bilang aja mau perpanjang STNK. Sebutin nomor plat kendaraan dan siapkan KTP asli ya...
4. Diurus sama leasing BCA Finance, kemarin tarifnya adalah Rp 90.000 (untuk mobil) dan lama pengurusan selama seminggu. Kenapa lama? Kata CS-nya soalnya kolektif, nunggu barengan sama yang lainnya.
5. Silahkan tanya sama CS-nya lagi ya, bahahaha... kemarin informasi yang didapat dari CS BCA soalnya cuma begini.


Mau bayar STNK sendiri? Jalan sendiri? 

Ini juga nggak kalah mudahnya ngurusnya. Saya kemarin ngurus perpanjangan STNK sendiri, cukup 1 hari saja lamanya. Berangkat dari rumah jam 8, dan jam 11.30 udah tiba lagi di rumah. Nih cara ngurusnya...
1. Siapkan fotocopy KTP kita untuk nanti di SamSat.

2. Datang ke kantor BCA Finance terdekat.
3. Minta disiapkan surat pengantar untuk perpanjang STNK, dan bilang kalau kita mau urus sendiri.
4. Nanti akan dikasih surat pengantar dari BCA Finance berikut copy BPKB yang dilegalisir.
5. Silahkan lanjutkan urusan perpanjangan STNK ke Samsat.

Naaah, yang perlu diperhatikan adalah... bahwa perpanjangan STNK kendaraan yang masih dibawah leasing, nggak bisa di Gerai Samsat atau STNK Keliling ya... Perpanjangan harus dilakukan di kantor Samsat langsung. Kemarin, saya urus surat pengantar ke BCA Finance Daan Mogot dan langsung lanjut ke Samsat Daan Mogot. 

Nah, mudah aja kan perpanjang STNK kendaraan yang masih dicicil... Udah nggak perlu calo lagi. Udah nggak perlu takut lagi. Semua urusan beres. Kebetulan, karena ini pertama kali ngurus perpanjangan STNK di Samsat Daan Mogot, jadi sempat tanya-tanya ke bagian Informasi karena bingung alur bayarnya. Kurang jelas signage-nya. Tapi petugasnya mah ramah-ramah banget kok... Ngebantuin penjelasan. 

Well done, selamat ngurus perpanjangan STNK sendiri yaaa... jangan lupa, copy KTP nya disiapkan. 

Nunggu dulu... minta surat pengantar dan legalisir BPKB
Di kantor Samsat Daan Mogot, nunggu antrian
Di kantor Samsat, bayar STNK bisa gesek kartu ATM Bank DKI lho...
Selesai dan menunggu surat tanda lunas

11.03.2016

ALTIC BATURADEN JOURNEY

Altis Indonesia Community (ALTIC) kembali mengadakan touring yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 September 2016, kali ini yang akan menjadi tujuan adalah kawasan wisata Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah. 


Berangkat pada pukul 01.00 dinihari (24 September 2016), memulai perjalanan dari Rest Area Toll Cikampek KM 39, sebanyak 49 kendaraan. Menuju Baturraden, Purwokerto melalui toll Cipali, menyatukan line-up barisan touring dengan member ALTIC yang berada di area Pekalongan, Brebes dan Tegal untuk melanjutkan ke Purwokerto. Jumlah seluruh kendaraan sebanyak 79 kendaraan yang bergabung dalam touring ini. Beberapa chapter yang berpartisipasi dalam touring ini merupakan dari chapter Padang, Jakarta, Bogor, Bandung, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Selain touring yang bertujuan untuk bersilaturahmi dengan kerabat ALTIC di area Purwokerto, touring ALTIC kali ini juga melakukan satu kegiatan peduli dengan lingkungan hidup sekitar, yaitu dengan melakukan penanaman bibit pohon dan sumbangan beberapa perlengkapannya di Kebun Raya Baturraden, Purwokerto, “Sesuai dengan tema touring kali ini, Go Beyond, Go Green, maka kesempatan kali ini kami ikut berusaha melestarikan lingkungan hidup di sekitar kita. Bekerja sama dengan PT. Perhutani dan PT. Toyota Astra Motor, mudah-mudahan dengan kegiatan kami ini dapat memberikan manfaat di Kebun Raya Baturraden ” demikian penjelasan Ketua Pelaksana ALTIC Baturraden Journey, Muhammad Kahfi.

Pada kesempatan kali ini, menjadi salah satu rangkaian kegiatan touring ALTIC di Purwokerto adalah untuk meresmikan Chapter Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen). “Pertumbuhan member di area Barlingmascakeb sangat pesat dan sangat aktif, maka kita wadahi chapter khusus Barlingmascakeb. Selain itu juga karena untuk bergabung dengan Chapter Jawa Tengah di Semarang dan DI Yogyakarta cukup jauh”, demikian penjelasan Ketua Umum Chairul Fahry pada saat peresmian Chapter.

Tidak kalah menariknya pada touring kali ini adalah acara Test Drive Toyota Sienta bagi para member Altis Indonesia Community. “Mengapa Toyota Sienta kita coba pada touring kali ini? Mengingat jargon ALTIC “Not Just Brotherhood, We Are Family”, maka kami rasaToyota Sienta dapat juga menjadi alternatif kendaraan dan family car bagi member ALTIC.”, penjelasan dari Dyan Anto Wikamta, sebagai Ketua Chapter Barlingmascakeb

Sosialisai program Well Behaved Driver juga sebagai salah satu agenda utama di malam puncak touring ALTIC Baturraden Journey, mengingat program WBD merupakan program yang sangat penting bagi seluruh member ALTIC. Berkendara dengan sopan santun dan tidak emosi, merupakan salah satu program yang diutamakan bagi seluruh member ALTIC. Touring yang diisi juga dengan kegiatan wisata di Kawasan Wisata Baturraden ini, dilanjut dengan menyantap kulner khas Purwokerto, yaitu Soto Sokaraja, Tempe Mendoan dan Es Dawet di Rumah Makan Ekasari.

Turut mesponsori acara Touring ALTIC Baturraden Journey ini adalah Toyota Astra Motor, GT Radial, Prestone, TKB Group Indonesia, Autospeed, Zone, Alex Autocar, Martabak San Francisco, Pertamina Fastron, Duta Motor, dan Garudafood.

9.21.2016

MUDAHNYA URUS AKTA KELAHIRAN dan KARTU KELUARGA

Berbagi itu indah... apa aja dah yang bisa dibagi, asalkan halal, mari dibagi. Kali ini saya mau bagi-bagi cerita (seperti biasa), gimana caranya urus atau mungkin lebih tepatnya bikin surat Akta Kelahiran anak. Baru kali ini (di saat anak sudah tiga), saya urus sendiri Surat Akta Kelahiran si bocah.

Lha kemarin yang dua anak, piye bikinnya? Hmmm... joki, ciyn! Bahahahaha! Waktu jaman Nares, yang ngurus Akta Kelahiran, dari pihak RS (bayar sekian ratus ribu dan jadi). Waktu jaman Nara, yang ngurus Akta Kelahiran ada pengurus RW yang berbaik hati. Sekarang, karena saya pengangguran, makanya mau urus sendiri aja. Belajar... kali aja bisa jadi joki ngurus Akta Kelahiran... *kunyah bubble tea. Eh tapi ya, ini siy sebenernya karena pihak RS sekarang udah nggak mau lagi ngurusin bikin Akta Kelahiran, makanya mau nggak mau ngurus sendiri deh.

Ngurus Akta Kelahiran ternyata gampang banget kok, nggak pakai susah dan berbelit-belit. Sekarang apalagi jamannya koh Ahok jadi DKI-1, nggak main-main punya, urusan di kelurahan dan kecamatan nggak bisa sembarangan jadi permainan. Salah-salah ehm main-main maksudnya... kalo petugas main-main sama penduduk jelata macam saya ini, tinggal laporin via aplikasi Qlue, kelarlaaah... kelar riwayatnya di instansi pemerintahan.

Udah siap mau bikin Akta Kelahiran adik bayi? Nih langkah-langkahnya...


Lapor ke RT setempat untuk mendapatkan Surat Pengantar

Ini hal pertama banget yang harus dilakukan. Mintalah Surat Pengantar dari Pak/Bu RT kita. Tapi jangan lupa ya..., kalo mau minta Surat Pengantar RT pun harus bawa: 
   1. Surat Keterangan Lahir dari RS (asli)
   2. Kartu Keluarga (KK) - copy
   3. Surat Nikah - copy
   4. KTP suami dan istri - copy

Itu semua lampiran yang harus ditunjukan ke RT. Surat Pengantar ini nanti harus dilanjutkan untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel pak/bu RW. 

Nah, yang perlu diperhatikan adalah, Surat Pengantar-nya nanti dapetnya 2 ya... karena yang satu adalah Surat Pengantar untuk membuat Akta Kelahiran dan yang satunya lagi Surat Pengantar untuk membuat/merevisi KK (karena ada tambahan anggota keluarga baru). Kalau menurut informasi dari pak RT saya, ini karena sekarang di Akta Kelahiran harus sudah ada Nomor Induk Kependudukan (NIK). Makanya, bikin KK dulu baru bisa bikin Akta Lahir.

Selesai Surat Pengantar Akta dan KK, saya lanjut ke Kelurahan Palmerah...


Lapor ke Kelurahan untuk Pembuatan KK dan Akta Kelahiran

Yuk lanjut proses di Kelurahan. Sampaikan ke petugas PTSP di Kelurahan, kalau kita mau bikin Akta Kelahiran si bocah, serahin aja semua Surat Pengantar Akta dan KK ke petugas. Nah, untuk yang dokumen Akta Kelahiran, jangan lupa siapkan 2 (dua) paket berkas:
   1. Surat Pengantar dari RT dan RW (asli)
   2. Surat Keterangan Lahir dari RS (copy) 
   3. Cap kaki bayi saat lahir dari RS (copy)
   4. Surat Nikah Orang Tua (copy)
   5. KK (copy)
   6. KTP orang tua anak - suami dan istri (copy)
   7. KTP 2 orang saksi (copy)

Kalau berkas diatas sudah lengkap, nanti petugas PTSP akan terima dan selanjutnya untuk dibuatkan Surat Pengantar membuat Akta Kelahiran kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Barat. Jadi, di Kelurahan itu hanya untuk membuat pengantar-nya ya, bukan untuk menjadi sebuah Akta Kelahiran. Setelah menyerahkan berkas diatas, seminggu kemudian saya disuruh datang kembali.

Datang kembali ke Kelurahan, seminggu setelah masuk berkas yang pertama, ternyata Surat Pengantar untuk bikin Akta Kelahiran dari Kelurahan sudah jadi, berikut dengan KK yang baru juga. KK-nya sudah ada nama adik bayi berikut dengan NIK-nya. Nah, KK yang baru ini, harus di tanda tangan Kepala Keluarga dan RT (tanda tangan dan stempel), baru kemudian diserahkan kembali ke Kelurahan. Mari kita pulang, minta tanda tangan pak suami dan pak RT...

Setelah lengkap tanda tangan pak suami dan pak RT di KK yang baru, saya kembali ke Kelurahan, untuk meminta tanda tangan pak/bu Lurah Palmerah. Setelah KK kita ditandatangani Kepala Keluarga dan RT, kembalikan ke Kelurahan dan selanjutnya ditandatangani pak/bu Lurah. Cepet kok, cukup 1 hari saja. Kebetulan waktu itu saya masuk berkas hari Jumat, maka datang lagi hari Senin dan taraaaa... sudah ada.

Lengkap sudah urusan di Kelurahan. Surat Pengantar untuk bikin Akta Kelahiran ke Disdukcapil Kecamatan dan Kartu Keluarga.

Kelurahan Palmerah kini canggih lah pokoknya...


Ajukan berkas Akta Kelahiran ke Kecamatan

Langkah selanjutnya, mari masukkan berkas-berkas untuk membuat Akta Kelahiran di tingkat Kecamatan. Jadi, sebenernya kita cukup antar berkas saja ke Disdukcapil di tingkat Kecamatan. Nanti petugas Kecamatan yang akan bawa berkas kita ke Disdukcapil Jakarta Barat. Cihuuuuy kan yesss...? Aman lah pokoknya. Asal berkas lengkap, nggak perlu amsyong. Nah, untuk di tingkat kecamatan ini, kelengkapan berkas bikin Akta Kelahiran:
   1. Surat Pengantar untuk membuat Akta Kelahiran dari Kelurahan (asli)
   2. Surat Keterangan Lahir dari RS (copy dan asli)
   3. Cap kaki bayi saat lahir dari RS (copy)
   4. Surat Nikah Orang Tua (copy)
   5. KK yang baru (copy)
   6. KTP orang tua anak - suami dan istri (copy)
   7. KTP 2 orang saksi (copy)

Setelah berkas kita diperiksa oleh petugas Disdukcapil Kecamatan dan sudah lengkap, kita diminta untuk mengisi formulir untuk data-data. Info aja nih, kalau yang mengurus Akta Kelahiran bukan orang tua sang anak alias perwakilan, perlu membuat Surat Kuasa bermaterai. Ini saya karena orang tuanya langsung, jadi nggak perlu Surat Kuasa. Setelah isi formulir dan dinyatakan sudah beres sama petugas Kecamatan, maka kita akan dikasih tanda terima berkas. Tanda terima ini nantinya akan dipergunakan untuk mengambil Akta Kelahiran yang ditargetkan jadi 2 minggu setelah berkas kita masuk.

2 minggu lewat 1 hari. Mari ambil Akta Kelahiran si adek... Begitu datang ke Kecamatan, serahkan Tanda Terima yang kita punya, dan taraaa... Akta Kelahiran si baby bala bala sudah ada. Grateish dan nggak pakai ribet. Asal berkas lengkap, express kok jadinya. Calo? Udah nggak ada. Ya orang ngurusnya juga gampang banget. 

Well done, alhamdulillah beres... Siap jadi joki Akta Kelahiran... anyone...? Bahahahahaha.....


Kantor Kecamatan Palmerah
Pelayanan Terpadu yang banyak membantu

Rangkuman proses bikin Akta Kelahiran:

1. Ke RT - RW setempat bikin Surat Pengantar (Akta dan KK)
2. Bawa Surat Pengantar dari RT ke Kelurahan
3. Surat Pengantar Akta jadi berikut KK baru jadi juga
4. Tanda tangan KK baru oleh Kepala Keluarga dan RT (berikut stempel RT)
5. Balikin KK yang sudah ditandatangani ke Kelurahan, untuk ditandatangani Lurah
6. Ambil KK yang sudah ditandatangani Lurah
7. Bawa Surat Pengantar Akta dari Kelurahan, berikut dengan KK baru ke Kecamatan.
8. Masukin berkas Akta Kelahiran ke Disdukcapil Kecamatan.  

9.13.2016

JALAN-JALAN SINGKAT DEKAT PADAT

Tujuh Belas Agustus Tahun Empat Lima...
Itulah Hari Kemerdekaan Kita...
Hari Merdekaaa... Nusa dan Bangsaaa... 
Hari Lahirnya Bangsa Indonesia...  
Mer... de... kaaa....!!!


Alhamdulillah, ini negara umurnya sudah 71 tahun, dan masih bertahan walaupun dalam kondisi yang berat. Mungkin terseok-seok atau mungkin terengal-engal. Yah, tapi setidaknya rakyatnya masih punya semangat untuk ngelanjutin hidup. Atau bahkan banyak yang masih bersemangat untuk membangun bangsa dan negara ini. Saya? Semangaaat donk, semangat jalan-jalan pastinya... Ya ampuuun, ini 17-an udah lewat mau sebulan, masih aja nulis cerita bulan lalu...

Mumpung libur, walaupun sehari, yuk lah cuss pergi ke tempat wisata. Yang deket aja nggak apa, yang penting happy semua. Jadi emang sebenernya mau jalan, tapi terms and condition-nya banyak banget niy... Pertama, nggak mau nginep karena emang libur cuma sehari. Kedua, nggak mau jauh-jauh dari Jakarta. Ketiga, nggak mau yang macet-macet karena pasti bete tuh bocah. Keempat, nggak mau yang sumpek alias banyak orang kayak cendol. Kelima, mau yang tempat murah meriah karena diluar budget jalan-jalan liburan beneran kita.

Pilih pilih sana sini sono, akhirnya kita putuskan untuk main ke Waduk Jatiluhur. Pertimbangan milih tempat ini adalah karena e karenaaa... Pertama, jarak dari Jakarta nggak terlalu jauh (liat di google maps cuma sekitar 60km). Kedua, aksesnya gampang banget, masuk toldakot Slipi, keluar langsung exit Jatiluhur via toll Cipularang. Ketiga, kecil kemungkinannya macet karena yang macet biasanya Bogor dan Puncak (ini kayaknya cuma feeling saya aja siyk). Keempat, ada yang mau nostalgia juga (nah ini emak saya punya gawe..., katanya pengen liat Waduk Jatiluhur, tempatnya study tour dulu dari kampus).

Bungkusss...

Team Lengkap ke Waduk Jatiluhur
Foto keluarga latar belakang waduk, tanpa si bayi yang ditinggal di rumah
Di pinggir waduk Jatiluhur
Pemandangan syantik, lhoo....

Rabu, 17 Agustus kita berangkat. Perjalanan Slipi - Waduk Jatiluhur lancar jali, pemirsa... Cukup 1 jam dan 30 menit saja. Padatnya pas di Kecamatan Jatiluhur aja tuh ya, karena mau persiapan pawai 17-an. Tapi cingcai kok padatnya, masih bisa jalan. Sampai di kawasan wisata waduk Jatiluhur, alhamdulillah nggak padat. Sepi dan sepi ajeee... Oia, masuknya bayar. Tiket masuk kawasan wisata adalah sebesar Rp 15.000 per orang (anak umur 2 tahun ke atas dihitung juga) dan mobil Rp 20.000/mobil. Jadi kemarin kita berlima Rp 95.000 kena-nya. Ini belum termasuk biaya parkir di dalamnya.

Saya parkir mobil yang bener banget deket pinggir danau (dulu bareng sama rombongan ALTIC juga pernah kesini). Udahlah siyh di dalam kita cuma duduk-duduk dan lihat-lihat. Bapak ibu saya kebetulan bawa bangku lipat sendiri, karena nggak bisa duduk di bawah. Sementara saya dan anak-anak sih duduk sebisanya aja. Duduk di pinggir waduk ini, ada yang nawarin naik perahu keliling danau, per orang kena Rp 20.000 dan 1 perahu itu bisa buat 12 orang katanya. Kalaupun mau sewa sendiri, boleh lah Rp 150.000. Tadinya mau juga siy naik perahu, tapi si ibu ternyata nggak mau.

Di lokasi wisata waduk Jatiluhur ini, ada beberapa tempat makan juga. Di pinggiran danau, ada yang enak kata temen saya. Makanan yang dijual ikan bakar gitu. Harganya juga nggak mahal. Tapi ternyata, ada juga rumah makan terapung di waduk. Kalau mau kesana ya harus sewa pakai perahu tadi. Kita nggak makan disini, soalnya waktu itu belum jam-nya makan siang. Skip makan di dalam lokasi waduk. Cuuusss pk 11.00 dari Waduk Jatiluhur.

Tujuan berikutnya adalah Giri Tirta Kahuripan. Nemu ini tempat baca-baca juga dari blog, katanya salah satu objek wisata yang bisa dikunjungi kalau ke Purwakarta. Cusss pakai Waze, Waduk Jatiluhur ke Giri Tirta Kahuripan, estimasi waktu tempuh 45 jam aja. Sampe juga akhirnya ke Giri Tirta Kahuripan. Jalanannya bagus siyh, nggak sempit, cuma waktu itu lagi ada bikin got, jadinya agak pelan sedikit jalannya. Jalannya menuju ke Giri Tirta ini, udah mendekati TKP, separo badan jalannya kemarin dipake untuk jemur padi sama penduduk setempat, jadilah kita agak susah jalannya. Gantian deh kalo ada mobil lewat berlawanan.

Sampai di Giri Tirta Kahuripan, untungnya nggak padat banget. Mudah sekali cari parkir. Bayar parkir Rp 5.000 aja seharian.

Nunggu wara wiri di Giri Tirta Kahuripan
Mobil wara wiri-nya

Giri Tirta Kahuripan itu apa?

Pemandangannya kurang keliatan ya...

Ceritanya Giri Tirta Kahuripan yang saya kunjungin itu ada agrowisata dan ada kolam renangnya. Karena saya nggak niat berenang, jadi saya masuk yang agrowisata-nya aja. Masuknya per orang kena Rp 25.000 (anak umur diatas 3 tahun juga bayar). Di dalam komplek agrowisata ini, kita bisa keliling pakai mobil ala wara wiri di ancol itu... gratis. Tinggal nunggu aja mobilnya datang, kalo cukup ya naik kalo nggak ya tunggu mobil berikutnya aja. Keliling dengan mobil, kita bisa liat banyak pohon duren yang masih muda, ada juga beberapa kandang binatang (ayam, rusa, domba tanduk empat, dll). Mau turun di tengah-tengah juga bisa. Ada kolam renang minimalis dan ada macam gazebo-gazebo juga serta kantin. Saya nggak turun, lanjut aja sampai habis balik lagi.

Oia, kolam renang si Giri Tirta Kahuripan ini cukup terkenal lho, di dunia Instagram. Emang sih, view-nya ketjeh. Tapi masuknya bayar Rp 60.000 per orang. Di dalam kawasan kolam renang ini ada restoran. Kolam renangnya bukan waterpark ya. Emang dia cuma kolam renang aja. Cukup mahal sih kalau menurut saya untuk tarif kolam renang biasa. Tapi karena tempatnya di atas gitu, makanya jadi mahal lah ya.

Satu yang kurang dari tempat wisata ini, nggak ada toilet dengan closet duduk, semuanya closet jongkok. Ini sangat menyulitkan buat ibu saya yang belum bisa jongkok, untuk buang air kecil. Ada closet jongkok di area kolam renang, tapi ya harus bayar dulu masuk kolam renang tadi kalau mau pake toiletnya. Hmmm, Rp 60.000 untuk buang air kecil dengan closet duduk? Jujur aja emang, sepertinya designer area ini kurang friendly dengan akses-akses pengguna kursi roda, tongkat dan anak kecil.

Selesai di Giri Tirta Kahuripan pkl 13.00 dan kita langsung cuss balik untuk cari makan. Makan dimana? Udah hunting dooonk dan nemu yang namanya Ayam Ciganea. Tau rumah makan ini dari temen kantor dulu. Katanya enak. Kebetulan lokasinya dekat pintu toll mau arah balik Jakarta. Berangkat deh, menuju rumah makan ini. Lokasinya juga enak, di sebelah kiri jalan kalau dari Jatiluhur.


Ayam Goreng Ciganea
Mari makan...

Makan disini, recommend laaah... Ayam goreng, karedok, empal gorengnya enak. Tapi emang sambelnya maknyuuus... Yaaah, jadi laper lagi deh ngomongin ayam goreng. Kita makan berlima, dengan ayam goreng 3 potong, karedok, bakwan jagung, sambel, dan minum air kelapa murni 1 batok habis sekitar Rp 200.000. Worth-it menurut saya. Udah gitu, senengnya lagi, di rumah makan ini, di depannya ada toko oleh-oleh yang jual srimping panganan khas Purwakarta. Kita bisa jajan disitu deh.

Selesai liburan pendek sangat kami sekeluarga... Alhamdulillah, a very short trip tapi sangat menyenangkan. Nggak macet, dapet beberapa spot, dan makan enak. Moreover ya perginya karena sama orang-orang tersayang..

KURIKULUM SD KINI... JAHARA DEH...

Buat ibu-ibu yang selalu mendampingi anak-anaknya belajar, pasti paham banget kalau materi pelajaran sekarang ini berat sekali. Ehm, apa ja...

Popular Post